Masjid Al-Latief, Pelita Umat dari Langford, Perth

BERITAUNGGULAN.COM, LANGFORD — Barada di kawasan Langford, berdiri sebuah bangunan yang kini menjadi pusat spiritual dan pendidikan bagi komunitas muslim Indonesia di Perth: Masjid Al-Latief Daarut Tauhiid. Dulunya gereja, kini bangunan itu menjelma menjadi rumah cahaya yang tak hanya menampung doa dalam salat, tapi juga menumbuhkan generasi pecinta Al-Quran dari berbagai latar belakang.

Salah satu inisiatif yang lahir dari masjid ini adalah Baitul Quran Australia, cikal bakalnya berasal dari percakapan ringan para ibu selepas salat. Mereka menginginkan tempat mengaji bagi anak-anak yang mudah diakses dan menggunakan bahasa Inggris, terutama bagi keluarga campuran atau yang tumbuh dalam masyarakat multikultural Australia.

Dari keresahan sederhana itu, lahirlah kelas hafalan Al-Quran yang dipandu oleh Syekh Ahmad. Seiring meningkatnya antusiasme, kelas iqro dan tahsin pun menyusul. Melihat potensi dan semangat yang terus berkembang, Ustadz Yani, salah satu pengurus masjid, menghubungi Baitul Quran Bandung untuk meminta izin penggunaan nama. Izin dikabulkan, dan lahirlah Baitul Quran Australia secara resmi.

Kini, lebih dari 60 santri dari Indonesia, Malaysia, Pakistan, hingga Palestina belajar di bawah bimbingan 15 pengajar relawan, dengan pendekatan interaktif namun tetap menjaga adab, menyesuaikan dengan budaya Australia yang terbuka.

“Harapannya, lahir generasi penghafal yang tidak hanya hafal, tapi juga memahami dan mengamalkan Al-Quran serta menjadi duta Islam yang baik,” ujar Husna, salah seorang pengurus program.

Namun, seiring pertumbuhan aktivitas keislaman dan jumlah jemaah, keterbatasan ruang menjadi tantangan baru. Maka, inisiatif Wakaf Perluasan Masjid Al-Latief Daarut Tauhiid pun diluncurkan. Program ini bukan hanya tentang menambah luas bangunan, melainkan memperluas manfaat dan keberkahan.

Setiap jengkal perluasan masjid diharapkan menjadi ruang baru untuk ilmu, doa, dan perjumpaan yang bermakna. Dari Langford, cahaya Al-Quran menyala dari ruang sederhana, dari hati-hati yang ingin terus menyalakannya. Sebuah bukti bahwa Islam bisa tumbuh di mana pun, selama ada tekad untuk terus memberi manfaat. (Cahya)