BERITAUNGGULAN.COM, JAKARTA – Sebanyak 100 anak yatim binaan Lembaga Amil Zakat Nasional (Laznas) Panti Yatim Indonesia (PYI) berkesempatan merasakan kecanggihan moda transportasi modern dalam acara KAI Edutrain. Kegiatan edukatif yang berlangsung pada Selasa (22/09/2026) ini digelar untuk mengenalkan keunggulan Kereta Cepat Whoosh kepada generasi muda, sekaligus menjadi bagian dari pemenuhan undangan yang dihadiri total 680 anak yatim dari berbagai lembaga.
Anak-anak binaan Laznas PYI yang berasal dari 12 asrama sudah bersiap sejak pagi hari. Tepat pukul 05.30 WIB, mereka berkumpul di tiga titik pertemuan (meeting point/meepo) utama yang merupakan asrama panti asuhan resmi milik PYI, yaitu Asrama PYI Duren Sawit (30 anak), Asrama PYI Rawamangun (40 anak), dan Asrama PYI Halim (30 anak). Didampingi oleh 2 orang pendamping di setiap lokasi, rombongan berangkat bersama-sama menuju Stasiun Kereta Cepat Halim pada pukul 06.00 WIB.
Setibanya di Stasiun Halim, rangkaian acara dibuka dengan sarapan pagi bersama serta sambutan hangat dari Kepala Stasiun Halim, Bapak Ade Iskandar. Tepat pukul 08.00 WIB, keseruan dimulai saat anak-anak menaiki Kereta Cepat Whoosh menuju Stasiun Tegalluar Summarecon di Bandung dengan waktu tempuh yang sangat singkat, yakni hanya 25 menit.

Selama perjalanan dan sesampainya di Stasiun Tegalluar, anak-anak mendapatkan edukasi perkeretaapian yang mendalam. Mereka diperkenalkan dengan berbagai keunggulan kereta cepat dibanding moda transportasi lainnya, mulai dari faktor kecepatan, kenyamanan, hingga keramahan lingkungan. Tidak hanya itu, materi edukasi juga mencakup pengenalan para petugas (crew) kereta cepat, ciri-ciri seragam resmi mereka, hingga pembagian tugas masing-masing kru di lapangan.
Acara di Stasiun Tegalluar berlangsung interaktif hingga pukul 12.00 WIB, diisi dengan sambutan dari Kepala Stasiun Tegalluar beserta Manager Keuangan Kereta Cepat, sesi edukasi, kuis berhadiah, dan pembagian doorprize. Setelah melaksanakan ibadah shalat dan makan siang bersama, seluruh rombongan bertolak kembali ke Jakarta pada pukul 14.25 WIB menggunakan Kereta Cepat Whoosh menuju Stasiun Halim.
Petugas PYI, Bapak Abi Dwi, menyampaikan rasa syukur yang mendalam atas kesempatan berharga yang diberikan kepada anak-anak binaan mereka.
“Kami mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada pihak KAI dan manajemen Kereta Cepat atas undangan serta kepeduliannya. Kegiatan KAI Edutrain ini memberikan pengalaman nyata yang luar biasa dan memotivasi anak-anak yatim kami untuk berani bermimpi besar melihat kemajuan teknologi bangsa,” ujar Pak Dwi.
Lebih lanjut, Pak Dwi juga memanfaatkan momentum ini untuk mengetuk hati masyarakat luas agar terus konsisten dalam gerakan sosial. “Melalui momen penuh kebahagiaan ini, kami juga ingin mengajak seluruh lapisan masyarakat untuk bersama-sama bersinergi dan bergerak nyata dalam memberikan dampak kebaikan yang lebih luas bagi anak-anak yatim dan dhuafa di luar sana. Pintu kolaborasi dan kepedulian selalu terbuka lebar bersama Laznas PYI,” pungkasnya.
Melalui sinergi dalam program KAI Edutrain ini, Laznas PYI berharap dapat terus berkolaborasi dengan berbagai pihak untuk menghadirkan program-program edukatif yang mampu membuka cakrawala berpikir anak-anak yatim dan dhuafa di Indonesia.
Tentang Laznas PYI (Panti Yatim Indonesia): Laznas PYI adalah Lembaga Amil Zakat Nasional yang berfokus pada pengelolaan zakat, infak, sedekah, dan wakaf guna mendukung kemandirian, pendidikan, serta kesejahteraan anak-anak yatim dan dhuafa di seluruh Indonesia. [ ]
Dok foto: Laznas PYI












