BERITAUNGGULAN.COM, ACEH TAMIANG — Rumah kedua yang direhabilitasi melalui program Recycle House hasil kolaborasi Baitul Maal Hidayatullah (BMH) dan Tim Hidayatullah Peduli adalah milik Kakek Nasib (75), seorang lansia warga Desa Seumadam, Aceh Tamiang.
Kakek Nasib tinggal berdua dengan sang istri yang juga telah lanjut usia, 73 tahun, dan kerap sakit-sakitan. Saat banjir mulai menggenangi wilayah tersebut pada 26 November 2025 lalu, pasangan lansia ini menjadi warga yang paling awal dievakuasi.
“Waktu itu air cepat naik. Kami khawatir banjir makin besar dan mereka tidak bisa menyelamatkan diri,” ujar Juliadi (50), tetangga Kakek Nasib.
Keputusan mengevakuasi lebih awal membuat keduanya selamat. Namun konsekuensinya, tidak satu pun harta benda yang dapat diselamatkan dari rumah mereka yang terendam banjir.
“Kasihan, beberapa hari mereka bahkan tidak sempat ganti baju. Saat bantuan pakaian datang pun, mereka tidak kebagian karena Kakek tidak bisa ke mana-mana dan tidak mau meninggalkan istrinya. Alhamdulillah, warga akhirnya berinisiatif membawakan pakaian dari bantuan yang ada,” tambah Juliadi.
Rumah Rusak Parah, Harus Mengungsi Berpindah-Pindah
Rumah Kakek Nasib termasuk kategori rusak berat akibat banjir. Bangunan kayu tersebut memang tidak hanyut, namun kerangkanya terjungkal sehingga sangat sulit untuk direhabilitasi.
“Pengerjaan rumah ini berisiko tinggi, perlu tukang yang berpengalaman karena tingkat potensi kecelakaan kerjanya cukup besar,” ujar Jamal, salah satu warga, saat berkoordinasi dengan Tim BMH.
Warga juga mendorong agar proses rehabilitasi dilakukan secepat mungkin. “Semakin cepat selesai, semakin baik. Supaya Kakek Nasib dan istrinya tidak terlalu lama tinggal di pengungsian. Kondisi kesehatan mereka rentan, jadi harus banyak tim yang terlibat,” ujar Juliadi.
Selama masa pengungsian, pasangan lansia ini telah beberapa kali berpindah tempat. Dalam beberapa hari terakhir, mereka menempati garasi rumah tetangga.
“Kalau di tenda kedinginan. Alhamdulillah bisa tinggal di garasi tetangga, ada tembok dan atap jadi lebih aman,” ungkap Kakek Nasib, yang terus berupaya menjaga kondisi kesehatan istrinya.
Dukungan Warga Percepat Implementasi Program
Program Recycle House yang diinisiasi BMH bersama Tim Hidayatullah Peduli di Desa Seumadam berjalan relatif cepat. Dalam waktu hanya dua hari, lima unit rumah berhasil dibangun.
Syamsuddin, Direktur Program dan Pendayagunaan BMH, menyebut partisipasi aktif warga menjadi faktor utama percepatan implementasi program tersebut.
“Gotong royong masyarakat sangat luar biasa. Inilah yang membuat program Recycle House bisa berjalan cepat dan efektif,” ujarnya.
Ia berharap sinergi dan kolaborasi antara relawan, warga, dan berbagai pihak dapat terus terjaga. “Semoga target rehabilitasi 100 rumah pada tahap pertama program Recycle House ini bisa terwujud dengan cepat,” pungkasnya.












