PWK FT Unisba dan Bapperida Kabupaten Bandung Sinergi Lestarikan Sejarah dan Budaya Lokal

BERITAUNGGULAN.COM, KABUPATEN BANDUNG — Kelompok 8 mahasiswa PWK  Fakultas Teknik (FT) Universitas Islam Bandung (Unisba) menorehkan kontribusi nyata dalam upaya pelestarian identitas daerah melalui kolaborasi strategis dengan pemerintah daerah.

Melalui Program Praktik Peminatan (PRAKMIN),  mahasiswa PWK Unisba menjalin kemitraan dengan Badan Perencanaan Pembangunan, Riset, dan Inovasi Daerah (BAPPERIDA) Kabupaten Bandung dalam pengembangan Program Desa Tematik Berbasis Sejarah yang dilaksanakan pada 9 Oktober 2025 hingga 14 Januari 2026.

Kolaborasi ini difokuskan pada penggalian kembali akar historis Kawasan Perkotaan Soreang (Sub BWP A) dan Katapang (Sub BWP D).

Di tengah pesatnya modernisasi sebagai ibu kota Kabupaten Bandung, keterlibatan mahasiswa diarahkan untuk memastikan bahwa pembangunan fisik yang berlangsung tetap memperhatikan dan menjaga jati diri serta nilai-nilai sejarah wilayah.

Selama kegiatan berlangsung, Kelompok 8 terjun langsung melakukan kajian perkembangan kawasan Soreang dan sekitarnya dengan mengidentifikasi elemen bangunan yang memiliki nilai historis.

Kajian tersebut mencakup penelusuran jejak infrastruktur kolonial, antara lain sisa jalur kereta api uap Bandung–Ciwidey, bangunan tempat ibadah, serta kantor pemerintahan.

Selain menghimpun data administratif, mahasiswa juga melaksanakan pemetaan spasial dan analisis kondisi fisik bangunan sebagai dasar penyusunan rekomendasi kebijakan perlindungan aset sejarah.

Sebagai bentuk kontribusi akademik yang aplikatif, mahasiswa menghasilkan dua luaran utama, yakni booklet identifikasi bangunan bernilai historis serta infografis sejarah kawasan.

Kedua luaran tersebut dirancang secara visual dan informatif sebagai media edukasi bagi masyarakat sekaligus bahan rujukan bagi pemerintah desa dalam merancang program pembangunan yang selaras dengan nilai-nilai sejarah lokal.

Bagi mahasiswa Unisba, keterlibatan langsung dengan aparatur pemerintah dan masyarakat setempat menjadi pengalaman pembelajaran yang bermakna, tidak hanya dalam penguatan kemampuan teknis perencanaan wilayah dan kota, tetapi juga dalam memahami dinamika sosial dan kultural di lapangan.

Kontribusi Kelompok 8 PWK FT Unisba ini menjadi bagian dari ikhtiar bersama dalam mempercepat perlindungan warisan sejarah di Kabupaten Bandung.

Sinergi antara pemerintah, masyarakat, dan akademisi diharapkan dapat terus terjalin guna mewujudkan pembangunan desa yang modern dan inklusif, namun tetap berakar kuat pada sejarah sebagai identitas daerah. [ ]

Dok foto: PWK FT Unisba