BERITAUNGGULAN.COM, BANDUNG (2 Oktober 2026) – Ketika kekayaan dibicarakan, ukuran yang paling mudah terlihat adalah aset yang berhasil dibangun. Namun, perjalanan kekayaan yang berkelanjutan juga ditentukan oleh hal-hal yang tidak selalu terlihat: kesehatan yang dijaga, nilai yang diteruskan kepada generasi berikutnya, serta kemampuan mengambil keputusan di tengah perubahan.
Perspektif tersebut menjadi bagian dari Wealth Wisdom 2026 di Bandung, yang menghadirkan tiga sudut pandang mengenai bagaimana kekayaan dapat dibangun dan dijaga secara lebih menyeluruh. Ketiganya mencangkup kesehatan sebagai fondasi kehidupan, legacy sebagai nilai yang diteruskan lintas generasi, hingga kemampuan membaca dinamika pasar untuk menentukan langkah ke depan.
Memasuki tahun ke-12 penyelenggaraannya, Wealth Wisdom 2026 mengusung tema “Finding Balance, Building Resilience” dengan semangat “Growing Together Through Changes”. Melalui tema tersebut, Permata Bank melihat wealth bukan hanya sebagai sesuatu yang perlu ditumbuhkan, tetapi juga sebagai bagian dari perjalanan kehidupan yang perlu dipersiapkan untukjangka panjang.
Legacy Bukan Sekadar Warisan, tetapi Nilai yang Diteruskan
Bagi Shinta Kamdani, Ketua Umum Asosiasi Pengusaha Indonesia (APINDO) dan CEO Sintesa Group, yang mengisi kelas “Beyond Wealth: A Legacy That Lasts”, kekayaan tidak hanya berkaitan dengan materi, tetapi juga dengan nilai yang dibangun dan diteruskan lintas generasi. Pengalamannya dalam meneruskan bisnis keluarga yang telah tumbuh lintas generasi selama lebih dari satu abad menunjukkan bahwa keberlanjutan tidak terjadi dengan sendirinya, tetapi perlu dipersiapkan sejak dini.
Persiapan tersebut antara lain dilakukan dengan mengajak generasi penerus mengenal dunia usaha sejak dini, sekaligus membangun entrepreneurial mindset, kompetensi, kerja keras, dan resilience. Nilai-nilai tersebut kemudian diterapkan dalam bisnis melalui prinsip empowerment, entrepreneurship, excellence, dan empathy, dengan orientasi beyond profit, beyond wealth untuk membangun bisnis yang berkelanjutan.
“Bagi saya, wealth bukan hanya tentang materi, tetapi juga tentang nilai yang kita bangun dan teruskan kepada generasi berikutnya. ltulah yang membuat sebuah legacy dapat bertahan dan terus berkembang,” ujar Shinto.
Menjaga yang Paling Berharga: Kesehatan sebagai Fondasi Wealth
Kelas “Healthy Body, Resilient Mind” bersama dr. Gia Pratama, Dokter dan Penulis, dan Dr. dr. Faris Basalamah, Sp.JP(K), Dokter Spesialis Jantung dan Pembuluh Darah Konsultan lntervensi & Elektrofisiologi, menempatkan kesehatan sebagai salah satu fondasi penting dalam membangun kehidupan yang berkelanjutan.
Sejalan dengan salah satu pilar Wealth Wisdom, yaitu Health, kesehatan menjadi bagian yang tidak terpisahkan dari kemampuan seseorang untuk terus berkarya, menjalani berbagai tahap kehidupan, dan menjaga kualitas hidup dalam jangka panjang.
Gia menekankan bahwa menjaga kesehatan tidak selalu harus dimulai dari perubahan besar. Memperhatikan asupan makanan, khususnya menjaga kadar gula darah, mengelola stres, serta rutin berolahraga merupakan kebiasaan sederhana yang dapat dilakukan secara konsisten untuk menjaga kesehatan dalam jangka panjang.
“Menjaga kesehatan tidak selalu membutuhkan perubahan besar. Yang penting adalah membangun kebiasaan baik dan menjadikannya bagian dari keseharian,” ujar dr. Gia.
