BERITAUNGGULAN.COM, JABODETABEK (08/01/2026) – Kekurangan lahan untuk tempat pemakaman umum (TPU) di kawasan Jabodetabek semakin memprihatinkan. Di ibu kota Jakarta sendiri, kondisi ini mencerminkan realitas pertumbuhan penduduk yang pesat dan keterbatasan ruang kota yang semakin sempit.
Berdasarkan laporan terbaru, sekitar 69 dari 80 TPU di Jakarta sudah penuh, sementara sebagian besar TPU yang tersisa berada di atas 80% kapasitas, menyisakan sekitar 118–118.348 petak makam yang masih tersedia. Jika tren pemakaman harian rata-rata mencapai sekitar 100 jenazah per hari, persediaan lahan ini diperkirakan hanya mampu melayani kebutuhan hingga 3 tahun ke depan tanpa adanya penambahan atau pemanfaatan lahan baru.
Dampak Keterbatasan Lahan
Keterbatasan ini tidak hanya berdampak pada warga asli Jakarta, tetapi juga mempengaruhi pendatang dan keluarga yang ingin memakamkan orang tercinta di lokasi dekat tempat mereka tinggal. Banyak warga yang merasa kesulitan mendapatkan lahan pemakaman karena keterbatasan ruang yang disertai aturan yang ketat.
Pemerintah Provinsi DKI Jakarta telah melakukan berbagai upaya, termasuk:
-Mendata ulang dan menginventarisir seluruh TPU yang ada untuk memaksimalkan penggunaan lahan yang tersisa.
-Membuka lokasilahan makam baru dan mempertimbangkan relokasi lahan pemakaman bekas pemakaman COVID-19.
-Memperluas kapasitas TPU dengan sistem makam bertumpuk atau overlapping burial, meski solusi ini memiliki batasan tertentu.
Namun demikian, lahan yang sangat terbatas di pusat kota terus mendorong warga mencari alternatif solusi pemakaman di luar wilayah Jakarta atau melalui penyedia layanan pemakaman modern, seperti Krisis Lahan Pemakaman di Jabodetabek Meningkat yang hadir di Bogor, Ciapus

Peran Tempat Pemakaman Swasta
Di tengah krisis ini, — termasuk pengelola taman pemakaman swasta — mulai mengambil peran penting. Salah satunya adalah layanan seperti Firdaus Memorial Park, yang hadir untuk memenuhi kebutuhan pemakaman yang nyaman, tertata rapi, serta sesuai tata cara agama dan hukum bagi masyarakat Jabodetabek.
“Menyampaikan layanan semacam ini tidak hanya menyediakan tempat peristirahatan terakhir yang asri dan terawat, tetapi juga mencakup layanan lengkap pra-kematian dan pasca-kematian. Keunggulan lain yang ditawarkan adalah perhatian terhadap pemakaman mustahik seperti dhuafa dan gelandangan secara gratis, termasuk pemulasaraan, penjemputan, pengantaran, dan pemakaman jenazah sesuai syariat — sebuah wujud tanggung jawab sosial dan kemanusiaan di tengah keterbatasan fasilitas publik, ” kata pengelola dan pelayan Firdaus Memorial Park, “Khori Ay”.
Harapan dan Tantangan ke Depan
Permintaan akan lahan pemakaman yang layak diprediksi akan terus meningkat seiring pertumbuhan populasi di Jabodetabek. Masalah lahan ini bukan hanya soal fisik ruang, tetapi juga soal keberpihakan sosial, karena banyak warga berpendapatan rendah mengandalkan TPU milik pemerintah yang kini makin langka.
Pemerintah bersama sektor swasta diharapkan bisa terus bersinergi dalam:
– Menyediakan lahan baru,
– Meningkatkan fasilitas pemakaman yang berorientasi pada kebutuhan masyarakat luas,
– Menyusun regulasi yang adil dan berkelanjutan.
Pendekatan yang holistik menjadi penting agar jasa pemakaman tidak hanya menjadi layanan komersial semata, tetapi tetap menjunjung nilai kemanusiaan dan sosial bagi masyarakat yang membutuhkan. [ ]
Dok foto: Sinergi Foundation












