BERITAUNGGULAN.COM, KABUPATEN BANDUNG — IBS Foundation memulai rangkaian acara Santriversary dengan sukses pada hari pertama di Pondok Pesantren Tunas Quran (Rabu, 26/112025). Kegiatan ini merupakan bentuk perayaan Hari Santri Nasional yang jatuh pada 22 Oktober 2025 lalu. Melalui kolaborasi dari berbagai entitas, Santriversary hadir sebagai wadah untuk mendorong pemberdayaan dan kemandirian pangan di pondok pesantren.
Acara ini turut dihadiri oleh Riki Haryadi (Ketua Yayasan IBS Foundation) dan Faisal Hanafi (Direktur LAZ IBS Foundation). Dalam sambutannya, Riki Haryadi menyampaikan harapan dari adanya edutrip pemberdayaan santri ini agar mereka memiliki keseimbangan ilmu antara ilmu agama dan keterampilan dalam pengelolaan pangan.
“Acara ini bukan hanya sekadar acara, tapi kami berharap santri disini benar-benar berdaya, santri yang benar-benar jadi inspirasi”, ujarmya.

Adapun peserta yang hadir merupakan gabungan perwakilan santri dari 5 pondok pesantren lainnya yang ada di Kab. Bandung. Diantaranya, Pondok Indonesia Berkah, Pesantren Kampung Quran Cendikia, Daarul Maghfirah Akhwat, Pondok Khairun Amaliyah, dan Pondok Al-Furqan.
Tujuan pemberdayaan ini diwujudkan dalam bentuk workshop “Urban Farming Santripreneur” oleh Ilham M. Reza (penggerak petani gen Z dari Nusan Tani). Ilham menyampaikan terkait pentingnya program pemberdayaan pangan di pondok pesantren agar dapat menunjang kebutuhan pangan para santri.
“Harapannya ada kemandirian pangan karena pondok adalah tempat tumbuh dan belajar. Pertumbuhan itu berpengaruh dari makanan, harapannya santri dan pembina mendapatkan makanan terbaik dari hasil mereka sendiri. Setelah acara ini, harapannya juga ada follow up kegiatan, harus berkelanjutan. Sehingga, mereka bisa mengimplementasikan ilmunya, bergerak, dipantau, dan dipandu”, ujar Ilham.
Selain itu, para peserta juga diajak untuk bertani dan beternak secara langsung melalui skema pos-posan yang terdiri dari 4 pos, yaitu Sheep Station, Quack Spot, Hydro Corner, dan Root Zone.
Bagi para santri Tunas Quran, kegiatan bertani dan beternak sudah menjadi rutinitas mereka, bahkan masuk ke dalam kurikulum pembelajaran. Di sisi lain, pembina Pondok Pesantren Tunas Quran, Bunda Hartanti, juga menyebutkan bahwa dalam segi manajemen, program pemberdayaan ini sudah berjalan dengan baik.
Pondok Pesantren Tunas Quran sendiri merupakan pondok binaan IBS Foundation yang sudah melakukan pembudidayaan sayuran untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari. Langkah kecil ini menjadi bagian nyata dari kontribusi IBS Foundation terhadap SDGs.
Rangkaian Santriversary akan dilanjutkan pada tanggal 29 November 2025 yang akan menghadirkan suasana lebih santai namun tetap edukatif, melalui permainan seru, sharing session, pemberian penghargaan untuk santri berprestasi, serta penampilan musik edcoustic.
IBS Foundation berharap rangkaian acara ini tidak hanya menjadi momen perayaan, tetapi juga menjadi ruang kolaborasi dan inspirasi bagi santri serta seluruh komunitas pesantren untuk terus berkembang dan memberikan kontribusi positif bagi masyarakat dan bangsa. [ ]
Dok foto: IBS Foundation












