rakernas

BMH Anugerahi Umrah untuk Dai Penggerak Dakwah dan Ekonomi di Pedalaman

BERITAUNGGULAN.COM, JAKARTA — Dedikasi para dai yang mengabdikan diri di wilayah pedalaman kerap luput dari sorotan publik. Padahal, peran mereka nyata dalam mengubah wajah kesejahteraan masyarakat, baik secara spiritual maupun ekonomi. Di tengah tantangan geografis dan keterbatasan akses, para dai ini terus berjuang tanpa pamrih membangun kemandirian warga.

Sebagai bentuk apresiasi atas pengabdian tersebut, Baitul Maal Hidayatullah (BMH) memberikan penghargaan istimewa berupa paket ibadah umrah kepada tiga dai pedalaman.

Penghargaan tersebut diserahkan secara simbolis dalam penutupan Rapat Kerja Nasional (Rakernas) DPP Hidayatullah di Jakarta, Rabu malam (14/1/2026). Hadir dalam penyerahan itu Ketua Umum DPP Hidayatullah KH Naspi Arysad, Lc., serta Ketua Pembina BMH Pusat, Ustaz Suwito Fatah, MM.

Ketiga dai terpilih dinilai berhasil mengintegrasikan dakwah dengan pemberdayaan ekonomi lokal di wilayah binaan masing-masing. Mereka bukan hanya berperan sebagai pendakwah, tetapi juga motor penggerak perubahan sosial.

Penerima penghargaan tersebut yakni Ustaz Nurhadi yang konsisten membina suku terasing di Halmahera, Maluku Utara. Kemudian Ustaz Miftahuddin, dai muda yang sukses mengembangkan pertanian milenial di Manokwari, Papua Barat. Serta Ustaz Ibrahim yang berhasil membangun destinasi agrowisata di Sibolga, Sumatera Utara.

Ketua Pengurus BMH Pusat, Firman, mengatakan penghargaan ini bertujuan menguatkan mental dan semangat para dai dalam melayani masyarakat di pelosok negeri.

“Dukungan lahir dan batin sangat penting bagi para dai yang menghabiskan hidupnya untuk mengabdi di wilayah terpencil,” ujarnya.

Terkejut dan Bahagia

Para penerima mengaku terkejut dan tidak pernah mengharapkan imbalan atas pengabdian yang mereka jalani dengan penuh keikhlasan.

“Kami bertugas di pedalaman semata-mata ingin memberi manfaat bagi masyarakat. Ini benar-benar menjadi kejutan yang membahagiakan bagi kami,” ujar Ustaz Miftahuddin.

Firman menegaskan, langkah BMH ini menunjukkan bahwa lembaga zakat tidak hanya fokus pada penyaluran bantuan materi kepada mustahik, tetapi juga peduli terhadap kesejahteraan mental dan spiritual para kader dakwah.

“Dengan memberangkatkan umrah para dai penggerak pertanian dan wisata ini, BMH ingin menegaskan bahwa pengabdian dai di pelosok memiliki nilai yang sangat mulia dan layak mendapat apresiasi tertinggi,” pungkasnya./Herim