BERITAUNGGULAN.COM, BANDUNG — Baitul Maal Universitas Islam Bandung (Unisba) kembali memberikan dukungan pendidikan melalui Anugerah Beasiswa Baitul Maal Unisba 2026. Sebanyak 112 mahasiswa menerima beasiswa pada gelombang kedua tahun 2026 dalam kegiatan yang dirangkaikan dengan Literasi Filantropi Islam di Aula Unisba, Jalan Tamansari No. 1, Selasa (22/9/2026).
Kegiatan tersebut menjadi bentuk apresiasi sekaligus dukungan Baitul Maal Unisba kepada mahasiswa agar dapat melanjutkan pendidikan dan mengembangkan potensi akademik maupun sosial. Acara juga diisi dengan materi “Literasi Zakat” dari Rumah Zakat serta penandatanganan nota kesepahaman (MoU) kerja sama dengan mitra Baitul Maal Unisba.
Ketua Baitul Maal Unisba, Prof. Dr. Nunung Nurhayati, S.E., M.Si., Ak., CA., CTT., mengatakan, pemberian beasiswa tidak sekadar menjadi bentuk bantuan pendidikan, tetapi bagian dari ikhtiar Unisba menghadirkan nilai-nilai Islam melalui kepedulian sosial yang nyata.
“Baitul Maal hadir bukan semata-mata sebagai lembaga penyaluran beasiswa, tetapi sebagai bagian dari ikhtiar Unisba untuk menghadirkan nilai Islam dalam bentuk kepedulian sosial yang nyata,” ujarnya.

Pada gelombang kedua tahun 2026, sebanyak 204 mahasiswa mendaftarkan diri untuk mengikuti program beasiswa. Setelah melalui tahapan seleksi berupa seleksi daring, pembacaan Al-Qur’an oleh tim LPI3M, dan wawancara, ditetapkan 112 mahasiswa sebagai penerima beasiswa.
Para penerima berasal dari berbagai latar belakang dan kebutuhan. Mereka terdiri atas penerima Beasiswa Ekonomi Berprestasi sebanyak 37 mahasiswa, Tahfidz Mahasiswa Baru 13 mahasiswa, Tahfidz 1-3 Juz Mahasiswa Ongoing 38 orang, Beasiswa Insan Mandiri sebanyak 23 mahasiswa dan Mahasiswa Internasional 1 mahasiswa yang tersebar di 10 fakultas di Unisba.
Prof. Nunung menuturkan, dukungan terhadap program Baitul Maal Unisba tidak terlepas dari peran berbagai pihak, mulai dari Yayasan Unisba, pimpinan universitas, dosen dan tenaga kependidikan, alumni, hingga para mitra dan donatur.
Ia secara khusus menyampaikan apresiasi kepada BSI Maslahat, Bank BSI Cabang Unisba, Maybank Syariah, PT. DIN, PT. Tartec, Rumah Zakat, Bank BCA Syariah, Masjid Agung Kota Bandung, BAZNAS, serta seluruh mitra yang selama ini mendukung Baitul Maal Unisba.
Menurutnya, dukungan tersebut diharapkan tidak berhenti pada pemberian beasiswa, tetapi berkembang menjadi ekosistem filantropi Islam yang berkelanjutan di lingkungan perguruan tinggi.
“Jangan memandang beasiswa ini hanya sebagai bantuan untuk membayar biaya pendidikan. Anggaplah ini sebagai sebuah amanah,” katanya.
Ia berharap mahasiswa penerima beasiswa dapat membalas amanah tersebut melalui prestasi, integritas, akhlak, serta kepedulian kepada sesama. Mahasiswa juga diharapkan suatu saat dapat kembali berkontribusi, bukan lagi sebagai penerima manfaat, melainkan sebagai muzakki, wakif, donatur, mentor, mitra, maupun pihak yang membuka kesempatan bagi mahasiswa generasi berikutnya.
Rektor Unisba Prof. Ir. A. Harits Nu’man, M.T., Ph.D., IPU., ASEAN Eng., mengatakan, Baitul Maal memiliki peran penting dalam membantu mahasiswa yang membutuhkan dukungan untuk melanjutkan pendidikan.
Menurutnya, mahasiswa penerima beasiswa juga memiliki tanggung jawab untuk memberikan manfaat bagi masyarakat. Hal tersebut sejalan dengan semangat kampus berdampak yang terus dikembangkan Unisba.
“Mahasiswa tidak hanya diberikan beasiswa tetapi juga diberikan amanah, diberikan tanggung jawab,” ujarnya.
Rektor berpesan agar para penerima beasiswa memanfaatkan kesempatan tersebut untuk belajar, berprestasi, dan mempersiapkan diri menjadi pribadi yang mampu memberikan manfaat bagi orang lain.
“Kesempatan tidak selalu datang dua kali, tetapi setiap kesempatan selalu membawa tanggung jawab,” katanya.
Ketua Badan Pengurus Yayasan Unisba, Prof. Dr. K.H. Miftah Faridl menilai persoalan kesenjangan ekonomi masih menjadi tantangan yang perlu mendapat perhatian bersama. Menurutnya, Baitul Maal Unisba dapat menjadi salah satu ikhtiar untuk membantu mahasiswa yang memiliki kemampuan dan cita-cita, tetapi terkendala biaya pendidikan.
“Baitul Maal harus menjadi salah satu alternatif untuk memberikan pertolongan kepada saudara-saudara kita yang karena kesulitan dana tidak bisa melanjutkan studi. Ini bukan hanya masalah mereka, tetapi menjadi masalah kita bersama,” ujarnya.
Ia berharap Baitul Maal Unisba dapat membangun semangat ta’awun atau saling membantu di lingkungan Unisba, sekaligus membuka ruang bagi keluarga besar Unisba dan alumni untuk menyalurkan sebagian hartanya melalui lembaga yang dikelola secara amanah.
“Baitul Maal harus hidup dan harus maju. Kami mengajak seluruh keluarga besar Unisba dan para alumni untuk bersama-sama menyalurkan rezeki yang dimiliki melalui Baitul Maal,” katanya.
Prof Miftah juga menekankan pentingnya kejujuran dalam pengelolaan dana umat. Menurutnya, amanah dan kejujuran harus menjadi prinsip utama agar pengelolaan Baitul Maal dapat memberikan manfaat yang luas.
Kepada mahasiswa penerima beasiswa, ia berpesan agar kesempatan tersebut dimanfaatkan dengan sebaik-baiknya untuk belajar dan mengembangkan diri.
“Belajarlah dengan sungguh-sungguh. Mudah-mudahan pada saatnya nanti menjadi pribadi yang mumpuni dan ikut membesarkan Baitul Maal serta membantu generasi berikutnya,” tuturnya.
Sementara itu, Baitul Maal Unisba terus melakukan penguatan tata kelola agar pengelolaan dana sosial dapat berjalan secara amanah, transparan, dan profesional. Baitul Maal juga mendorong pengembangan Dana Abadi sebagai upaya menjaga keberlanjutan dukungan pendidikan bagi mahasiswa.
Ke depan, Baitul Maal Unisba berharap dapat terus memperluas kemitraan, meningkatkan penghimpunan zakat dan infak, serta mengembangkan program beasiswa yang berkelanjutan. Upaya tersebut diharapkan dapat memperkuat ekosistem filantropi Islam di lingkungan Unisba sekaligus memberikan manfaat yang lebih luas bagi mahasiswa dan masyarakat. [ ]
Dok foto: Unisba












