Unisba Berbagi Pengalaman Pengelolaan Kampus dalam Kolaborasi dengan UAP

BERITAUNGGULAN.COM, BANDUNG — Universitas Islam Bandung (Unisba) terus memperkuat perannya sebagai kampus berdampak melalui kolaborasi dan berbagi pengalaman dengan perguruan tinggi lain. Hal tersebut tercermin dalam kunjungan Universitas Aisyah Pringsewu (UAP) Lampung ke Student Center Unisba, Rabu (19/8/2026), yang dirangkaikan dengan penandatanganan Memorandum of Understanding (MoU) dan Memorandum of Agreement (MoA) serta sharing session tentang pengelolaan perguruan tinggi.

Pertemuan tersebut dihadiri pimpinan dan jajaran dari kedua perguruan tinggi. Dari Unisba hadir Rektor beserta jajaran wakil rektor, perwakilan Yayasan Unisba, Fakultas Kedokteran, LPPM, BPM, kerja sama dalam negeri, dan kemahasiswaan. Sementara dari UAP hadir Rektor beserta jajaran wakil rektor, pengurus Yayasan ‘Aisyah Lampung, serta perwakilan bidang akademik, penjaminan mutu, kemahasiswaan, PMB, dan alumni.

Rektor Unisba Prof. Ir. A. Harits Nu’man, M.T., Ph.D., IPU., ASEAN Eng., mengatakan kunjungan tersebut menjadi kesempatan untuk melihat pengelolaan perguruan tinggi dari pengalaman masing-masing institusi.

Dalam pemaparannya, Prof. Harits menjelaskan perkembangan Unisba yang saat ini memiliki 10 fakultas dan sekitar 36 program studi. Unisba juga telah meraih akreditasi institusi Unggul, dengan sekitar 21 program studi yang telah memperoleh akreditasi Unggul.

Salah satu pengalaman yang dibagikan adalah pengembangan sistem penjaminan mutu yang telah dibangun Unisba sejak 2008. Sistem tersebut terus dikembangkan melalui penguatan proses evaluasi, audit internal, pengelolaan data, serta tindak lanjut hasil evaluasi.

Pengalaman tersebut juga diperkuat dengan keterlibatan Unisba dalam mendampingi sejumlah perguruan tinggi melalui amanah pembinaan dari LLDIKTI Wilayah IV Jawa Barat dan Banten.

“Unisba lahir di masyarakat itu menjadi ragi, memberikan warna tersendiri, memberikan nilai tambah kepada perguruan tinggi yang dibina,” ujar Prof. Harits.

Sementara itu, Rektor UAP Lampung Dr. Sutrisno, S.Kep., Ners., MAN, mengatakan pengalaman Unisba menjadi salah satu rujukan bagi UAP dalam melihat berbagai aspek pengelolaan perguruan tinggi.

UAP berdiri pada 2019 setelah merger tiga institusi. Saat ini, UAP memiliki lima fakultas, termasuk Fakultas Kedokteran dan Fakultas Kedokteran Gigi yang masih relatif baru.

Menurut Sutrisno, kondisi tersebut membuat UAP perlu banyak belajar dari perguruan tinggi yang telah memiliki pengalaman lebih panjang, terutama dalam membangun tata kelola dan sistem penjaminan mutu.

“Memang karena prodi baru dan kampus kami baru, sehingganya harus banyak belajar kita ke luar,” ungkapnya.

Ia berharap kerja sama dengan Unisba tidak berhenti pada penandatanganan MoU dan MoA. Setelah kunjungan ini, masing-masing bidang diharapkan dapat melanjutkan komunikasi dan bertukar praktik sesuai kebutuhan, termasuk dalam bidang akademik, penjaminan mutu, kemahasiswaan, dan pengembangan institusi.

Dalam sharing session, Unisba berbagi pengalaman tentang persiapan akreditasi yang dilakukan sejak jauh hari. Data dan perkembangan kinerja setiap unit dipantau secara berkala, bukan hanya saat akreditasi akan berlangsung.

Pembahasan juga mencakup pemetaan indikator, kelengkapan bukti, evaluasi internal, dan tindak lanjut hasil audit. Dengan cara ini, penjaminan mutu tidak hanya berfokus pada dokumen, tetapi juga menjadi bagian dari kegiatan kerja setiap unit.

Unisba juga berbagi pengalaman dalam mengembangkan dosen melalui berbagai program, seperti beasiswa, hibah penelitian, dan peningkatan kompetensi. Dari sisi pendanaan, sumber dana juga dikembangkan melalui hibah, kerja sama, penelitian, alumni, serta pemanfaatan aset perguruan tinggi. [  ]

Dok foto: Unisba