Inovatif, Tiga Program Masterpiece Sinergi Foundation Diganjar Penghargaan Nasional

BERITAUNGGULAN.COM, BANDUNG – Keberadaan Lembaga Amil Zakat (LAZ) kian mendapatkan tempat di hati masyarakat. Bukan hanya karena telah memberikan dampak positif, seperti bantuan-bantuan yang bersifat insidental, atau yang berhasil memberdayakan kelompok dhuafa. Tapi juga, program yang diusung memiliki nilai kreatif dan inovatif. Imbasnya, program tersebut mendapatkan penghargaan dan apresiasi dari berbagai lembaga baik di tingkat daerah hingga nasional.

Seperti baru-baru ini, LAZ Sinergi Foundation berhasil mendapatkan tiga penghargaan dari Forum Zakat (FOZ) kategori Program Inovatif. Ketiga program unggulan tersebut adalah Sasaka Indonesia, Fishbank Indonesia, dan Rumah Bersalin Cuma-cuma (RBC).

Penghargaan tersebut diterima langsung oleh Head of ZIS Directorate Sinergi Foundation, Waeli Mohdan di Acacia Hotel Jakarta Pusat, Rabu (03/12) kemarin. Dengan diterimanya penghargaan tersebut semakin memberikan branding yang kuat bagi Sinergi Foundation di level nasional. Namun lebih dari itu, kegiatan ini adalah momentum penting bagi upaya penguatan ekosistem zakat di Indonesia.

Pada kesempatan itu, Waeli menyampaikan rasa syukur atas kepercayaan ini dan menyebut bahwa capaian ini merupakan hasil kerja kolektif seluruh amil, elemen lembaga, serta dukungan dari masyarakat.

“Dengan mendapatkan penghargaan ini, mudah-mudahan ketiga program kami tetap terus tumbuh dan memberikan manfaat yang semakin meluas,” katanya.

Waeli menjelaskan, tiga program yang mendapatkan anugerah tersebut memiliki konsep, target, dan dampak yang khas. Seperti Sasaka Indonesia yang mewakili tema kemanusiaan “Bergerak untuk Sesama: Menjadi Harapan di Tengah Krisis”.

Kemudian, sambungnya, ada juga yang menghadirkan berbagai intervensi kemanusiaan yang responsif terhadap kondisi bencana dan kerentanan sosial. Yaitu Fish Bank Indonesia tampil dalam tema ekonomi “Kekuatan Ekonomi Umat: Menopang Kemandirian,

Menggerakkan Perubahan”, dengan model pemberdayaan nelayan yang mendorong peningkatan pendapatan secara berkelanjutan.
“Sementara itu, program kami yang lebih dulu ada dari dua program sebelumnya, yaitu Rumah Bersalin Cuma-Cuma (RBC), hadir pada tema kesehatan “Sehat untuk Bangkit: Menguatkan Akses, Menjaga Kehidupan”, memberikan layanan kesehatan ibu dan anak yang terjangkau bagi keluarga kurang mampu,” paparnya.

Tentang Zakat Award
Zakat Awards sendiri merupakan ajang penghargaan tahunan yang memiliki empat tujuan utama. Yakni memberikan apresiasi terhadap inovasi program, mendorong tata kelola yang baik, menguatkan ekosistem zakat nasional, serta menumbuhkan semangat kolaborasi di antara lembaga zakat.

Tahun ini, kompetisi semakin ketat dengan hadirnya 179 portofolio dari 70 lembaga zakat di berbagai kategori, mulai dari Program Inovatif, Pendayagunaan Zakat, Kampanye Zakat, hingga Lembaga Zakat Terbaik.

Setelah tahap pengiriman proposal, dewan juri menyeleksi dan memilih 149 portofolio untuk melanjutkan ke tahap showcase. Presentasi dilakukan secara daring melalui Zoom Meeting dan disiarkan langsung di kanal YouTube Forum Zakat.

Perwakilan dari setiap lembaga diberi waktu 10 menit untuk memaparkan program mereka dan menjawab pertanyaan juri. Pada tahap ini, tiga program Sinergi Foundation memperoleh apresiasi positif berkat kedalaman konsep, kejelasan implementasi, serta bukti dampak yang kuat.

Yang menjadi Indikator penilaian pada awards kali ini ialah Penjelasan Portofolio/Initiative; Latar Belakang, Tujuan, Kerangka Konsep / Implementasi, Dampak dan Evidence (bukti). Sustainability Portofolio/Initiative; Dampak, Mitra kolaborasi, dan Skalabilitas program.

Proses penjurian Zakat Awards 2025 bukan hanya melihat hasil akhir, akan tetapi menekankan pada aspek penilaian menyeluruh. Panel juri tahun ini terdiri dari tokoh dan pakar profesional yang memiliki reputasi kuat di bidangnya.

Di antaranya adalah dr. A. Samhari Baswedan, akademisi sekaligus praktisi yang konsisten dalam manajemen kesehatan dan administrasi publik. Pada Zakat Awards kali ini, ia mengedepankan standar ilmiah yang berakar pada realitas sosial.

Kemudian ada Dr. Rini Suprihartanti, S.E., M.Si, praktisi filantropi Islam dengan pengalaman hampir 30 tahun, yang memastikan penilaian objektif dan berintegritas. Bukan hanya dua dewan juri itu saja, Zakat Awads juga melibatkan 10 juri lainnya. Para juri menelaah bagaimana sebuah program dirancang, dikelola, dan diimplementasikan dengan standar yang ketat.

Lalu juga menilai setiap portofolio berdasarkan indikator utama seperti latar belakang, tujuan, kerangka konsep, implementasi, dampak, evidence, serta aspek sustainability, kolaborasi, dan skalabilitas program.

Pencapaian ini menjadi bukti pengakuan publik terhadap komitmen Sinergi Foundation dalam menghadirkan inovasi pemberdayaan yang berdampak, sekaligus kontribusinya terhadap upaya pengentasan kemiskinan ekstrem, selaras dengan tema besar FOZ tahun ini.

Dengan keberhasilan ini, Sinergi Foundation semakin mengukuhkan posisinya sebagai lembaga zakat yang inovatif, adaptif, dan berorientasi pada keberlanjutan, serta terus menjadi bagian dari solusi bagi berbagai persoalan sosial yang dihadapi masyarakat Indonesia.

Menutup rangkaian acara, Ketua Dewan Juri dr. A. Samhari Baswedan menegaskan, Zakat Awards bukan sekadar kontestasi mencari pemenang. “Melainkan ruang apresiasi atas praktik baik lembaga zakat di seluruh Indonesia. “Everybody is a winner,” tuturnya, menandaskan bahwa setiap inisiatif membawa pelajaran dan inspirasi bagi ekosistem zakat nasional. [ ]

Dok foto: Sinergi Foundation