BERITAUNGGULAN.COM, BANDUNG — Pojok Statistik Universitas Islam Bandung kembali menggelar Statistics Lecture sebagai bagian dari upaya berkelanjutan meningkatkan literasi data di kalangan akademisi, instansi pemerintah, dan Masyarakat Mengusung tema “Mapping the Data: Statistical Exploration of Spatial Data for Research Discovery”, kegiatan yang berlangsung secara daring pada Sabtu, 24 Oktober 2026, tersebut membahas pemanfaatan statistik untuk mengeksplorasi data spasial dan menemukan informasi yang relevan bagi penelitian.
Kegiatan menghadirkan dosen Program Studi Statistika Universitas Islam Indonesia (UII), Achmad Fauzan, S.Pd., M.Si., sebagai narasumber. Dalam pemaparannya, Achmad menjelaskan bahwa data spasial menggabungkan informasi lokasi dengan atribut atau karakteristik objek yang diamati. Pendekatan tersebut memungkinkan peneliti tidak hanya mengukur besarnya suatu fenomena, tetapi juga memahami lokasi, pola persebaran, serta hubungan yang terbentuk antarwilayah.
Kegiatan ini diikuti 90 peserta dari 19 perguruan tinggi yang tersebar di 14 provinsi. Peserta juga berasal dari sejumlah instansi pemerintah dan lembaga lainnya. Luasnya jangkauan peserta menunjukkan tingginya kebutuhan terhadap pemahaman statistik spasial dalam penelitian dan pengelolaan data.
Sejumlah perguruan tinggi yang berpartisipasi antara lain, Institut Teknologi Bandung (ITB), Universitas Padjadjaran (Unpad), Universitas Islam Indonesia, Politeknik Statistika STIS, Universitas Sulawesi Barat, Universitas Negeri Makassar, Universitas Negeri Padang, dan Universitas Papua. Sementara itu, peserta dari kalangan instansi berasal dari Badan Pemeriksa Keuangan Republik Indonesia (BPK RI), Dinas Komunikasi dan Informatika Kabupaten Berau, Dinas Komunikasi dan Informatika Provinsi Jawa Timur, RSPI Sulianti Saroso, serta Pemerintah Kota Tidore Kepulauan.
Dalam sesi materi, peserta diajak memahami bahwa data spasial bukan sekadar data yang ditampilkan dalam bentuk peta. Data tersebut dapat digunakan untuk menemukan pola dan menjelaskan suatu fenomena berdasarkan konteks wilayahnya.
Sebagai contoh, data produktivitas padi antarkecamatan dapat dianalisis untuk mengetahui apakah wilayah dengan produktivitas tinggi cenderung berdekatan dengan wilayah yang memiliki kondisi serupa atau justru berbatasan dengan wilayah yang produktivitasnya berbeda. Informasi semacam itu dapat memperkaya hasil penelitian karena analisis tidak berhenti pada angka. Peneliti juga dapat melihat hubungan keruangan yang melatarbelakangi munculnya suatu fenomena.
Materi yang disampaikan mencakup sejumlah metode analisis spasial, antara lain point pattern, autokorelasi spasial, interpolasi spasial, klasterisasi spasial, regresi spasial, klasifikasi spasial, analisis jaringan dan optimasi lokasi, analisis spatio-temporal, serta Bayesian spatial model. Setiap metode memiliki fungsi berbeda. Analisis point pattern dapat digunakan untuk mengidentifikasi persebaran objek, sedangkan autokorelasi spasial membantu mengukur keterkaitan antarwilayah.
Interpolasi spasial dapat dimanfaatkan untuk memperkirakan nilai pada lokasi yang belum teramati. Sementara itu, regresi spasial digunakan untuk menganalisis hubungan antarvariabel dengan tetap mempertimbangkan aspek keruangan. Pemahaman terhadap berbagai metode tersebut diharapkan dapat membantu peserta memilih pendekatan analisis yang sesuai dengan karakteristik data dan tujuan penelitian.
Penyelenggaraan Statistics Lecture menjadi bagian dari konsistensi Pojok Statistik Unisba dalam menyediakan ruang belajar statistik dengan topik yang aktual dan aplikatif. Melalui kegiatan tersebut, Pojok Statistik Unisba mendorong sivitas akademika dan masyarakat untuk meningkatkan kemampuan dalam membaca, mengeksplorasi, serta menginterpretasikan data.
Upaya ini juga diharapkan dapat memperkuat pemanfaatan statistik dalam penelitian dan pengambilan keputusan berbasis data. Integrasi antara pendekatan statistik dan informasi geospasial memungkinkan peneliti menghasilkan temuan yang lebih informatif dan kontekstual. Pendekatan ini juga dapat membuka peluang pengembangan pertanyaan serta arah penelitian baru.
Dengan memahami pola keruangan, peneliti tidak hanya dapat menjawab seberapa besar suatu fenomena terjadi. Peneliti juga dapat menjelaskan lokasi, persebaran, dan keterkaitan antarwilayah yang membentuk fenomena tersebut. Kegiatan ini sekaligus menegaskan peran Pojok Statistik Unisba sebagai ruang edukasi yang secara konsisten memperluas literasi statistik dan mendorong penggunaan data secara lebih bermakna. [ ]
Dok foto: Unisba











