BERITAUNGGULAN.COM, PASER — Cahaya dakwah Qur’ani terus menyala di pelosok Kalimantan Timur. Kali ini, semangat itu tampak dalam langkah nyata Lembaga Amil Zakat Nasional (LAZNAS) Baitul Maal Hidayatullah (BMH) Kaltim yang tengah menyiapkan peresmian Rumah Qur’an Ahlus Shuffah di Desa Suliliran, Kecamatan Paser Belengkong, Kabupaten Paser.
Perjalanan penuh makna ini dimulai dari Kota Balikpapan pada pagi hari, Jumat (10/10). Tim Program dan Pemberdayaan (Prodaya) BMH Kaltim bersama Kepala Perwakilan, H. M. Rofiq, S.Sos., M.Si., melakukan kunjungan lapangan untuk memantau langsung progres pembangunan rumah Qur’an yang menjadi simbol dakwah dan pendidikan Islam di daerah pedalaman tersebut.
Perjalanan panjang itu memakan waktu sekitar enam jam, diawali dengan penyeberangan feri selama 1,5 jam dari Balikpapan menuju Kabupaten Penajam Paser Utara. Dari sana, perjalanan darat dilanjutkan sejauh kurang lebih 200 kilometer menuju Desa Suliliran—sebuah kawasan indah di tepian sungai yang dikelilingi pepohonan hijau dan hamparan sawah yang menenangkan.
“Setibanya di lokasi, tim disambut hangat oleh para pengajar dan warga sekitar. Alhamdulillah, perjalanan berjalan lancar dan penuh pengalaman berharga,” ujar Achmad Rifa’i, Kepala Divisi Prodaya BMH Kaltim.
Progres Pembangunan Hampir Rampung
Dalam kunjungan ini, tim melakukan peninjauan menyeluruh terhadap progres pembangunan yang telah mencapai 90 persen. Sejak dimulai pada Mei 2025, pembangunan Rumah Qur’an Ahlus Shuffah telah melalui berbagai tahapan—mulai dari pondasi, struktur utama, hingga kini memasuki tahap akhir: pemasangan plafon, pengecatan dinding, pemasangan daun pintu, serta pembangunan jembatan kecil yang menghubungkan kompleks utama dengan area sekitarnya.
“Insya Allah, seluruh proses pembangunan ditargetkan tuntas pada 20 Oktober 2025. Kami juga sedang menyiapkan acara launching dan serah terima bangunan pada akhir bulan Oktober. Kami berharap masyarakat dapat turut hadir, berpartisipasi, dan memeriahkan momentum bersejarah ini,” imbuh Rifa’i penuh semangat.
Cahaya Qur’an di Pelosok Negeri
Rumah Qur’an Ahlus Shuffah di Desa Suliliran bukan sekadar bangunan fisik, tetapi menjadi simbol harapan dan kebangkitan spiritual masyarakat setempat. Di tempat ini, anak-anak dan remaja akan belajar membaca dan menghafal Al-Qur’an, sementara para pengajar akan membimbing mereka menanamkan nilai-nilai Islam yang rahmatan lil ‘alamin.
Kehadiran rumah Qur’an ini diharapkan menjadi pusat kegiatan keagamaan yang aktif—mulai dari kajian rutin, pelatihan tajwid, hingga penguatan karakter santri berbasis Qur’an. Selain itu, bangunan ini juga menjadi ruang berkumpul masyarakat untuk mempererat ukhuwah dan memperkuat kehidupan sosial berbasis nilai-nilai keislaman.
“Ini adalah hasil gotong royong kebaikan. Antara donatur, masyarakat, dan BMH bersinergi untuk menghadirkan tempat belajar Al-Qur’an yang representatif di daerah yang selama ini jauh dari pusat dakwah,” ujar H. M. Rofiq.
Investasi Amal Jariyah yang Tak Pernah Putus
Pembangunan Rumah Qur’an Ahlus Shuffah menjadi wujud nyata dari investasi amal jariyah yang manfaatnya akan terus mengalir tanpa henti. Setiap huruf yang dibaca dan dihafal para santri akan menjadi pahala bagi semua pihak yang terlibat dalam proses pembangunan ini.
Dengan adanya Rumah Qur’an di Desa Suliliran, BMH Kaltim ingin memastikan bahwa dakwah Qur’an tak hanya tumbuh di kota, tetapi juga berakar kuat hingga ke pelosok desa. Sebuah langkah kecil, namun berdampak besar—menyalakan lentera ilmu dan iman di tengah masyarakat yang haus akan bimbingan spiritual.
“Kami percaya, dari rumah sederhana di tepi sungai ini akan lahir generasi Qur’ani yang membawa keberkahan untuk Kalimantan Timur dan Indonesia,” tutup Rifa’i dengan penuh harap.
Rumah Qur’an Ahlus Shuffah adalah bukti bahwa dakwah tak mengenal batas jarak. Dengan tekad, doa, dan dukungan para dermawan, cahaya Al-Qur’an terus menyinari pelosok negeri. */Herim












