BERITAUNGGULAN.COM, BANDUNG — Malam-malam terakhir Ramadhan selalu menjadi momentum istimewa bagi umat muslim yang ingin meraih keutamaan Lailatul Qadar. Di antara mereka, para jemaah yang memilih untuk beri’tikaf di masjid wakaf Daarut Tauhiid, baik di Gerlong Girang, Kota Bandung, maupun di Eco Pesantren, Cigugur, Parongpong, merasakan pengalaman spiritual yang tak terlupakan.
Selama sepuluh hari terakhir Ramadhan, para jemaah menyibukkan diri dengan ibadah. Mulai dari salat malam, tilawah Al-Quran, zikir, hingga kajian-kajian keislaman. Suasana masjid yang nyaman dan penuh ketenangan membuat mereka semakin khusyuk dalam mendekatkan diri kepada Allah.
“Saya sangat terkesan dengan pengelolaan masjid ini. Semua fasilitas tersedia dengan baik, dari tempat wudu yang bersih, konsumsi yang cukup, hingga pengaturan jadwal ibadah yang tertib,” ujar Anton, salah seorang jemaah i’tikaf di Masjid Daarut Tauhiid Gerlong Girang.
Hal senada disampaikan oleh Leni, jemaah lainnya yang beri’tikaf di Masjid Eco Pesantren. “Saya bersyukur bisa beri’tikaf di masjid ini. Suasananya sangat mendukung untuk beribadah, dan pengelolaannya pun luar biasa. Semua ini berkat wakaf dari umat yang dikelola dengan baik oleh Daarut Tauhiid,” katanya.
Namun, di balik kebahagiaan mendapatkan pengalaman spiritual yang mendalam, ada perasaan haru yang menyelimuti hati mereka saat hari terakhir i’tikaf tiba. Kebersamaan selama sepuluh hari terasa begitu berharga, hingga perpisahan menjadi momen penuh dengan doa dan harapan.
“Rasanya sedih harus berpisah dengan suasana ini. Saya berharap Allah memberikan kesempatan dan umur panjang agar tahun depan bisa kembali i’tikaf di sini,” kata Ridwan, jemaah asal Cimahi.
Bagi mereka, i’tikaf ini adalah sebentuk perjalanan spiritual yang mendekatkan hati kepada Allah dan mempererat ukhuwah islamiyah. Mereka pun berharap semakin banyak umat yang bisa merasakan keberkahan i’tikaf di masjid-masjid wakaf Daarut Tauhiid pada tahun-tahun mendatang. (Cahya) [ ]
Dok foto: Daarut Tauhiid
