LSP Unisba Gelar RCC, Perbarui Kompetensi Asesor untuk Jaga Mutu

BERITAUNGGULAN.COM, BANDUNG — Dalam rangka menyegarkan kompetensi asesor dan memastikan proses asesmen serta sertifikasi tetap sesuai dengan perkembangan standar dan praktik profesional, Lembaga Sertifikasi Profesi Universitas Islam Bandung (LSP Unisba) menggelar Recognition of Current Competency (RCC) atau pengakuan kompetensi terkini bagi asesor kompetensi di Hotel Savoy Homann, Selasa–Rabu (13–14/10/2026).

 

Kegiatan yang diikuti 16 peserta ini dibuka oleh Rektor Unisba, Prof. Ir. A. Harits Nu’man, M.T., Ph.D., IPU., ASEAN Eng. Dalam sambutannya, ia menekankan pentingnya RCC sebagai upaya memperbarui kompetensi, memvalidasi kemampuan asesor, serta mengikuti perkembangan regulasi dan materi uji kompetensi.

Menurutnya, asesor perlu menjaga profesionalisme, validitas, dan objektivitas dalam setiap proses asesmen. Pemutakhiran materi uji kompetensi juga menjadi perhatian, termasuk penyesuaian terhadap perkembangan kurikulum dan kebutuhan kompetensi di era kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI).

 

“Yang paling utama adalah menjaga validitas dan objektivitas kita sebagai asesor kompetensi. Materi uji kompetensi juga harus ditingkatkan dan disesuaikan dengan perkembangan terbaru,” ujarnya.

 

Rektor juga mengajak para peserta untuk mengikuti kegiatan dengan serius dan terbuka terhadap pembelajaran. Ia mengingatkan agar seluruh peserta menanggalkan sementara atribut jabatan masing-masing dan berfokus pada proses peningkatan kompetensi.

 

Sementara itu, Kepala LSP Unisba, Dr. Ani Yuningsih, M.Si., menyampaikan bahwa RCC bukan sekadar pengulangan materi, melainkan upaya memastikan asesor tetap memiliki kompetensi yang relevan dengan perkembangan profesinya.

 

Ia menjelaskan, perkembangan standar kompetensi dan praktik profesional di dunia industri, dunia usaha, dan dunia kerja (IDUKA) perlu menjadi perhatian asesor dalam menyusun materi uji kompetensi (MUK). Dengan demikian, instrumen asesmen, studi kasus, dan praktik yang digunakan dapat mencerminkan kebutuhan serta tantangan terkini di lapangan.

 

“Best practice dari para praktisi terus berkembang dan harus kita ikuti. Karena itu, materi uji kompetensi perlu disesuaikan agar contoh kasus, kajian, dan instrumennya semakin relevan dengan perkembangan terbaru,” ungkapnya.

 

Dr. Ani menambahkan, penguatan kompetensi asesor turut mendukung upaya Unisba dalam mengukur ketercapaian kompetensi lulusan. Sertifikasi dan uji kompetensi menjadi salah satu instrumen untuk mengevaluasi penerapan kurikulum berbasis Outcome-Based Education (OBE) serta mendukung pencapaian tujuan program studi.

 

Selama dua hari, peserta mengikuti rangkaian kegiatan yang meliputi kebijakan sistem sertifikasi kompetensi, peningkatan kompetensi asesmen, perencanaan aktivitas dan proses asesmen, pelaksanaan asesmen, serta peninjauan kelengkapan dokumen asesmen. Kegiatan didampingi oleh master asesor dari Badan Nasional Sertifikasi Profesi (BNSP). [ ]

Dok foto: Unisba