BERITAUNGGULAN.COM, ANYER – Sabtu (03/01/2026) Menemukan kedamaian di balik Gerbang Tua, Pesona Magis Pantai Green Garden Lama. Bagi banyak orang, Anyer mungkin terdengar seperti destinasi yang sudah “biasa”. Namun, di balik hiruk-pikuk jalur utama Cikoneng, terdapat sebuah rahasia yang baru saja terbangun dari tidurnya. Masyarakat Banten dan para pemburu senja kini sedang membicarakan satu titik koordinat yang unik: Pantai Green Garden Lama. Destinasi ini bukan sekadar pantai biasa, melainkan sebuah anomali keindahan yang sering disebut sebagai “Danau di Pinggir Laut”.
Keunikan yang Menipu Mata Apa yang membuat Green Garden Lama begitu istimewa dibandingkan belasan pantai lain di pesisir Anyer? Jawabannya terletak pada palet warnanya. Jika pantai umumnya identik dengan biru pekat atau cokelat pasir, air laut di sini memiliki gradasi biru kehijauan yang sangat jernih dan tenang, persis seperti suasana danau-danau pegunungan yang asri.
Dahulu, lokasi ini merupakan sebuah resort megah. Meski aktivitas resort telah berpindah lokasi, sisa-sisa estetika arsitektur masa lalu justru memberikan kesan vintage dan melankolis yang sangat disukai generasi milenial dan Gen Z. Pintu gerbangnya yang terletak tepat di depan SPBU Cikoneng mungkin terlihat bersahaja dan “tidak meyakinkan” dari pinggir jalan raya. Namun, begitu Anda melangkah masuk sekitar 100 meter, pemandangan yang menyambut akan membuat siapa pun terperangah.
Surga Fotografi dan Santai Sejenak Bagi Anda yang gemar berswafoto, setiap sudut tempat ini adalah studio alam. Ada deretan kapal nelayan yang bersandar rapi bak dermaga di Eropa, hingga gugusan bebatuan ikonik yang sangat estetik untuk dijadikan latar belakang foto Instagram Anda. Untuk menikmati ini semua, Anda tidak perlu merogoh kocek dalam-dalam. Cukup membayar biaya parkir sebesar Rp10.000 untuk motor atau Rp25.000 untuk mobil, gerbang “surga” ini sudah terbuka lebar.
Bagi yang ingin berlama-lama menghirup aroma garam dan angin sepoi, tersedia saung atau gazebo yang disewakan seharga Rp50.000. Bayangkan duduk santai di sana sambil menikmati seafood segar dari warung-warung lokal di sekitar pantai, tanpa harus khawatir dengan hiruk-pikuk kendaraan kota.
Petualangan bagi Sang Backpacker Menuju ke sini pun sangat ramah di kantong, terutama bagi para backpacker. Rutenya sangat ikonik: naik KRL Commuterline dari Tanah Abang menuju Rangkasbitung (Rp6.000), dilanjut kereta lokal ke arah Merak dan turun di Stasiun Krenceng (Rp3.000). Dari sana, Anda cukup naik angkot jurusan Anyer (Rp15.000) dan turun tepat di depan SPBU Cikoneng.
Bagi pecinta alam sejati, Green Garden Lama juga menyediakan camping ground. Dengan biaya Rp100.000 per tenda, Anda bisa merasakan sensasi bermalam di bawah bintang-bintang dengan suara ombak yang tenang sebagai pengantar tidur. Green Garden Lama adalah bukti bahwa keindahan luar biasa tidak selalu harus mahal atau berada jauh di pelosok. Ia ada di sana, tersembunyi dengan tenang, menunggu untuk Anda temukan kembali. (red.djaddie)












