BERITAUNGGULAN.COM, SAMARINDA – Semarak Hari Santri Nasional tahun ini terasa lebih bermakna di Kota Tepian. Laznas Baitul Maal Hidayatullah (BMH) Kaltim tidak hanya ikut merayakan, tetapi juga berperan aktif memastikan ribuan santri tetap bersemangat menuntut ilmu. Selama tiga hari, 20–22 Oktober, BMH menyalurkan 2 ton beras ke sembilan pesantren dan panti asuhan di Samarinda.
Bantuan pangan tersebut menjangkau langsung kebutuhan lebih dari 1.240 santri, mulai dari penghafal Al-Qur’an hingga anak yatim dan dhuafa. Dari Pondok Pesantren Rahmatullah hingga Rumah Qur’an Barambai, setiap titik distribusi menjadi bukti nyata pentingnya dukungan berkelanjutan bagi pendidikan pesantren.
Kepala Unit Layanan BMH Samarinda, Muhyar Gunardi, menegaskan bahwa kegiatan ini bukan sekadar seremonial peringatan Hari Santri.
“Alhamdulillah, amanah para donatur telah kami salurkan. Semoga bantuan ini menguatkan semangat santri dalam belajar dan beribadah,” ujarnya.
Di balik tumpukan beras yang tersalurkan, tersimpan visi besar: membangun sumber daya manusia Indonesia sejak dini. Santri yang sehat dan terpenuhi kebutuhan pangannya akan lebih siap menghafal Al-Qur’an, menimba ilmu, dan tumbuh menjadi generasi unggul.
Program distribusi pangan rutin yang dijalankan BMH menjadi wujud nyata komitmen terhadap keberlanjutan pendidikan. Dukungan ini menjaga roda pesantren tetap berputar, meskipun di tengah keterbatasan.
Perayaan Hari Santri di Samarinda pun akhirnya tidak hanya diisi dengan doa dan refleksi, tetapi juga dengan aksi nyata kepedulian. BMH menegaskan perannya sebagai mitra umat dalam menyiapkan generasi Qur’ani yang siap membangun bangsa./Herim












