BERITAUNGGULAN.COM, Upaya memperkuat sektor industri nasional terus dilakukan oleh Kementerian Perindustrian, salah satunya melalui pengembangan program Inkubator Bisnis Balai Diklat Industri (BDI) yang berfokus pada penciptaan wirausaha baru
Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita menyampaikan bahwa wirausaha industri memiliki peran penting dalam mendorong pertumbuhan ekonomi dan menciptakan lapangan kerja.
Program inkubator ini tidak hanya memberikan pelatihan, tetapi juga pendampingan menyeluruh, mulai dari legalitas usaha, pengembangan produk, hingga akses pembiayaan dan teknologi.
Menurut Kepala Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia Industri, Doddy Rahadi, pada tahun 2025 terdapat 37 wirausaha baru yang berhasil dibina melalui program ini. Mereka mampu menyerap lebih dari 200 tenaga kerja dari berbagai sektor industri.
Program ini dijalankan oleh tujuh BDI di berbagai kota besar di Indonesia dan terbuka bagi pelaku usaha dari seluruh daerah.
Salah satu peserta yang menonjol adalah Zeea, brand fesyen yang fokus pada sportswear muslimah. Berawal dari keterbatasan pilihan di pasar, Zeea kini berkembang menjadi produk inovatif yang diminati konsumen.
Dengan dukungan BDI Jakarta, Zeea berhasil memperluas pasar dan meluncurkan koleksi terbaru melalui kolaborasi dengan Dara Arafah.
Tak kalah menarik, Zeta Teknik menghadirkan solusi modern melalui mesin pencuci helm otomatis berbasis teknologi IoT. Inovasi ini menunjukkan bahwa wirausaha lokal mampu bersaing dengan teknologi global.
Sementara itu, sektor pangan juga mendapat perhatian melalui Sago One yang mengolah sagu menjadi produk bernilai tambah tinggi, sekaligus mendukung ketahanan pangan berbasis sumber daya lokal.
Program Inkubator Bisnis BDI menjadi bukti nyata bahwa pembinaan yang tepat dapat melahirkan pelaku usaha industri yang tangguh, inovatif, dan siap bersaing di pasar nasional maupun global.