Melengkapi perspektif tersebut, Dr. dr. Faris Basalamah menjelaskan pentingnya menjaga kesehatan jantung, terutama karena penyakit jantung koroner menjadi salah satu jenis penyakit jantung yang banyak ditemukan di Indonesia. Mengontrol kolesterol dan memperhatikan perubahan kondisi tubuh seiring bertambahnya usia menjadi hal yang penting. Menurutnya, pencegahan dapat dimulai melalui perubahan gaya hidup sederhana, termasuk olahraga ringan yang dilakukan secara konsisten.
“Menjaga kesehatan adalah proses jangka panjang. Perubahan gaya hidup yang kecil, jika dilakukan secara konsisten, dapat membantu kita menjaga kesehatan seiring bertambahnya usia,” ujar Dr. dr. Faris.
Ketahanan Wealth Juga Dibentuk dari Cara Membaca Perubahan
Jika kesehatan menjadi fondasi dan legacy menjadi sesuatu yang dipersiapkan untuk generasi berikutnya, kemampuan membaca perubahan menjadi bagian penting dalam menentukan bagaimana kekayaan dapat dijaga dan dikembangkan.
Dalam sesi “Reading the Market, Building the Future”, Dr. Katarina Setiawan, Chief Economist & Investment Strategist PT Manulife Aset Manajemen Indonesia membahas dinamika ekonomi dan pasar, sementara Lo Kheng Hong, Investor Saham berbagi perspektif mengenai bagaimana investor membaca nilai dan peluang dalam jangka panjang.
Dr. Katarina menjelaskan bahwa kondisi ekonomi saat ini memiliki sisi the good, the bad, dan the ugly yang perlu dilihat secara seimbang. The good terlihat dari pertumbuhan ekonomi yang tetap resilien, inflasi yang terjaga, dan stabilitas rupiah yang membaik. Di sisi lain, arah kebijakan suku bunga global masih menjadi the bad yang perlu diperhatikan karena dapat memengaruhi pasar keuangan dan nilai tukar. Sementara itu, the uglytercermin dari persepsi dan kepercayaan investor yang masih perlu diperkuat, termasuk terkait kebijakan dan tata kelola.
Memahami berbagai dinamika tersebut menjadi penting agar masyarakat dapat membaca peluang sekaligus risiko ketika menentukan strategi keuangan untuk masa depan.
“Kondisi ekonomi yang relatif resilien memberikan landasan yang positif, tetapi ketidakpastian tetap akan menjadi bagian dari perjalanan investasi. Karena itu, membangun kekayaan bukan hanya tentang mencari pertumbuhan, tetapi juga memastikan strategi yang dimiliki cukup resilient dalam menghadapi perubahan,” ujarnya.
Melengkapi perspektif tersebut, Lo Kheng Hong menekankan pentingnya kebiasaan reading and thinking dalam memahami pasar. Membaca laporan keuangan, memahami bisnis di balik perusahaan, serta melihat nilai dan prospek jangka panjang menjadi bagian penting dalam membentuk cara pandang investor.
la juga melihat pengalaman investasi sebagai bagian dari proses pembelajaran untuk menyempurnakan cara mengambil keputusan.
“Setiap pengalaman dalam investasi memberikan pelajaran. Bahkan dari kerugian, kita bisa belajar untuk menjadi lebih hati-hati dan tetap rendah hati dalam mengambil keputusan,” tambah Lo Kheng Hong.
Dari menjaga kesehatan, mempersiapkan generasi penerus, hingga memahami perubahan pasar, ketiga perspektif tersebut menunjukkan bahwa membangun kekayaan membutuhkan pandangan yang lebih luas dari sekadar pertumbuhan aset. Melalui semangat “Growing Together Through Changes”, Permata Bank terus menghadirkan ruang bagi nasabah untuk memperoleh perspektif yang relevan dalam membangun, menjaga, dan mempersiapkan kekayaan di berbagai tahap kehidupan.
lnformasi lebih lanjut mengenai Wealth Wisdom www.permatabank.com/id/article/weaIth-wisdom-2026. [ ]
Dok foto: Istimewa











