bmh

BMH Bangun Sumur Bor di Pesantren Agro Hidayatullah Manokwari, Perkuat Akses Air Bersih dan Pengembangan Pendidikan Santri

BERITAUNGGULAN.COM, MANOKWARI – Ketersediaan air bersih merupakan kebutuhan mendasar bagi kehidupan manusia sekaligus faktor penting dalam menunjang aktivitas pendidikan. Tanpa akses air yang memadai, berbagai kegiatan harian, mulai dari sanitasi hingga ibadah, akan sulit berjalan optimal. Menyadari pentingnya hal tersebut, Laznas Baitul Maal Hidayatullah (BMH) Papua Barat menyalurkan program pembangunan sumur bor di Pesantren Agro Hidayatullah Manokwari.

Program tersebut dilaksanakan di kawasan pesantren yang berlokasi di Jalur 11 SP 7 Kampung Macuan, Distrik Masni, Kabupaten Manokwari, Papua Barat, pada Jumat (13/3). Kehadiran sumur bor ini diharapkan dapat menjadi solusi jangka panjang bagi kebutuhan air bersih di lingkungan pesantren yang terus berkembang.

Kepala BMH Papua Barat, Wasmanto, menjelaskan bahwa program ini merupakan bagian dari upaya BMH untuk menghadirkan manfaat nyata dari dana zakat, infak, dan sedekah yang dipercayakan masyarakat kepada lembaga tersebut.

“Pembangunan sumur bor ini tidak hanya bertujuan memenuhi kebutuhan air bersih para santri dan pengurus pesantren, tetapi juga untuk menunjang berbagai proses pembangunan sarana dan prasarana di Pesantren Agro Hidayatullah,” ujar Wasmanto.

Menurutnya, pesantren yang berada di kawasan pengembangan pertanian ini memiliki potensi besar untuk tumbuh sebagai pusat pendidikan berbasis agro sekaligus pusat pembinaan generasi muda Muslim di wilayah Papua Barat. Karena itu, dukungan infrastruktur dasar seperti air bersih menjadi hal yang sangat penting.

Menunjang Berbagai Aktivitas Pesantren

Air yang dihasilkan dari sumur bor tersebut akan dimanfaatkan untuk berbagai keperluan di lingkungan pesantren. Selain memenuhi kebutuhan sehari-hari para santri, air juga akan digunakan untuk mendukung pembangunan fasilitas pendidikan yang tengah dikembangkan, seperti masjid dan asrama santri.

Dalam lingkungan pesantren, air memiliki peran vital dalam hampir seluruh aktivitas. Mulai dari keperluan berwudhu untuk ibadah, menjaga kebersihan lingkungan, mencuci pakaian, hingga kebutuhan memasak di dapur santri.

Lebih jauh, berbagai kajian pembangunan menyebutkan bahwa akses terhadap air bersih memiliki keterkaitan erat dengan kualitas kesehatan masyarakat. Ketersediaan air yang memadai dapat meningkatkan sanitasi lingkungan, menurunkan risiko penyakit, serta menciptakan suasana belajar yang lebih sehat dan nyaman.

Di lembaga pendidikan berbasis asrama seperti pesantren, hal ini menjadi semakin penting. Para santri yang tinggal dan belajar di satu lingkungan yang sama membutuhkan sistem sanitasi yang baik agar aktivitas pendidikan dapat berlangsung secara optimal.

Infrastruktur Sederhana dengan Dampak Besar

Pembangunan sumur bor di Pesantren Agro Hidayatullah Manokwari menjadi contoh bagaimana infrastruktur sederhana dapat memberikan dampak besar bagi keberlanjutan sebuah lembaga pendidikan.

Dengan adanya akses air yang lebih stabil, berbagai rencana pengembangan pesantren dapat berjalan lebih baik. Fasilitas ibadah dan tempat tinggal santri dapat dibangun dengan dukungan sumber air yang memadai, sehingga kegiatan belajar mengajar dan pembinaan karakter santri dapat berlangsung secara lebih efektif.

Program ini juga menjadi bukti bahwa pengelolaan dana zakat, infak, dan sedekah dapat menghadirkan solusi konkret bagi kebutuhan dasar masyarakat, khususnya di wilayah yang masih menghadapi keterbatasan infrastruktur.

Melalui program sumur bor ini, BMH berharap Pesantren Agro Hidayatullah Manokwari dapat terus berkembang sebagai pusat pendidikan Islam yang melahirkan generasi berilmu, berakhlak, serta memiliki kepedulian terhadap masyarakat dan lingkungan sekitarnya.

Dengan dukungan fasilitas yang semakin memadai, para santri diharapkan dapat belajar dengan lebih nyaman, sehat, dan produktif, sehingga kelak mampu memberikan kontribusi nyata bagi pembangunan masyarakat di Papua Barat dan Indonesia secara luas./Herim