BERITAUNGGULAN.COM, BANDUNG — Prestasi membanggakan kembali ditorehkan Fakultas Farmasi dan Sains (FFDS) Universitas Islam Bandung (Unisba). Dua dosen Program Studi Farmasi, Dr. apt. Sani Ega Priani, M.Si., dan Dr. apt. Taufik Muhammad Fakih, M.S.Farm., berhasil meraih gelar Doktor Farmasi dari Fakultas Farmasi Universitas Padjadjaran (Unpad). Keduanya menuntaskan studi doktoral dalam waktu relatif singkat, yakni 2,5 tahun, dengan capaian publikasi ilmiah yang membanggakan di jurnal internasional terindeks Scopus.
Sani Ega Priani melaksanakan sidang terbuka promosi doktor pada Rabu, 7 Oktober 2026, sedangkan Taufik Muhammad Fakih menjalani sidang pada Jumat, 9 Oktober 2026. Keduanya berhasil menyelesaikan studi doktoral dalam waktu 2,5 tahun dengan capaian publikasi ilmiah yang membanggakan.
Selama menempuh pendidikan doktoral, Dr. Sani Ega Priani menghasilkan enam artikel ilmiah terindeks Scopus. Sementara itu, Dr. Taufik Muhammad Fakih telah menghasilkan 32 artikel terindeks Scopus pada jurnal bereputasi Q1 dan Q2, dengan 13 artikel di antaranya sebagai penulis utama.
Dalam disertasinya yang berjudul “Pengembangan Likuid dan Solid Self-Nanoemulsifying Drug Delivery System (SNEDDS) Mengandung Kombinasi Simvastatin dan Ezetimibe dengan Pendekatan Quality by Design”, Sani Ega Priani mengembangkan teknologi yang bertujuan membantu obat penurun kolesterol agar lebih mudah larut dan bekerja secara optimal di dalam tubuh.
Penelitian ini berfokus pada dua zat obat, yaitu simvastatin dan ezetimibe, yang digunakan untuk mengatasi gangguan kadar lemak dalam darah, seperti kolesterol tinggi. Melalui teknologi yang disebut SNEDDS, Sani mengembangkan formulasi obat dalam bentuk cair dan padat agar kedua zat tersebut lebih mudah larut.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa teknologi ini mampu meningkatkan kelarutan kedua zat obat. Pengujian pada hewan percobaan juga menunjukkan hasil yang menjanjikan, yaitu penurunan kadar kolesterol total, kolesterol jahat (LDL), dan trigliserida yang lebih baik dibandingkan dengan formulasi pembanding.
Temuan ini membuka peluang pengembangan obat penurun kolesterol dengan sistem penghantaran yang lebih baik. Meski demikian, penelitian lanjutan masih diperlukan sebelum teknologi tersebut dapat diterapkan pada manusia.
Sementara itu, Taufik Muhammad Fakih melalui disertasinya yang berjudul “Studi Komputasi Interaksi Molekuler Hesperidin dan ¹³¹I-Hesperidin serta Evaluasi Aktivitas Biologis pada Sel Kanker Payudara Subtipe Luminal dan Triple-Negative (TNBC)” meneliti potensi senyawa alami sebagai bahan untuk pengembangan radiofarmaka dalam penanganan kanker payudara.
Penelitian ini menggunakan hesperidin, yaitu senyawa alami yang antara lain ditemukan pada buah jeruk. Senyawa tersebut dikombinasikan dengan bahan radioaktif iodium-131 untuk mempelajari potensinya dalam pengembangan radiofarmaka bagi kanker payudara.
Melalui analisis komputer dan pengujian di laboratorium, Taufik menemukan bahwa senyawa yang dikembangkan dapat diserap oleh sel kanker payudara lebih tinggi dibandingkan dengan iodium-131 tanpa kombinasi hesperidin.
Hasil tersebut menjadi langkah awal yang menjanjikan dalam penelitian radiofarmaka berbasis bahan alami. Namun, masih diperlukan penelitian lebih lanjut untuk mengetahui keamanan, efektivitas, dan kemampuannya dalam menangani kanker sebelum dapat digunakan sebagai bagian dari pengobatan.
Keberhasilan kedua dosen ini menjadi kebanggaan bagi FFDS Unisba sekaligus diharapkan dapat menjadi motivasi bagi dosen lainnya untuk terus mengembangkan ilmu pengetahuan dan menghasilkan penelitian yang bermanfaat bagi masyarakat. [ ]
Dok foto: Unisba












