BERITAUNGGULAN.COM, DEPOK — Senin (09/09/2024) Wali Kota Depok, Mohammad Idris, membuka Pendidikan Kader Ulama (PKU) Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kota Depok Angkatan X Tahun 2024, yang digelar di Aula Gedung MUI Kota Depok. Acara ini juga dirangkai dengan pengajian yang melibatkan ulama dan umaro.
Dalam pidatonya, Kiai Idris menyampaikan pentingnya sinergi antara gagasan dan kekuasaan. Ia mengutip, “Gagasan tanpa kewenangan hanyalah impian, sementara kewenangan tanpa gagasan akan berujung serampangan.” Menurutnya, kekuatan gagasan harus diimbangi dengan kewenangan agar visi keagamaan dan kenegaraan dapat diimplementasikan dengan baik.
Mengutip sabda Rasulullah SAW, Kiai Idris menegaskan bahwa agama dan kekuasaan adalah saudara kembar. Ia menjelaskan, kepemimpinan tanpa visi yang jelas hanya akan menimbulkan kekosongan, sementara gagasan yang baik tanpa kekuasaan akan sia-sia karena tidak dapat diwujudkan.
Kiai Idris juga mengutip pemikir barat, Naomi Klein, bahwa demokrasi bukan sekadar hak untuk memilih, melainkan hak untuk hidup bermartabat. Demokrasi, lanjutnya, memberi ruang kompetisi sehat, terutama bagi umat Islam untuk memainkan peran penting dalam kehidupan bernegara.
Ia berharap para kader PKU MUI Angkatan X ini bisa menjadi ulama-ulama yang mumpuni, memegang peranan dalam Indonesia Emas 2045, dan mampu mewujudkan visi Islam yang bermartabat di dalam demokrasi Indonesia.
“Jadi jika ingin hidup bermartabat kita harus memfungsikan atau memerankan diri dalam proses demokrasi tersebut,” lanjutnya.
“Karena negara kita ini penuh dengan berbagai ideologi dengan syarat dan berbagai etnis, serta agama dan pemikiran-pemikiran yang luar biasa, makanya demokrasi ini memberikan sebuah ruang kompetisi bagi umat Islam, khususnya untuk menempati tempat mayoritas di negara kita,” jelas Kiai Idris.
Untuk menempati tempat-tempat ini, sambung dia, harus diperankan oleh mereka yang mempunyai gagasan keagamaan dan pemahaman yang mencukupi yaitu para ulama.
“Ulama-ulama inilah yang mempunyai peran dalam kehidupan bernegara”, ucapnya.
“Mudah-mudahan doa kita untuk adik kita yang mengikuti PKU angkatan X ini akan benar-benar terwujud, menjadi ulama-ulama harapan kita semua kader kita karena merekalah calon-calon pemimpin saat Indonesia Emas 2045,” tutur Kiai Idris.












