BERITAUNGGULAN.COM, BULUKUMBA — Kabar menggembirakan datang dari Pondok Pesantren Al A’raf Hidayatullah yang berlokasi di Dusun Buhung Bundang, Kabupaten Bulukumba. Pesantren ini kini tengah mempercepat pembangunan fasilitas Mandi, Cuci, Kakus (MCK) dan tempat wudhu baru demi memastikan ketersediaan air bersih yang layak dan berkelanjutan bagi para santri. Pekerjaan konstruksi mulai berlangsung pada Senin (25/11) dan menjadi angin segar bagi seluruh civitas pesantren yang selama ini menghadapi keterbatasan layanan air bersih.
Dari Ketergantungan ke Kemandirian Air Bersih
Sebelumnya, kebutuhan air di pesantren hanya mengandalkan pasokan dari tetangga sekitar. Namun, seiring bertambahnya jumlah santri dan meningkatnya aktivitas harian, pasokan tersebut tidak lagi mencukupi. Pengurus pesantren pun berinisiatif mencari solusi berkelanjutan untuk mengatasi persoalan ini.
Upaya pertama dilakukan dengan mencoba membangun sumur bor. Sejumlah ahli sumur bor bahkan didatangkan untuk meneliti titik sumber air terbaik. Namun, berbagai percobaan tersebut belum membuahkan hasil yang diharapkan. Setelah melalui musyawarah dan pertimbangan matang, pesantren akhirnya memilih langkah strategis: menghubungkan aliran air langsung ke Perusahaan Air Daerah (PDAM) terdekat.
Tak hanya itu, pesantren juga memulai pembangunan tiga unit kamar mandi baru serta sebuah tempat wudhu berukuran 9 × 3 meter yang dirancang untuk menampung lebih banyak santri sekaligus. Upaya ini diharapkan dapat mengatasi problem sanitasi dan kebutuhan wudhu yang selama ini menjadi tantangan harian.
Gotong Royong Masyarakat, Energi Utama Pembangunan
Pembangunan fasilitas sanitasi ini tidak lepas dari dukungan luar biasa masyarakat dan para donatur. Ketua Laznas Baitul Maal Hidayatullah (BMH) Sulawesi Selatan, Kadir, S.Pd., MM., menyampaikan apresiasi mendalam atas derasnya kepedulian yang mengalir.
“Program ini bisa berjalan berkat kepedulian masyarakat terhadap kebutuhan air yang memang sangat vital. Insya Allah kebaikan ini akan menjadi amal jariyah, terlebih fasilitas ini akan digunakan langsung oleh para santri yang setiap hari menuntut ilmu,” ungkap Kadir.
Menurutnya, dukungan kolektif masyarakat menunjukkan bahwa semangat gotong royong masih menjadi kekuatan besar dalam memajukan pendidikan berbasis pesantren. Kadir berharap partisipasi ini terus berlanjut hingga pembangunan rampung dan dapat segera dimanfaatkan.
Progres Konstruksi dan Harapan Para Santri
Secara fisik, pembangunan telah memasuki tahap awal. Seluruh material utama seperti besi, batu bata, pasir, hingga semen sudah tersedia di lokasi. Pekerja bangunan kini tengah fokus pada pemasangan pondasi serta perakitan besi tulang, yang menjadi struktur dasar dari fasilitas baru tersebut.
Melihat progres yang berjalan intensif, besar harapan agar pembangunan dapat selesai dalam waktu dekat. Kehadiran MCK dan tempat wudhu yang lebih layak akan memberikan kenyamanan signifikan bagi para santri, sekaligus memperkuat kualitas lingkungan pendidikan di pesantren.
Dengan tersedianya fasilitas air bersih yang memadai, Pondok Pesantren Al A’raf Hidayatullah Bulukumba diharapkan mampu menghadirkan suasana belajar yang lebih sehat, nyaman, dan produktif bagi seluruh santri dan pengajar./Herim












