BERITAUNGGULAN.COM, JAKARTA — Publik ramai memperbincangkan respons pemerintah atas demonstrasi yang sempat menegangkan situasi di Tanah Air. Beragam pernyataan dilontarkan para pejabat, tanpa pernah benar-benar mereka rasakan apakah ucapannya relevan dan dibutuhkan rakyat atau tidak. Namun, di tengah hiruk pikuk itu, kita tidak boleh melupakan sosok Affan Kurniawan pengemudi ojol yang energi progresifnya begitu kuat, inspirasinya begitu membekas.
Affan Kurniawan, pemuda kelahiran 2004 asal Tanjung Karang, Lampung, kini menjadi simbol inspirasi dan persatuan. Kepergiannya justru menyatukan semangat para pengemudi ojek online. Meski hidup dan mimpinya terhenti tragis setelah mobil aparat melindas tubuhnya, kematian Affan memantik energi rakyat untuk menuntut tata kelola negara yang beradab, adil, dan bersatu.
Affan adalah anak muda pekerja keras. Ia mungkin tak mengenal kisah Nabi Daud AS, tetapi setiap kali rasa lapar datang dan ibunya, Erlina, tidak memiliki makanan di rumah, Affan memilih menarik gas motor, kembali bekerja sebagai pengemudi ojek online, mencari rezeki yang halal.
Affan tidak pernah meminta-minta. Ia tidak berpikir untuk melakukan tindakan yang tidak pantas. Ia memilih bekerja untuk bisa makan dengan cara yang bermartabat. Itulah yang membuatnya luar biasa.
Pemuda Tekun yang Menjadi Teladan
Majalah Tempo menulis laporan yang menyentuh tentang Affan: “Nyaris tak ada tanggal merah dalam hidup Affan.”
Itu menunjukkan betapa tekunnya ia. Setiap hari, Affan hanya beristirahat sejenak di siang atau sore hari, lalu kembali ke jalan hingga malam.
Muri (50), pemilik kontrakan yang disewa Affan, mengatakan, “Orangnya tidak aneh-aneh, hanya kerja untuk membantu keluarganya.”
Dua alasan utama mendorong ketekunan Affan. Pertama, ia ingin membantu adiknya yang masih SMP. Kedua, seperti disampaikan ayahnya, Zulkifli, Affan menabung dengan cita-cita membeli tanah di kampung halaman.
Sang ayah juga menegaskan, Affan tidak pernah mengeluh. Ia rela bekerja siang dan malam demi membahagiakan ibu dan keluarganya.
Pelajaran Berharga untuk Anak Muda Indonesia
Peristiwa kematian Affan meninggalkan duka mendalam, namun juga membawa pesan penting bagi anak muda di seluruh negeri.
Selama ini banyak orang sibuk mencari citra, berbeda dengan Affan. Ia hanyalah wong cilik yang tetap bekerja di tengah demonstrasi. Namun, kematiannya menyadarkan banyak orang bahwa menjadi pejuang keluarga adalah bentuk perjuangan yang luar biasa.
Saat jenazah Affan akan dimakamkan, ribuan pengemudi ojek online berjaket hijau memadati rumah duka dan turut mengantarnya ke TPU Karet Bivak, Jakarta Pusat. Adegan itu membuat banyak orang merinding.
Sebagian bertanya-tanya, amalan apa yang dimiliki Affan hingga dimuliakan seperti itu saat wafat. Affan adalah pejuang keluarga yang tanpa disadari menggerakkan perlawanan rakyat atas ketidakadilan.
Affan telah Allah pilih menjadi pemuda yang menginspirasi. Ia tidak memiliki gelar ataupun jabatan. Namun, perjalanan hidupnya luar biasa dan penuh makna.
Demikianlah kuasa Allah SWT, Maha Pencipta, Maha Mengatur segalanya. Melalui peristiwa Affan, kita diingatkan kembali bahwa manusia bukanlah siapa-siapa. Namun, jika keberadaan kita berarti, meski hanya untuk keluarga, boleh jadi Allah berkehendak memberikan ridha-Nya.
Dan, adakah yang lebih mulia daripada mendapatkan ridha Allah SWT?
Mas Imam Nawawi











