BERITAUNGGULAN.COM, BANDUNG — Dalam rangka memperingati World Mental Health Day 2026, Unit Layanan Psikologi Terpadu (ULPT) Universitas Islam Bandung (Unisba) menghadirkan kegiatan bertajuk “Take a Moment, Care for Your Mind”. Kegiatan ini bertujuan meningkatkan kesadaran akan pentingnya kesehatan mental sekaligus mempermudah akses layanan psikologis bagi sivitas akademika Unisba.
Kegiatan ini juga sejalan dengan semangat Kampus Berdampak, yaitu menghadirkan manfaat nyata bagi sivitas akademika melalui layanan yang mendukung kesejahteraan psikologis. Selain itu, program ini mendukung sekaligus berkontribusi terhadap pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs).
Melalui Booth Mental Health yang berlangsung pada 5–9 Oktober 2026 di sejumlah lokasi kampus, ULPT menyediakan berbagai kegiatan, seperti Voice of Hope, Psychological First Aid, Spin Wheels, Photobooth: Take & Leave Back, serta layanan Drive Thru Konseling gratis.
Kepala ULPT Unisba, Andhita Nurul Khasanah, S.Psi., M.Psi., Psikolog, menjelaskan bahwa kegiatan ini merupakan upaya ULPT untuk meningkatkan kesadaran kesehatan mental dan mendekatkan layanan psikologis kepada sivitas akademika.

Menurutnya, kehadiran booth di berbagai gedung perkuliahan merupakan bentuk pendekatan langsung agar mahasiswa, dosen, dan tenaga kependidikan lebih mudah mengakses layanan psikologis. “Ketika kami datang langsung, ternyata mereka sebetulnya membutuhkan layanan, hanya saja waktunya tidak cukup,” ujarnya.
Berdasarkan rekapitulasi daftar hadir, pengunjung booth mencapai puluhan orang setiap harinya. Tingginya kebutuhan tersebut menjadi evaluasi bagi ULPT untuk mengembangkan layanan ke depannya, termasuk mempertimbangkan penambahan waktu layanan dan pendaftaran konseling lebih awal.
Sebagai rangkaian lanjutan, ULPT UNISBA akan menghadirkan program D’DIS (Deep Dive Into Self) pada minggu ketiga dan keempat Oktober 2026. Program ini terdiri atas delapan kelas tematik yang membahas isu keseharian, seperti trauma, standar sosial media, relasi interpersonal, dan overthinking.
Kegiatan akan dikemas dalam bentuk sharing session dan mini workshop bersama psikolog, dengan konsep Pay As You Wish atau pembayaran sukarela sesuai kemampuan peserta.
Andhita berharap kegiatan ini dapat membantu mengurangi stigma terhadap konseling dan mendorong sivitas akademika untuk lebih berani mencari bantuan ketika menghadapi kesulitan.
“Harus berani untuk mencari bantuan, karena bantuannya sudah bisa diakses di kampus. Tinggal kita melangkah untuk mencoba merawat kesehatan mental diri sendiri,” pesannya. [ ]
Dok foto: Unisba












