BERITAUNGGULAN.COM, BANDUNG — Pemerintah melalui Kementerian Koordinator Pemberdayaan Masyarakat mengapresiasi kontribusi signifikan lembaga filantropi, khususnya Rumah Zakat, dalam mendukung pembangunan nasional melalui program pemberdayaan masyarakat, pengentasan kemiskinan, dan pemulihan pascabencana.
Apresiasi tersebut disampaikan langsung oleh Menteri Koordinator Pemberdayaan Masyarakat Republik Indonesia, Dr. HC. Drs. H. Abdul Muhaimin Iskandar, M.Si., saat menghadiri Rapat Kerja Nasional (Rakernas) Rumah Zakat 2026 yang digelar di Kota Bandung, Senin (19/1/2026).
Rakernas Rumah Zakat 2026 menjadi forum konsolidasi nasional untuk memperkuat arah kebijakan dan strategi pemberdayaan masyarakat agar berdampak luas, berkelanjutan, dan selaras dengan agenda pembangunan nasional.

Kehadiran Menko Pemberdayaan Masyarakat disambut antusias oleh para peserta Rakernas Rumah Zakat dari berbagai daerah di Indonesia.
Dalam sambutannya, Muhaimin Iskandar menegaskan bahwa pemberdayaan masyarakat merupakan kerja jangka panjang yang menuntut keberpihakan dan kolaborasi lintas sektor.
“Pemberdayaan adalah kerja jangka panjang yang menuntut keberpihakan dan kolaborasi. Di balik setiap program, ada proses, komitmen, dan tanggung jawab untuk memastikan dampaknya benar-benar dirasakan masyarakat,” ujarnya.
Menurutnya, upaya menuju kesejahteraan tidak berhenti pada niat semata, tetapi harus diwujudkan melalui aksi yang konsisten, terukur, dan berkelanjutan.
Ia juga menekankan pentingnya pendekatan pemberdayaan berbasis partisipasi masyarakat sebagai kunci dalam mempercepat pemulihan sosial dan ekonomi, khususnya di wilayah terdampak bencana.
Muhaimin Iskandar menilai tingkat kepercayaan publik terhadap lembaga filantropi seperti Rumah Zakat menjadi modal penting dalam pembangunan nasional.
Hal tersebut tercermin dari pertumbuhan penghimpunan dan penyaluran dana Rumah Zakat pada tahun 2025 yang meningkat sebesar 15 persen dibandingkan tahun sebelumnya.
Sepanjang tahun 2025, Rumah Zakat berhasil menyalurkan ke 1,8 Juta Penerima Manfaat dari berbagai program pemberdayaan dan kemanusiaan di seluruh Indonesia.
CEO Rumah Zakat mengucapkan terima kasih atas kolaborasinya selama tahun 2025 kepada para donatur dan mitra yang terus bersama-sama Rumah Zakat memberdayakan masyarakat.
CEO Rumah Zakat, Irvan Nugraha, menjelaskan “Kami adalah lembaga filantropi yang mengedepankan kecepatan dan ketepatan penyaluran. Ketika dana dihimpun bulan ini, maka pada bulan berikutnya harus sudah disalurkan agar manfaatnya segera dirasakan masyarakat,”
Salah satu fokus utama penyaluran saat ini adalah penanganan bencana di wilayah Aceh dan Sumatra. Selama fase tanggap darurat, sedikitnya 223 ribu warga terdampak bencana di Sumatra telah menerima manfaat program Rumah Zakat bersama para mitra.
Dalam agenda Rakernas Rumah Zakat 2026, Rumah Zakat juga secara resmi meluncurkan Program Cash for Work Hunian Sementara bagi masyarakat lokal penyintas banjir di Aceh dan Sumatra.
Program ini dirancang untuk menyediakan hunian sementara yang layak sekaligus membuka kesempatan kerja bagi masyarakat terdampak, sehingga proses pemulihan dapat berjalan lebih cepat, inklusif, dan memberdayakan masyarakat sebagai pelaku utama.
Irvan menegaskan bahwa Rakernas ini menjadi momentum penguatan komitmen Rumah Zakat dalam mendorong transformasi sosial yang berkelanjutan.
“Cita-cita besar kami adalah memberdayakan masyarakat agar bertransformasi dari mustahik menjadi muzaki, sehingga tercipta kemandirian dan ketahanan ekonomi jangka panjang,” tegasnya.
Melalui Rakernas ini, Rumah Zakat menegaskan komitmennya untuk terus memperkuat kolaborasi strategis dengan Kementerian Koordinator Pemberdayaan Masyarakat dalam mendukung agenda nasional pengentasan kemiskinan, penguatan ekonomi masyarakat, serta pemulihan pascabencana yang berkelanjutan dan berkeadilan. (Usmth/RZ)
Dok foto: Rumah Zakat












