BERITAUNGGULAN.COM, BANTEN — Di tengah guyuran hujan yang tak henti membasahi wilayah Lebak, Banten, sebuah harapan baru mengalir di Pondok Pesantren Bany Rohman Al-Zazirah. Pada Kamis, 22 Januari 2026, Lembaga Amil Zakat Nasional (Laznas) Baitul Maal Hidayatullah (BMH) Perwakilan Banten merealisasikan bantuan berupa pembangunan sumur bor dan fasilitas Mandi, Cuci, Kakus (MCK) bagi pesantren tersebut.
Program ini menjadi jawaban atas persoalan mendasar yang selama bertahun-tahun dihadapi para santri, yakni keterbatasan akses terhadap air bersih. Pesantren Bany Rohman Al-Zazirah yang terletak di Kampung Babakan Masjid, Desa Pasar Keong, Kecamatan Cibadak, Kabupaten Lebak, selama ini bergantung pada sumber air seadanya yang jauh dari standar kelayakan.
Perjuangan Panjang Mendapatkan Air Bersih
Dalam keseharian, para santri terpaksa mengambil air dari kubangan di pinggir sawah. Selain keruh dan bercampur lumpur, air tersebut sangat rentan tercemar, terlebih saat musim hujan. Kondisi ini tentu berisiko bagi kesehatan, sekaligus menyulitkan aktivitas ibadah dan kebutuhan sanitasi harian.
Tak hanya soal kualitas air, medan yang harus ditempuh pun menjadi tantangan tersendiri. Jalanan terjal, licin, dan jarak yang cukup jauh membuat pengambilan air menjadi pekerjaan berat, khususnya bagi santri usia anak-anak.
Satu Hari Pengeboran, Harapan Baru Mengalir
Melalui dukungan dana zakat, infak, dan sedekah umat yang disalurkan lewat BMH, proses pengeboran sumur bor berhasil dilakukan dalam waktu singkat. Hanya dalam satu hari, air berhasil keluar dari dalam tanah.
Meski masih melalui tahap penjernihan awal, kehadiran sumber air bersih ini disambut penuh syukur oleh seluruh penghuni pesantren. Pekerjaan dilanjutkan dengan pembangunan fasilitas MCK, tiang penyangga toren air, serta area wudhu. Seluruh rangkaian proyek ditargetkan rampung dalam kurun waktu dua pekan ke depan.
Ungkapan Syukur dari Pengasuh dan Santri
Pengasuh Pondok Pesantren Bany Rohman Al-Zazirah, Ustadz Wawan Ridwan, tak mampu menyembunyikan rasa harunya atas bantuan tersebut.
“Alhamdulillah, saat ini kami sedang berada di musim hujan. Biasanya justru di musim seperti ini air semakin sulit karena sumbernya keruh. Dengan adanya sumur bor ini, insya Allah kami tidak khawatir lagi,” tuturnya.
Ia juga menyampaikan apresiasi dan doa terbaik kepada para donatur BMH. “Terima kasih kepada seluruh donatur. Semoga Allah membalas kebaikan ini dengan pahala yang berlipat ganda,” ucapnya.
Rasa lega juga dirasakan para santri. Nofa, salah satu santri, mengaku sangat terbantu dengan hadirnya sumur bor di lingkungan pesantren. “Sekarang nggak perlu lagi jalan jauh dan licin buat ambil air, apalagi kalau hujan,” katanya dengan wajah sumringah.
Lebih dari Sekadar Infrastruktur
Kepala Divisi Program dan Pendayagunaan (Prodaya) BMH Perwakilan Banten, Roni Hayani, menegaskan bahwa program ini bukan sekadar pembangunan fisik, melainkan bagian dari investasi spiritual jangka panjang.
“Bantuan ini diharapkan memberi manfaat berkelanjutan, terlebih menjelang bulan Ramadhan yang penuh berkah. Air bersih sangat vital untuk ibadah, kebersihan, dan kesehatan santri,” jelasnya.
Ia menambahkan, kehadiran sumur bor dan MCK di Pesantren Bany Rohman Al-Zazirah menjadi bukti nyata bahwa dana zakat, infak, dan sedekah yang dikelola secara amanah mampu menghadirkan perubahan signifikan bagi masyarakat.
“Di balik setiap tetes air yang mengalir dari sumur ini, ada doa, harapan, dan amal jariyah para donatur. Kebaikan ini akan terus mengalir, tidak hanya dalam bentuk air bersih, tetapi juga kesehatan, rasa aman, dan ketenangan batin,” pungkas Roni.
Kehadiran fasilitas air bersih dan sanitasi layak ini menegaskan komitmen BMH untuk terus membersamai umat, menghadirkan solusi nyata, serta menebar keberkahan hingga ke pelosok negeri./Herim











