HI-CARE Zero Waste Jadi Daya Tarik, Unisba Dipercaya Jadi Tuan Rumah Islamic Economy Outlook 2027

BERITAUNGGULAN.COM, BANDUNG — Program HI-CARE Zero Waste yang dijalankan Universitas Islam Bandung (Unisba) di Kecamatan Arcamanik, Kota Bandung, mendapat apresiasi dari Masyarakat Ekonomi Syariah (MES) Provinsi Jawa Barat.

 

Upaya Unisba dalam mengurangi volume sampah sekaligus melibatkan masyarakat dalam menjaga lingkungan menjadi salah satu alasan MES Jawa Barat memilih Unisba sebagai tuan rumah Islamic Economy Outlook 2027, yang digelar di Aula Utama Unisba, Sabtu (17/10/2026).

 

Kegiatan bertema “Mengakselerasi Ekonomi Hijau, Keuangan Syariah, dan Pemberdayaan Masyarakat untuk Jawa Barat Berkelanjutan” ini membahas pengembangan ekonomi syariah yang berkelanjutan.

Ketua MES Provinsi Jawa Barat, Drs. Harry Maksum, M.H., mengatakan bahwa program HI-CARE Zero Waste yang dijalankan Unisba sejalan dengan upaya MES Jawa Barat dalam mendorong penerapan ekonomi hijau. Menurutnya, pengembangan ekonomi syariah perlu didukung langkah nyata yang memberikan manfaat bagi masyarakat sekaligus menjaga kelestarian lingkungan.

 

Harry juga menjelaskan bahwa MES Jawa Barat tengah mendorong program penanaman pohon aren sebagai salah satu bentuk penerapan ekonomi hijau. Selain membantu memulihkan lahan kritis, menjaga ketersediaan air, dan mengurangi risiko longsor, tanaman aren memiliki potensi ekonomi yang dapat dimanfaatkan untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

 

Sementara itu, Rektor Unisba, Prof. Ir. A. Harits Nu’man, M.T., Ph.D., IPU., ASEAN Eng., yang juga merupakan Anggota Dewan Pembina MES Provinsi Jawa Barat, menyambut baik penyelenggaraan kegiatan tersebut di lingkungan Unisba. Ia menilai, persoalan lingkungan dan pengelolaan sampah membutuhkan kolaborasi berbagai pihak agar solusi yang dihasilkan dapat berjalan secara berkelanjutan.

 

Salah satu kontribusi Unisba dalam menjawab persoalan tersebut diwujudkan melalui program HI-CARE Zero Waste yang telah diterapkan di 54 RW di empat kelurahan di Kecamatan Arcamanik. Setelah melalui proses pendampingan selama beberapa bulan, program ini dilaporkan mampu menurunkan volume sampah di wilayah sasaran hingga mendekati 25 persen.

 

Menurut Rektor, capaian tersebut menunjukkan pentingnya keterlibatan pemerintah, perguruan tinggi, dunia usaha, dan masyarakat dalam mendukung keberlanjutan program. Selain menjaga dampak lingkungan, keberlanjutan pembiayaan juga perlu diperhatikan agar program dapat terus berjalan dan memberikan manfaat dalam jangka panjang.

 

“Sekarang kita perlu bekerja sama. Siapa yang menjamin keberlanjutannya, baik dari sisi lingkungan maupun keberlanjutan pendanaan atau finansialnya? Inilah peran yang harus ditunjukkan oleh Bapak dan Ibu sekalian yang tergabung dalam Masyarakat Ekonomi Syariah wilayah Jawa Barat,” ungkapnya.

 

Ia berharap, Islamic Economy Outlook 2027 menjadi momentum untuk memperkuat jejaring dan kolaborasi antarpemangku kepentingan. Dengan demikian, gagasan ekonomi syariah dan keberlanjutan dapat diwujudkan melalui program nyata yang menjawab kebutuhan masyarakat.

 

Ketua Pelaksana, Dr. Popon Srisusilawati, S.E.I., M.E.Sy., yang juga merupakan Ketua Program Studi Perbankan Syariah Fakultas Syariah Unisba, menyampaikan bahwa kegiatan ini diharapkan dapat mempertemukan berbagai gagasan dan memperluas kerja sama dalam pengembangan ekonomi syariah di Jawa Barat. Forum ini juga diharapkan mendorong inovasi keuangan syariah, penguatan ekonomi hijau, dan pemberdayaan masyarakat secara berkelanjutan.

Kegiatan ini menghadirkan empat narasumber, yaitu Dekan Fakultas Syariah Unisba, Dr. N. Eva Fauziah, Dra., M.Ag.; Asisten Direktur Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Jawa Barat, Alnopri Hadi; Head of BSI Institute, Luqyan Tamanni, M.Ec., Ph.D., CFP, AEPP; serta CEO Relawan Nusantara, Herlan Wilandari.

 

Dukungan terhadap pengembangan ekonomi syariah juga disampaikan Kepala Biro Perekonomian Sekretariat Daerah Provinsi Jawa Barat, Arie Kurnia, S.Pt., M.M., yang hadir mewakili Gubernur Jawa Barat. Ia menekankan pentingnya kerja sama lintas sektor untuk membangun perekonomian yang inklusif, memanfaatkan sumber daya secara bijak, dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.

 

Pada kesempatan tersebut, Unisba dan MES Jawa Barat menandatangani nota kesepahaman (Memorandum of Understanding/MoU) untuk memperkuat kerja sama dalam pelaksanaan Tridarma Perguruan Tinggi, meliputi pendidikan, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat, khususnya dalam pengembangan ekonomi syariah dan pemberdayaan masyarakat.

 

Bagi Unisba, kepercayaan ini memperkuat peran kampus berdampak melalui program HI-CARE Zero Waste, pengembangan ekonomi berkelanjutan, dan kerja sama yang mendukung pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs).

 

Setelah sesi diskusi, kegiatan dilanjutkan dengan High Level Meeting & Silaturahmi bertema “Mempererat Silaturahmi, Menguatkan Sinergi Ekonomi Syariah Jawa Barat”. [ ]

Dok foto: Unisba