Kolaborasi untuk Aksesibilitas: Sasaka Luncurkan Bridge Innovation Space dan Akademi Jembatan

BERITAUNGGULAN.COM, BANDUNG  — Momentum menjelang akhir tahun dibuat oleh Sasaka Indonesia, dimana secara resmi telah meluncurkan dua inisiatif strategisnya, Bridge Innovation Space (BIS) dan Akademi Jembatan Sasaka, dalam gelaran Catalyst Impact Forum 2025 di Grand Pasundan Hotel, Bandung , (3/12/2025).  Dan ini menjadi tonggak penting dalam upaya mempercepat solusi aksesibilitas desa di Indonesia melalui teknologi modular dan penguatan kapasitas masyarakat.

Catalyst Impact Forum 2025 menjadi ruang pertemuan multipihak—mulai dari pemerintah, NGO, akademisi, hingga sektor korporasi—yang selaras dengan visi Sasaka untuk memperkuat kolaborasi nasional dalam pembangunan infrastruktur sosial.

Sasaka sebagai Akselerator Solusi Aksesibilitas

Hadi Supriyadi, Global Advocacy and Partnership Sasaka Indonesia, dalam sesi public expose di forum tersebut,  menegaskan peran Sasaka dalam mempercepat penyelesaian tantangan aksesibilitas di wilayah terpencil.
“Sasaka juga berposisi sebagai akselerator yang berfungsi untuk mempercepat isu aksesibilitas ini,” tegas Hadi.

Peluncuran BIS dan Akademi Jembatan menjadi bukti nyata strategi akseleratif tersebut—menghubungkan inovasi teknis dengan penguatan masyarakat lokal sebagai aktor utama pembangunan.

Bridge Innovation Space: Teknologi Modular yang Memangkas Waktu Pembangunan Drastis

Bridge Innovation Space diperkenalkan sebagai pusat pabrikasi jembatan modular yang berlokasi di Bandung. Teknologi ini memungkinkan jembatan desa dibangun jauh lebih cepat dibandingkan metode konvensional. Selain mempersingkat waktu konstruksi, BIS mengembangkan desain jembatan yang:

-lebih ringan namun kuat,

-lebih presisi karena dirakit di lingkungan terkontrol,

-lebih aman melalui standar inspeksi yang konsisten,

-dan dapat diproduksi secara masif untuk menjangkau lebih banyak desa.

Hadi menjelaskan bagaimana inovasi ini sudah teruji di lapangan, “yang mana setidaknya ada 4 poin yang menjadi inovasi. Pertama, kita punya Bridge Innovation Space, pabrikasi modular yang berpusat di Bandung. Kita sudah uji kemarin dengan pembangunan di Banten bersama BSI Maslahat dan Bakrie Amanah.”

“Awalnya pembangunan jembatan itu harus on site di lapangan selama 30–60 hari. Dengan pabrikasi ini kita bisa pangkas waktunya—pabrikasi hanya 2 minggu, pemasangan di lokasi hanya 5 hari. Bisa membuat pembangunan lebih efektif, efisien, lebih cepat, dan bisa diduplikasi,” lanjutnya.

Modularisasi ini tidak hanya mempercepat pembangunan, tetapi juga membuka peluang replikasi di ratusan titik desa yang membutuhkan jembatan pejalan kaki yang aman dan presisi.

Akademi Jembatan Sasaka: Mencetak Ahli Jembatan dari Komunitas Lokal
Masih dalam rangkaian Catalyst Impact Forum 2025, Sasaka juga meresmikan Akademi Jembatan, pusat pelatihan yang tidak hanya fokus pada aspek teknis pembangunan jembatan, tetapi juga pada:

-keselamatan kerja,

-manajemen proyek berbasis komunitas,

-teknologi konstruksi modular,

-serta pelatihan kepemimpinan lokal.

Akademi Jembatan dirancang sebagai ruang belajar berjenjang, tempat masyarakat lokal, mahasiswa teknik, relawan, dan mitra dapat memperoleh sertifikasi keterampilan yang sesuai dengan standar pembangunan jembatan yang aman dan modern.

Hadi menambahkan:
“Di tahun ini kita juga akan mulai Akademi Jembatan, yang insyaAllah dikesempatan kali ini kita akan launching bersama-sama. Akademi Jembatan ini akan melahirkan ahli-ahli jembatan melalui pelatihan-pelatihan, yang mana masyarakat lokal bisa dilibatkan.”

Pelibatan warga lokal adalah kunci agar pembangunan tidak hanya selesai, tetapi terpelihara jangka panjang berkat partisipasi dan kompetensi yang ditumbuhkan melalui Akademi.

Menjawab Tantangan Akses hingga 300.000 Jembatan
Peluncuran BIS dan Akademi Jembatan ini hadir pada momentum yang tepat, seiring deklarasi nasional mengenai kebutuhan besar jembatan desa dan target pembangunan hingga ratusan ribu unit di berbagai wilayah Indonesia.

Dengan teknologi modular dan penguatan SDM lokal, Sasaka mengambil peran strategis dalam mendukung agenda nasional serta memastikan bahwa pembangunan terlaksana secara aman, cepat, dan berbasis komunitas.

Komaludin, Direktur Sasaka Indonesia, menegaskan komitmen tersebut:
“Tantangan pembangunan jembatan desa hari ini bukan hanya soal memenuhi target angka, tetapi memastikan bahwa setiap warga negara—di mana pun mereka tinggal—memiliki hak yang sama atas akses yang aman dan layak. Melalui BIS dan Akademi Jembatan, Sasaka berupaya menghadirkan model yang skalabel dan berkelanjutan, sehingga pembangunan jembatan dapat dilakukan lebih cepat, lebih aman, dan menjangkau lebih banyak wilayah yang selama ini terisolasi.”

Komaludin juga menambahkan bahwa kehadiran dua inovasi baru ini merupakan langkah strategis Sasaka dalam memperkuat kolaborasi dengan pemerintah, NGO, filantropi, dan sektor akademik untuk memastikan pembangunan jembatan benar-benar menjawab kebutuhan masyarakat.

Tentang Sasaka Indonesia
Sasaka Indonesia adalah lembaga program infrastruktur sosial dari Sinergi Foundation yang berfokus pada pembangunan jembatan desa untuk membuka akses pendidikan, kesehatan, ekonomi, dan mobilitas masyarakat.

Melalui Bridge Innovation Space dan Akademi Jembatan Sasaka, Sasaka menguatkan ekosistem inovasi dan pemberdayaan yang mempercepat terwujudnya aksesibilitas yang berkeadilan bagi seluruh warga Indonesia. [ ]

Contac Sasaka:
info@sasaka.or.id
www.sasaka.or.id
Instagram: Sasaka_Indonesia
Linkedin: Sasaka Indonesia
Youtube: Sasaka Indonesia
WA: +62813-2155-2632

Dok foto: Sasaka Indonesia