Oleh: Bimo Rahmanto, S.I.P.
BERITAUNGGULAN.COM, KELURAHAN GUMURUH BANDUNG — Mulai tahun 2025 melalui Inpres No 1 Tahun 2025, Pemerintah Pusat memberikan arahan terkait efisiensi anggaran. Efisiensi tersebut harus dilaksanakan oleh instansi pemerintah di seluruh Indonesia. Seluruh kementrian, lembaga, hingga pemerintah daerah wajib melakukan refocusing anggaran agar lebih efektif dan efisien.
Hal tersebut didasarkan kepada kondisi keuangan negara saat ini yang menopang jalannya roda pemerintahan. Pada akhirnya setiap instansi pemerintah harus melakukan efisiensi anggaran karena beberapa bantuan dana dari pusat sudah diberhentikan mulai tahun 2026.
Apabila tidak ada tindak lanjut yang adaptif hal tersebut dapat membawa dampak negatif terhadap kualitas dan kuantitas pelayanan publik yang diberikan.
Pemerintah Kota Bandung sama seperti pemda lainnya pada akhirnya, harus melakukan efisiensi anggaran dan menekan efektifitas dari setiap kegiatan yang akan dilaksanakan.
Hal tersebut kiranya harus ditanggapi oleh para ASN di lingkungan Pemerintah Kota Bandung untuk dapat beradaptasi dengan berbagai keadaan tanpa mengorbankan pelayanan yang diberikan kepada Masyarakat.
Oleh sebab itu Kelurahan Gumuruh membuat sebuah inovasi yang akan menjadi instrument dari pemanfaatan sumber daya sehingga dapat terukur dan digunakan dengan efektif dan efisien.
Inovasi tersebut Adalah SMARCO (Smart Eco-Office) Dimana inovasi ini menekankan pemanfaatan sumber daya secara efektif dan efisien juga dengan mengindahkan kaidah Eco-Office dalam keseharian operasional di kantor Kelurahan Gumuruh.
Diharapkan inovasi ini dapat membawa perubahan budaya para ASN dalam menggunakan sumber daya seperti listrik, air, hingga kertas dengan lebih bijak.
Di sisi lain instrument ini menekankan transparansi dalam penggunaan sumber daya karena salah satu bagian dari inovasi ini adalah pencatatan penggunaan sumber daya sehingga kedepannya akan menghasilkan data yang valid sebagai dasar pengambilan keputusan terhadap pengadaan sumber daya kantor.
Saat ini inovasi tersebut telah dilaksanakan kurang lebih selama hampir dua bulan dan dapat menekan penggunaan listrik yang turun hingga sekitar Rp. 250.000 dan penggunaan kertas hingga 2 rim per bulan nya.
Kedepannya diharapkan inovasi ini tidak hanya berlaku di Kelurahan Gumuruh saja akan tetapi dapat di replikasi apabila menunjukan hasil perbaikan dalam pemanfaatan sumber daya. [ ]












