BERITAUNGGULAN.COM, CISARUA — Gemuruh tanah longsor yang mengguncang Kampung Babakan, Desa Pasirlangu, Kecamatan Cisarua, Kabupaten Bogor, meninggalkan duka mendalam sekaligus tantangan berat bagi upaya penyelamatan. Tumpukan lumpur, bebatuan, dan batang kayu menutup akses jalan serta mengubur sejumlah rumah warga. Di tengah kondisi medan yang sulit dan cuaca yang tak menentu, relawan gabungan dari SAR Hidayatullah, Basarnas, serta unsur SAR lainnya terus berjibaku melakukan evakuasi korban dan pencarian penyintas.
Di balik kerja heroik para petugas yang berjaga hampir tanpa henti, terdapat peran vital yang kerap luput dari sorotan: dapur umum. Baitul Maal Hidayatullah (BMH) Perwakilan Jawa Barat hadir dengan mendirikan dapur umum di sekitar titik bencana. Keberadaannya menjadi penopang utama stamina relawan sekaligus penyambung harapan bagi para penyintas yang bertahan di pengungsian.
Dapur umum tersebut berfungsi layaknya “jantung logistik” di kawasan terdampak. Dari sinilah makanan siap saji didistribusikan secara teratur kepada relawan dan warga terdampak, memastikan kebutuhan dasar tetap terpenuhi meski aktivitas evakuasi berlangsung dalam situasi darurat. Asap dari tungku dapur dan aroma masakan hangat menjadi penanda kehidupan di tengah kepungan lumpur dan duka.
Kehadiran dapur umum ini juga merupakan manifestasi nyata dari dana zakat, infak, dan sedekah yang dititipkan masyarakat melalui BMH. Di lokasi bencana, setiap rupiah amanah umat menjelma menjadi energi yang menggerakkan tangan-tangan relawan untuk terus menggali lumpur, sekaligus menjadi penguat fisik dan mental warga yang kehilangan rumah serta harta benda.
Pak Dede, salah seorang pengungsi yang bertahan di tenda darurat bersama Pak Hae dan Ibu Eli, mengungkapkan betapa berartinya bantuan pangan yang mereka terima. Dalam kondisi serba tidak pasti, kepastian adanya makanan hangat menjadi sumber ketenangan tersendiri. “Di situasi seperti ini, makan bersama itu rasanya seperti diberi kekuatan baru,” ujarnya lirih.
Titik Temu Sinergi Berbagai Lembaga
Lebih dari sekadar pusat distribusi logistik, dapur umum BMH juga menjadi titik temu sinergi berbagai lembaga kemanusiaan. Di lokasi, Ketua Dapur Umum, Iwan Setiawan, mengoordinasikan penyaluran makanan bersama relawan lintas lembaga. Di antaranya Dini Endah dari Relawan Darul Qur’an, Iyan dari Relawan Darul Hikam, serta Fakhru dari Relawan Alhilal. Kolaborasi ini memastikan bantuan tersalurkan tepat sasaran dan merata, tanpa tumpang tindih.
Kadiv Prodaya BMH Jawa Barat, Yusef Suhendar, turut memantau langsung jalannya operasional dapur umum dan proses distribusi logistik. Kehadirannya menegaskan bahwa kecepatan dan ketepatan respons kemanusiaan hanya dapat terwujud berkat kesiapsiagaan dana umat yang dikelola secara amanah dan profesional.
“Saat bencana datang, setiap detik sangat berharga. Dukungan logistik yang konsisten adalah kunci agar proses evakuasi dan pencarian tidak terhenti. Kami berupaya memastikan amanah para donatur benar-benar berada di garda terdepan dalam membasuh luka dan menguatkan saudara-saudara kita di Pasirlangu,” ujar Yusef di sela-sela kesibukan koordinasi lapangan.
Sinergi yang terbangun di tengah lumpur dan puing-puing ini menjadi pengingat kuat bahwa kedermawanan publik adalah instrumen paling efektif dalam merespons bencana. Bukan hanya meringankan beban korban secara langsung, tetapi juga menjaga keberlanjutan upaya penyelamatan hingga fase tanggap darurat terlewati./Herim












