BERITAUNGGULAN.COM, BANDUNG — Dosen Program Studi Teknik Industri serta Program Studi Profesi Insinyur Fakultas Teknik Universitas Islam Bandung (Unisba), Dr. Ir. Mohamad Satori, M.T., IPU, memperoleh penghargaan kategori Dewan Juri Anugerah Bakti Lingkungan Hidup Karya Dharma Mahawana (KDM) Awards 2025 yang diselenggarakan oleh Dinas Lingkungan Hidup Provinsi Jawa Barat.
Penghargaan tersebut diberikan secara langsung oleh Gubernur Jawa Barat pada acara penganugerahan yang berlangsung di Sasana Budaya Ganesha (SABUGA) Institut Teknologi Bandung, pada 30 Desember 2025.
Dalam ajang tersebut, Dr. Mohamad Satori tercatat sebagai satu-satunya akademisi yang dipercaya menjadi dewan juri, mewakili unsur perguruan tinggi.
KDM Awards merupakan ajang apresiasi bagi individu dan kelompok yang berkontribusi nyata dalam pelestarian lingkungan hidup di Jawa Barat. Penilaian mencakup berbagai bidang, antara lain lingkungan hidup, kehutanan, bina marga, dan pendidikan, dengan melibatkan kolaborasi lintas sektor.

Dr. Satori menjelaskan bahwa dirinya terlibat sebagai juri pada kategori penggiat lingkungan di bawah koordinasi Dinas Lingkungan Hidup Provinsi Jawa Barat. Dewan juri terdiri atas unsur pemerintah, akademisi, pelaku usaha, serta media nasional.
“Proses penjurian dilakukan secara kolaboratif. Kami menilai tidak hanya dari sisi administrasi dan presentasi, tetapi juga melalui verifikasi lapangan untuk melihat langsung dampak nyata dari aktivitas para penggiat lingkungan,” ujarnya.
Ia mengungkapkan bahwa terdapat sejumlah tantangan selama proses penjurian, di antaranya keterbatasan sosialisasi informasi yang menyebabkan masih banyak penggiat lingkungan potensial belum mengetahui adanya ajang penghargaan ini.
Selain itu, kendala teknis seperti keterbatasan akses dan kemampuan teknologi informasi peserta dalam sesi presentasi daring juga menjadi perhatian, meskipun aksi nyata mereka di lapangan dinilai sangat luar biasa.
“Tantangan lainnya adalah faktor geografis. Tim juri harus turun langsung ke lokasi yang cukup jauh, termasuk hingga ke pelosok wilayah—sebagai contoh Ciamis—untuk memastikan keabsahan serta keberlanjutan program yang dijalankan oleh para peserta,” jelasnya.
Lebih lanjut, Dr. Satori menilai keterlibatannya sebagai dewan juri memberikan dampak positif bagi institusi Unisba, khususnya dalam membangun eksistensi dan citra perguruan tinggi di tingkat Pemerintah Provinsi Jawa Barat dan masyarakat luas.
“Ini menunjukkan bahwa Unisba memiliki pakar yang diakui kontribusinya secara formal. Bahkan, salah satu pemenang juara pertama kategori penggiat lingkungan berasal dari pelosok Ciamis dan merupakan binaan LPPM Unisba. Hal ini menjadi bukti bahwa pembinaan yang dilakukan Unisba memberikan hasil nyata,” tambahnya.
Terkait penyelenggaraan ke depan, ia merekomendasikan agar sosialisasi KDM Awards dilakukan lebih masif dengan melibatkan berbagai pihak, termasuk TNI dan Polri melalui Babinsa dan Bhabinkamtibmas, mengingat banyak di antara mereka yang aktif sebagai penggiat lingkungan.
Ia juga menekankan pentingnya penguatan kerja sama dengan perguruan tinggi dalam penyusunan konten dan kriteria penilaian agar proses seleksi lebih objektif dan berkualitas.
Menurutnya, persoalan lingkungan, khususnya pengelolaan sampah, membutuhkan pendekatan yang komprehensif dan berkelanjutan. “Pengelolaan sampah tidak bisa mengandalkan satu teknologi saja, tetapi harus saling melengkapi, serta didukung oleh pembangunan aspek sosial masyarakat. Sampah saat ini tidak lagi sekadar limbah, tetapi juga sumber daya yang memiliki nilai ekonomi jika dikelola dengan tepat,” jelasnya.
Ia menambahkan bahwa Unisba memiliki potensi besar untuk berperan aktif dalam isu lingkungan melalui pendekatan multidisipliner. Dengan kekuatan pada bidang sosial, keagamaan, kesehatan, hingga ekonomi,
Unisba dinilai mampu mendorong inovasi berbasis teknologi tepat guna yang sesuai dengan kebutuhan lokal dan berdampak langsung bagi masyarakat. [ ]
Dok foto: Unisba












