BERITAUNGGULAN.COM, BANDUNG — Andra Ramadhan (Dewa 19) dan Ari Yami melelang barang pribadinya untuk menggalang dana bagi penyintas bencana di Sumatera. Aksi ini menunjukkan kepedulian mereka terhadap sesama dan menjadi inspirasi bagi banyak orang untuk turut berpartisipasi dalam membantu mereka yang membutuhkan.
Proses lelang dilakukan secara online melalui media sosial masing-masing, namun serah terima dana digelar langsung di restoran FORK Bandung pada Sabtu (20/12). Acara ini mempertemukan pemilik barang lelang, pemenang lelang, beserta Sinergi Foundation sebagai lembaga yang menerima dan akan menyalurkan dana tersebut.
Andra Ramadhan yang dikenal sebagai gitaris Andra and the Backbone dan Dewa 19 diketahui melelang gitar miliknya. Sementara Ari Yami memilih melelang sepeda yang digunakannya untuk menempuh perjalanan menuju Mekkah.

Kedua benda tersebut dimenangkan oleh H. Didik Ariyanto, salah satu pemilik restoran FORK Bandung, yang memberikan penawaran tertinggi. Gitar Andra Ramadhan dibeli dengan harga Rp50.000.000 sementara sepeda Ari Yami dilepas dengan nilai Rp155.000.000.
Seremoni serah terima hasil lelang dibuka dengan penyampaian sambutan dari Waeli Mohdan, direktur Sinergi Amil Zakat — Sinergi Foundation. Waeli menyampaikan realita yang tampak di Sumatera, khususnya Kabupaten Aceh Tamiang pasca bencana banjir bandang dan tanah longsor yang memporakporandakan wilayah tersebut.
Ia juga membeberkan aksi yang sudah dilakukan Sinergi Foundation melalui program #SumateraBangkit untuk membantu penyintas bencana, mulai dari distribusi makanan, kebutuhan dasar, hingga layanan dukungan psikososial untuk anak korban bencana.
“Berdasarkan informasi di lapangan, hujan deras berintensitas tinggi yang mengguyur wilayah Sumatera selama beberapa hari telah menyebabkan sungai meluap, longsor, dan banjir bandang di Sumatera Utara, Sumatera Barat, hingga Aceh. Kami tidak tinggal diam. Melalui program #SumateraBangkit, kami segera menyalurkan makanan siap saji ke Guguak Malalo dan Tujuh Duo Koto di Sumatera Barat, serta bantuan sembako dan peralatan dapur ke Aceh Tamiang. Ke depan, kami berkomitmen mendampingi warga di Desa Baling Karang hingga pulih melalui program Kampung Bangkit dan Bangkit Sekolah.”
Momen simbolis penyerahan dana berlangsung dengan singkat namun juga penuh makna. Baik Andra maupun Ari menyampaikan kesan pesan mereka setelah berhasil melelang barang pribadi untuk tujuan kemanusiaan. Keduanya mempersembahkan aksi tersebut sebagai kontribusi mereka dalam meringankan beban yang dipikul para penyintas bencana di Sumatera.
Ketika diwawancarai, Ari bercerita bahwa sebetulnya berat baginya untuk melepas sepeda tersebut. Sepeda yang dilelangnya itu bisa dibilang bersejarah, karena telah mengantarnya ke Mekkah. “Tapi aku sadar, kesedihanku ini nggak ada apa-apanya dibandingkan dengan saudara-saudara kita di Sumatera yang jadi korban (bencana),” tuturnya.
Gagasan untuk melelang sepeda tersebut pun datang dari dirinya sendiri. Ari merasa secara pribadi ia tidak bisa memberikan banyak bantuan bagi saudara-saudara di Sumatera.
Karenanya, ia memilih untuk melelang sepedanya agar dana yang didapatkan bisa disalurkan menjadi bantuan yang saat ini diperlukan oleh para penyintas bencana

Sementara itu, Andra yang melelang gitarnya menitipkan kepercayaan penuh kepada Sinergi Foundation sebagai lembaga yang menerima dana hasil lelang dan akan menyalurkannnya kepada warga terdampak bencana.
Ia hanya berharap dana tersebut disalurkan dalam bentuk bantuan yang memang dibutuhkan warga saat ini. “Mungkin Sinergi Foundation lebih tahu ya, yang mereka butuhkan apa. Mungkin bahan pokok, ya, baju-baju juga, obat-obatan.”
Adapun H. Didik Ariyanto selaku penawar harga tertinggi kedua barang tersebut merasa senang dan bangga, Ia berharap bisa mengadakan lebih banyak acara seperti ini agar bantuan kemanusiaan yang dirasakan oleh para penyintas bencana di Sumatera pun lebih maksimal lagi. Ia juga menitipkan pesan untuk para relawan Sinergi Foundation yang masih terus berjuang menyalurkan bantuan di lapangan.
“untuk sinergi foundation dan relawan dilapangan saya harapakan untuk terus dikuatan dan ketabahanya untuk membantu saudara kita yang tertimpa musibah”
Selain serah terima dana hasil lelang, acara tersebut juga menjadi wadah penyerahan dana bantuan dari sejumlah pihak lain kepada Sinergi Foundation. Pihak-pihak tersebut di antaranya restoran FORK yang menyumbangkan dana sebesar Rp300.000.000, Sajda sebesar Rp16.199.000, dan Forum Komunikasi dan Silaturahmi Jawa Barat sebesar Rp22.150.000.
Semua bantuan tersebut diserahkan sebagai kontribusi terhadap program #SumateraBangkit yang diinisiasi oleh Sinergi Foundation. #SumateraBangkit merupakan program bantuan yang tidak hanya menyajikan dukungan praktis berupa kebutuhan dasar bagi para warga terdampak bencana, namun juga bantuan lain yang lebih berkelanjutan.
Misalnya di masa pemulihan dan rekonstruksi yang sudah mulai berjalan saat ini, Sinergi Foundation hadir dengan aksi Bangkit Sekolah dan Kampung Bangkit. Bangkit Sekolah menargetkan pemulihan sektor pendidikan, mulai dari pembersihan fasilitas pendidikan hingga penyediaan perlengkapan sekolah bagi anak-anak.
Sedangkan Kampung Bangkit merupakan inisiasi untuk membantu warga membangun kembali hidup mereka yang luluh lantak karena bencana. Bantuan awalnya berupa penyediaan alat dan bahan untuk membangun rumah tumbuh keluarga sebagai hunian bagi mereka yang kehilangan rumah. Nantinya, warga juga akan dibina dan diberdayakan agar kembali produktif.
Sinergi Foundation terus berupaya menebar jejaring kolaborasi dan mengobarkan kepedulian untuk warga Sumatera yang hingga saat ini masih berjuang.
Program bertajuk #SumateraBangkit ini ditargetkan menjadi api harapan yang menyulut semangat warga untuk bangkit dari keterpurukan mereka pasca berhadapan dengan bencana. Semakin banyak kepedulian yang mengalir, semakin cepat pula warga Sumatera bangkit. [ ]
Dok foto: Sinergi Foundation












