BERITAUNGGULAN.COM, NTT — Di balik sunyinya pedalaman Nusa Tenggara Timur (NTT), semangat dakwah tetap menyala melalui perjuangan para dai tangguh. Mereka bukan sekadar mengajar, tetapi mewakafkan seluruh hidupnya untuk umat—menjalankan misi pengabdian seutuhnya di tengah keterbatasan.
Salah satunya adalah Ustadz Nasir Lingge, sosok dai yang mengabdi di Pondok Pesantren Hidayatullah Desa Sambinasi Barat, Kecamatan Riung, Kabupaten Ngada. Di wilayah yang jauh dari hiruk pikuk kota ini, ia menjadi pelita bagi masyarakat sekitar melalui dakwah dan pendidikan agama bagi anak-anak.
Untuk menguatkan perjuangan para dai seperti beliau, Laznas Baitul Maal Hidayatullah (BMH) NTT menyalurkan santunan atau kafalah sebagai bentuk apresiasi dan dukungan nyata terhadap dedikasi mereka di pelosok negeri.
Kepala Perwakilan BMH NTT, Hairudin, menyampaikan bahwa program santunan dai merupakan bagian dari langkah berkelanjutan BMH dalam menjaga semangat dakwah di pedalaman.
“Ini bagian dari langkah apresiasi kami dalam memberikan dukungan kepada para dai dan daiyah yang kini mengabdikan dirinya di pesantren-pesantren dalam mendampingi dan membimbing adik-adik santri agar menjadi penerus bangsa dan agama,” jelas Hairudin (9/10).
Program ini tidak hanya memberi dukungan moral dan material, tetapi juga menjadi bentuk pengakuan terhadap peran penting para dai yang menjadi ujung tombak dakwah di wilayah terpencil.
Ustadz Nasir Lingge sendiri mengungkapkan rasa syukurnya atas perhatian dan dukungan dari BMH serta para donatur yang selama ini setia membersamai perjuangan para dai di NTT.
“Alhamdulillah, dengan dukungan para dermawan, kami dimudahkan dalam berdakwah dan memberikan pendampingan belajar agama untuk anak-anak di pedalaman,” tutur Ustadz Nasir.
Menurutnya, bantuan tersebut juga dimanfaatkan untuk berbagai kegiatan sosial dan keagamaan masyarakat sekitar Desa Sambinasi Barat, seperti pengajian rutin, kegiatan santri, dan pembinaan masyarakat.
“Semoga para donatur dan BMH diberikan kemudahan, keberkahan, dan istiqamah. Terkhusus dalam menjalankan beragam misi kebaikan, termasuk membantu para dai yang membutuhkan,” imbuhnya penuh haru.
Kehadiran para dai tangguh di pedalaman bukan hanya menguatkan nilai-nilai keislaman, tetapi juga menjadi motor penggerak kemajuan masyarakat. Melalui dakwah yang menyentuh akar kehidupan, para dai turut mencerdaskan bangsa—membangun kemandirian dan peradaban manusia dari pelosok negeri.
Karena itu, dukungan masyarakat luas melalui Laznas BMH menjadi sangat penting. Dengan semangat kebersamaan, setiap kontribusi, sekecil apa pun, akan membantu para dai seperti Ustadz Nasir untuk terus menyalakan cahaya dakwah di tempat-tempat yang jauh dari sorotan publik.
Dengan langkah kecil namun berarti, BMH bersama para dermawan terus meneguhkan komitmen: dakwah tak boleh padam, meski di ujung negeri sekalipun. /Herim












