BERITAUNGGULAN.COM, JAKARTA — Asosiasi Pengusaha Ritel Indonesia (APRINDO) kembali menegaskan komitmennya dalam mendukung penguatan konsumsi domestik dan menjaga stabilitas ekonomi nasional melalui pelaksanaan Program Friday Mubarak 2026. Program ini menjadi bagian dari rangkaian penguatan belanja masyarakat menjelang Ramadan dan Idulfitri 2026, sekaligus bentuk sinergi sektor ritel dengan kebijakan pemerintah dalam menjaga momentum pertumbuhan ekonomi pada awal tahun.
Dalam struktur perekonomian nasional, sektor ritel memiliki peran strategis sebagai simpul distribusi barang kebutuhan masyarakat, pengendali stabilitas harga di tingkat konsumen, serta penggerak utama konsumsi rumah tangga. Dengan pertumbuhan ekonomi Indonesia pada 2025 berada di kisaran 5 persen dan target pertumbuhan pada 2026 sekitar 5,4 persen, penguatan konsumsi domestik pada kuartal pertama menjadi faktor penting untuk menjaga daya dorong pertumbuhan nasional.
APRINDO menilai, periode Ramadan dan Idulfitri merupakan momentum penting yang secara historis selalu memicu peningkatan aktivitas ekonomi di berbagai daerah. Karena itu, sektor ritel harus hadir tidak hanya sebagai pelaku usaha, tetapi juga sebagai mitra strategis pemerintah dalam memastikan pasokan aman, distribusi lancar, serta harga kebutuhan pokok tetap terjangkau bagi masyarakat.
Kolaborasi Ritel Modern dan Pasar Rakyat
Melalui Friday Mubarak 2026, APRINDO mendorong model kolaborasi ekonomi nasional yang melibatkan pemerintah, pelaku usaha ritel, pengelola pusat perbelanjaan, hingga pengelola pasar rakyat. Tujuannya adalah menjaga stabilitas harga, memperkuat daya beli masyarakat, serta memastikan distribusi barang kebutuhan pokok berjalan optimal di seluruh wilayah Indonesia.
Program Friday Mubarak 2026 berlangsung pada periode 11 Februari hingga 31 Maret 2026 dan melibatkan sekitar 200 perusahaan ritel anggota APRINDO. Kolaborasi juga diperluas bersama ratusan pusat perbelanjaan serta ribuan pasar rakyat, sehingga manfaat program dapat dirasakan masyarakat secara merata melalui berbagai kanal belanja, baik ritel modern maupun pasar tradisional.
Program ini merupakan bagian dari inisiatif penguatan konsumsi nasional yang dikoordinasikan pemerintah melalui Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian Republik Indonesia dan Kementerian Perdagangan RI, bersama kementerian/lembaga terkait.
Dalam implementasinya, Friday Mubarak 2026 dihadirkan melalui berbagai aktivitas belanja tematik, promo harga, diskon tambahan, bundling produk, hingga program cashback yang dirancang untuk mendorong transaksi masyarakat selama Ramadan dan Idulfitri.
Kick-Off Digelar di Lotte Mart Kuningan City
Kick-Off Ceremony Friday Mubarak 2026 diselenggarakan di Lotte Mart Kuningan City Mall, Jakarta, dan dihadiri oleh perwakilan kementerian/lembaga, pemerintah daerah, pengurus APRINDO, pelaku usaha ritel, pengelola pusat perbelanjaan, pengelola pasar rakyat, serta mitra usaha sektor perdagangan.
Kegiatan ini menandai dimulainya rangkaian program secara nasional sebagai bagian dari upaya bersama menjaga stabilitas harga dan ketersediaan barang menjelang periode konsumsi tinggi masyarakat.
Sebagai salah satu peritel tuan rumah kick-off, LOTTE Mart menghadirkan berbagai inisiatif khusus di seluruh jaringan gerainya, mulai dari program harga kebutuhan pokok, bundling Ramadan, hingga promo tematik yang memberikan nilai tambah bagi pelanggan. Dengan kesiapan operasional, penguatan stok, serta kolaborasi dengan prinsipal dan mitra pemasok, LOTTE Mart memastikan program dapat berjalan optimal dan manfaatnya dirasakan langsung oleh masyarakat luas.
Target Transaksi Nasional Rp119 Triliun
Ketua Umum APRINDO, Dr. H. Solihin, menyampaikan bahwa Friday Mubarak 2026 merupakan kontribusi nyata sektor ritel dalam menjaga momentum pertumbuhan ekonomi nasional pada awal tahun.
“Friday Mubarak 2026 kami posisikan bukan hanya sebagai program promosi, tetapi sebagai gerakan bersama untuk memperkuat konsumsi domestik dan menjaga stabilitas harga menjelang Ramadan dan Idulfitri. Dengan keterlibatan sekitar 200 perusahaan ritel anggota APRINDO, dukungan pusat perbelanjaan, serta kolaborasi dengan pasar rakyat di berbagai daerah, kami ingin memastikan masyarakat mendapatkan akses belanja yang terjangkau, pasokan yang aman, dan harga yang stabil,” ujar Solihin.
Ia menambahkan bahwa di tengah dinamika global yang masih penuh ketidakpastian, penguatan konsumsi dalam negeri menjadi strategi utama untuk menjaga daya tahan ekonomi nasional. Sektor ritel harus hadir sebagai mitra aktif pemerintah untuk memastikan distribusi berjalan lancar dan daya beli masyarakat tetap terjaga.
“Target capaian transaksi nasional hingga Rp119 triliun pada penutup program diharapkan menjadi dorongan nyata bagi konsumsi domestik dan optimisme pelaku usaha. Angka ini bukan sekadar nilai transaksi, tetapi simbol kolaborasi dan kepercayaan bahwa sektor ritel mampu menjadi salah satu penggerak utama pertumbuhan ekonomi Indonesia,” tegasnya.
APRINDO menekankan bahwa momentum Ramadan tidak hanya menjadi lonjakan konsumsi jangka pendek, tetapi juga harus menjadi pengungkit pertumbuhan ekonomi kuartal pertama yang kuat, menjaga optimisme pelaku usaha, serta memberikan kepastian harga dan pasokan bagi masyarakat.
Komitmen APRINDO Perkuat Ekosistem Perdagangan
APRINDO berkomitmen untuk terus memastikan ketersediaan pasokan, menjaga stabilitas harga, meningkatkan kualitas layanan, serta memperluas sinergi dengan pasar rakyat dan pusat perbelanjaan. Melalui Friday Mubarak 2026, diharapkan kolaborasi lintas sektor semakin kuat dalam mendukung pertumbuhan ekonomi nasional sekaligus memberikan manfaat nyata bagi masyarakat dan pelaku usaha di seluruh Indonesia menjelang Ramadan dan Idulfitri 2026.












