PKK RW 021 Desa Cimekar Dapat Pendampingan Pencegahan Stroke dari FK Unisba dan RS Al Islam Bandung

BERITAUNGGULAN.COM, BANDUNG Puluhan ibu-ibu PKK dan warga lansia RW 021 Desa Cimekar, Kecamatan Cileunyi, Kabupaten Bandung, tampak antusias mengikuti kegiatan edukasi kesehatan dan deteksi dini faktor risiko stroke yang digelar oleh Fakultas Kedokteran Universitas Islam Bandung (UNISBA) bekerja sama dengan RS Al Islam Bandung.

Program ini merupakan bagian dari Bakti Sosial Pemberdayaan Masyarakat berbasis kemitraan yang diketuai oleh dr. Mia Kusmiati, MPd.Ked.,PhD, dengan tim pengabdi dua orang dokter spesialis Neurologi RS Al Islam, dr. Nuri Amalia, SpN dan dr. Roslaini, SpN., serta 4 orang mahasiswa Fakultas kedokteran Unisba (Kavin Abdurrahiem, Faadhila Amalia, Raja Syafa Rexana, Avicenna Mujtahid).

Kegiatan PKM ini difokuskan pada peningkatan pengetahuan dan kemampuan warga dalam mencegah stroke sejak dini serta pemeriksaan medical check up sebagai upaya deteksi dini risiko penyakit Stroke.

Kegiatan yang diinisiasi Unit Program Pengabdian kepada Masyarakat (UPPM) FK Unisba ini dilatarbelakangi temuan bahwa beberapa warga RW 021 sebelumnya mengalami serangan stroke. Kondisi tersebut mendorong perlunya edukasi terarah, terutama bagi kelompok ibu-ibu PKK yang berperan penting sebagai penggerak kesehatan keluarga.

Peningkatan Pengetahuan Warga

Pada kegiatan awal, tim pengabdian melakukan pre-test untuk mengukur pemahaman warga mengenai tanda, gejala, dan risiko stroke. Hasilnya, tingkat pengetahuan peserta meningkat setelah mendapatkan materi edukasi, dengan selisih skor post-test yang menunjukan efektivitas penyuluhan.

Edukasi inti diberikan oleh tim dosen dan tenaga kesehatan, salah satunya oleh dr. Roslaini, Sp.S dari RS Al Islam Bandung, yang menyampaikan materi mengenai jenis-jenis stroke, tanda kegawatan, dan langkah penanganan awal sebelum pasien dirujuk ke fasilitas kesehatan.

Mini MCU: Deteksi Dini Faktor Risiko

Selain penyuluhan, kegiatan ini juga menghadirkan Mini Medical Check Up (Mini MCU) yang meliputi pemeriksaan tekanan darah, gula darah, dan kolesterol. Hasil pemeriksaan menunjukkan sebagian besar warga memiliki kadar kolesterol tinggi dan tekanan darah yang perlu diawasi—dua faktor risiko yang paling sering memicu stroke.

“Pemeriksaan seperti ini penting agar warga mengetahui kondisi kesehatan mereka. Banyak yang tidak menyadari bahwa hipertensi dan kolesterol tinggi adalah faktor risiko utama stroke,” ujar salah satu anggota tim kesehatan.

Gerakan Posbindu Diaktifkan Kembali

Sebagai tindak lanjut, tim UPPM FK Unisba juga membantu kader PKK menyusun program Posbindu agar kegiatan pemantauan kesehatan di lingkungan RW dapat berjalan kembali secara rutin. Para kader diberikan pelatihan mengenai pola hidup sehat, penyuluhan Islami tentang menjaga kesehatan, hingga cara memotivasi warga lansia untuk berolahraga.

Ketua RW 021 Cimekar mengapresiasi program ini. Ia berharap kegiatan serupa dapat terus dilaksanakan secara berkala karena terbukti meningkatkan kesadaran dan kepedulian warga terhadap kesehatan. [ ]

Dok foto: FK Unisba