BERITAUNGGULAN.COM, ACEH TIMUR — Aksi Relawan Mandiri Himpunan Alumni IPB (ARM HA-IPB) berkolaborasi dengan Wahana Muda Indonesia (WMI) berhasil merampungkan pembangunan instalasi pemipaan air bersih sepanjang kurang lebih 3 kilometer di Desa Pantai Kera, Kecamatan Simpang Jernih, Kabupaten Aceh Timur, Provinsi Aceh.
Program pemipaan tersebut menjadi solusi krusial bagi warga setempat yang selama ini mengalami keterbatasan akses air bersih, terutama pasca bencana banjir dan longsor yang menimbun sumber mata air di kawasan perbukitan.
Peresmian penggunaan instalasi air bersih dilakukan pada Minggu (8/2) oleh Ketua Umum ARM HA-IPB, Ir. Ahmad Husein, M.Si. bersama Ketua Umum WMI, Handriansyah. Kegiatan tersebut turut disaksikan anggota Dewan Pembina ARM HA-IPB Ir. Fathan Kamil, M.M., Pengurus Bidang Penanggulangan Bencana M. Yusuf Salahuddin, para relawan, serta masyarakat Desa Pantai Kera.
Ketua Umum ARM HA-IPB, Ahmad Husein menjelaskan bahwa pekerjaan pemipaan ini telah dimulai sejak Januari 2026. Tahap awal dimulai dengan upaya menemukan kembali sumber mata air yang sebelumnya tertimbun material longsor akibat banjir di hulu perbukitan Pantai Kera.
“Pekerjaan pemipaan ini sudah diinisiasi sejak Januari lalu, dengan menemukan dan membersihkan kembali sumber mata air yang tertimbun longsor akibat banjir di hulu bebukitan Pantai Kera,” ujar Ahmad Husein.
Pemipaan dilakukan secara gotong royong, dimotori oleh warga setempat dengan dukungan relawan dari WMI dan ARM HA-IPB. Jalur pipa dipasang mengikuti kontur perbukitan hingga menyeberangi Sungai Kanan, yang masuk dalam kawasan Daerah Aliran Sungai (DAS) Sungai Tamiang.
Sementara itu, Ketua Umum WMI Handriansyah menambahkan bahwa medan yang sulit menjadi tantangan tersendiri, terutama saat pemasangan pipa melintasi sungai.
“Kita memasang kabel sling baja melintasi sungai demi memastikan air mengalir sampai pemukiman penyintas,” jelas Handriansyah.
Kini, warga Desa Pantai Kera dapat menikmati air bersih langsung di rumah untuk kebutuhan memasak, mandi, mencuci, hingga keperluan sanitasi. Meski aliran air hanya mengandalkan tekanan alami dari gravitasi, debit air dinilai cukup kuat dan stabil menjangkau rumah-rumah warga.
ARM HA-IPB berharap instalasi pemipaan ini dapat dijaga dan dirawat agar manfaatnya dapat berkelanjutan dalam jangka panjang. Kepala Dusun Pantai Kera, Muhammad Sabilah, menyampaikan komitmennya untuk memelihara fasilitas air bersih tersebut bersama masyarakat.
Selain pemipaan, ARM HA-IPB dan WMI juga melengkapi program sanitasi dengan membangun tiga unit MCK atau setara enam bilik kamar mandi yang tersebar di Desa Pantai Kera dan Desa Batu Sumbang.
Langkah ini diharapkan mampu memperkuat ketahanan warga terhadap risiko krisis air bersih serta meningkatkan kualitas kesehatan lingkungan di wilayah terdampak.












