BERITAUNGGULAN.COM, JAKARTA – Kamis (08/10/2026) Hari Batik Nasional tahun ini tidak hanya menjadi panggung untuk mengenang warisan leluhur, tetapi juga pemicu gerakan kolaborasi antargenerasi dan lintas profesi. Bertempat di suasana tenang nan asri The Veranda Resort Residence, Jakarta, Dewan Pimpinan Pusat Perempuan Pemimpin Indonesia (DPP PERPINA) mengemas perayaan budaya dalam wajah baru yang modern, anggun, dan penuh vitalitas melalui gelaran PERPINA Women’s Day 2026 pada Jumat, 2 Oktober 2026.
Dengan mengusung filosofi utama “HERITAGE • BEAUTY • LEISURE”, perhelatan ini meruntuhkan kesan kaku pada tradisi. Sebagai gantinya, momen sore hari itu diubah menjadi afternoon gathering yang memadukan keindahan wastra nusantara, perawatan diri, gaya hidup sehat, hingga ruang bertukar ide bagi para profesional dan pengusaha perempuan.
Wajah Baru Batik dalam Sentuhan Modern
Batik menjadi jiwa dari keseluruhan rangkaian acara. Namun, berbeda dari peragaan busana pada umumnya, koleksi yang ditampilkan mewakili perpaduan harmoni antara identitas lokal dan tren kontemporer. Kolaborasi perancang busana Rryni Batik dan Donahue, yang disempurnakan oleh kilau aksesori dari Eka Accessories, membuktikan bahwa batik mampu tampil relevan dan luwes untuk berbagai kesempatan—mulai dari ruang rapat hingga acara sosial.
Keanggunan budaya lokal semakin lengkap dengan sesi edukasi sanggul tradisional yang dibawakan oleh Komunitas Pencinta Sanggul dan Kain Indonesia (KPPBI). Kehadiran sesi ini menegaskan pesan bahwa menjaga identitas bangsa dapat dilakukan secara selaras tanpa mengorbankan estetika modern.
Sinergi Lintas Sektor untuk Pemberdayaan Perempuan
Keberhasilan perhelatan ini tidak lepas dari sinergi kuat antar-entitas bisnis dan komunitas. Kolaborasi strategis diwujudkan melalui kerja sama dengan Lumious Beauty House yang memberikan konsultasi serta edukasi kesehatan kulit, Humanis Group yang memperkuat jejaring antarkomunitas dan dunia usaha, serta The Veranda Resort Residence yang menyediakan ruang hospitality berkelas.
Pendekatan menyeluruh (holistic wellness) juga diperkuat oleh dukungan sektor kesehatan dan produk gaya hidup. Kehadiran MTM Medical, Nutrimax, SHEVADA, Putra Farma Yogyakarta, Tropee Mama, hingga hidangan manis dari Grateful Brownies memberikan pengalaman yang lengkap bagi para tamu undangan.
Ketua Umum DPP PERPINA, Endraswari Veve Safitri, S.Sos., menegaskan pentingnya mengubah cara pandang masyarakat terhadap warisan budaya.
“Kami ingin perempuan tidak hanya mengenakan batik, tetapi juga mengenal, menghargai, dan menghidupkannya dalam kehidupan sehari-hari. Kegiatan ini sekaligus menjadi ruang untuk memperluas jejaring dan membuka peluang kolaborasi antarperempuan.”
Pandangan senada diungkapkan oleh Ketua Pelaksana PERPINA Women’s Day 2026, Shanti Dewi Lestari, S.Psi., MM, yang menekankan pentingnya pendekatan kontemporer dalam merayakan identitas nasional.
“Batik adalah aset penting bangsa Indonesia yang harus terus diperkenalkan dan dirayakan dengan cara yang kontemporer. Melalui kegiatan ini, kami mempertemukan budaya, perempuan, komunitas, dan dunia usaha dalam satu ruang kolaborasi.”
Membangun Masa Depan yang Berkelanjutan
Lebih dari sekadar perayaan visual, PERPINA Women’s Day 2026 menjadi bukti nyata bahwa pemberdayaan perempuan bergerak lebih cepat ketika budaya dijadikan simpul pemersatu. Pertemuan di Jakarta ini membuktikan bahwa saat perempuan saling terhubung dan mendukung, tradisi tidak sekadar terlindungi, melainkan berkembang menjadi pendorong kemajuan ekonomi dan sosial yang berdampak luas.












