Melalui Program PKM Berbasis Digital, Unisba Tingkatkan Literasi Perpajakan dan Pengelolaan Biaya UMKM

BERITAUNGGULAN.COM, BANDUNG — Dalam mendukung penguatan kapasitas Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM),  Universitas Islam Bandung (Unisba) terus menunjukkan komitmennya di tengah transformasi digital dan perubahan regulasi perpajakan nasional. Melalui Tim Pengabdian kepada Masyarakat (PKM) Program Studi Akuntansi Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB), bekerja sama dengan Tax Centre FEB Unisba dan Direktorat Jenderal Pajak (DJP) Jawa Barat, Unisba menyelenggarakan kegiatan bertajuk “Peningkatan Literasi dan Kepatuhan Perpajakan bagi UMKM melalui Edukasi Pengendalian Biaya dan Pendampingan Berbasis Digital” pada Kamis (18/6/2026).

Program yang didanai oleh Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) Unisba Tahun Pendanaan 2026 ini bertujuan meningkatkan kapasitas UMKM agar mampu mengelola usaha secara lebih profesional melalui penguatan literasi perpajakan, pengendalian biaya produksi, penentuan harga jual yang tepat, serta pemanfaatan sistem administrasi perpajakan digital Coretax Direktorat Jenderal Pajak.

Ketua Tim PKM, Elly Halimatusadiah, S.E., M.Si., Ak., CA, menjelaskan bahwa perubahan regulasi perpajakan dan perkembangan ekonomi digital menuntut pelaku UMKM untuk tidak hanya menghasilkan produk yang berkualitas, tetapi juga memiliki kemampuan mengelola usaha secara efektif dan memenuhi kewajiban perpajakan dengan baik.

“Melalui kegiatan ini kami ingin membekali pelaku UMKM dengan pengetahuan yang aplikatif, mulai dari pengelolaan biaya produksi hingga pemahaman terhadap regulasi perpajakan terbaru dan penggunaan Coretax DJP. Harapannya, UMKM semakin siap berkembang dan mampu beradaptasi dengan perubahan yang terjadi,” ujarnya.

Dalam kegiatan tersebut, peserta memperoleh sosialisasi mengenai Peraturan Pemerintah Nomor 20 Tahun 2026 tentang penyesuaian pengaturan di bidang Pajak Penghasilan (PPh), termasuk berbagai fasilitas perpajakan yang dapat dimanfaatkan oleh UMKM serta implikasinya terhadap kegiatan usaha.

Selain itu, peserta juga dikenalkan dengan Coretax DJP sebagai sistem administrasi perpajakan berbasis digital yang menjadi bagian dari modernisasi layanan perpajakan nasional. Melalui sesi ini, pelaku UMKM dibimbing agar lebih siap memanfaatkan teknologi dalam memenuhi kewajiban perpajakan secara lebih mudah, cepat, dan akurat.

Tidak hanya membahas aspek perpajakan, kegiatan PKM juga memberikan pelatihan mengenai pengendalian biaya, perhitungan Harga Pokok Produksi (HPP), serta strategi penentuan harga jual yang kompetitif. Materi disampaikan secara praktis sehingga dapat langsung diterapkan dalam pengelolaan usaha sehari-hari.

Tim PKM meyakini bahwa kemampuan mengendalikan biaya menjadi salah satu faktor penting dalam meningkatkan efisiensi usaha, menjaga profitabilitas, serta memperkuat daya saing UMKM di tengah persaingan pasar yang semakin dinamis.

Kegiatan ini melibatkan tim dosen Program Studi Akuntansi FEB Unisba yang terdiri atas Elly Halimatusadiah, S.E., M.Si., Ak., CA., Prof. Dr. Sri Fadilah, S.E., M.Si., Ak., CA., ACPA., Dr. Yuni Rosdiana, S.E., M.Si., Ak., CA., Riyang Mardini, S.E., M.Ak., Ak., dan Asri Suangga, S.E., M.Si. Program ini juga melibatkan mahasiswa Program Studi Akuntansi, yaitu Yulia Rahma Sarita, Abby Aldiama, Priska Apriliani, Muhammad Yuki Darmawan, dan Aryaputra Althaf Hakim sebagai bagian dari implementasi pembelajaran berbasis pengabdian kepada masyarakat.

Kolaborasi antara Unisba, DJP Jawa Barat, dan Tax Centre FEB Unisba menjadi wujud implementasi Tri Dharma Perguruan Tinggi dalam memperkuat sinergi antara perguruan tinggi, pemerintah, dan masyarakat untuk mendukung pengembangan UMKM yang adaptif terhadap perkembangan teknologi dan regulasi.

Melalui kegiatan ini, Unisba berharap para pelaku UMKM semakin memahami pengelolaan biaya usaha, memiliki literasi perpajakan yang lebih baik, serta siap mengimplementasikan ketentuan perpajakan terbaru dan memanfaatkan Coretax DJP dalam menjalankan usahanya. Dengan demikian, UMKM diharapkan mampu tumbuh menjadi pelaku usaha yang lebih profesional, berdaya saing, dan berkontribusi terhadap pembangunan ekonomi daerah maupun nasional. [ ]

Dok foto: Unisba