Cegah Kepunahan Bahasa Daerah, Latih Guru RA Manba’ul Huda melalui Digitalisasi Dongeng Lokal untuk Generasi Alpha

Tim pengabdi UNISBA memberikan pendampingan kepada guru-guru RA Manba’ul Huda dalam sesi pelatihan peningkatan dialektika bahasa daerah, Jumat (10/7/2026)

BERITAUNGGULAN.COM, BANDUNG — Kekhawatiran atas menyusutnya penggunaan bahasa daerah di kalangan anak usia dini mendorong tim dosen Universitas Islam Bandung (Unisba) menggelar pelatihan dan pendampingan peningkatan dialektika bahasa bagi para pendidik Raudhatul Athfal (RA) Manba’ul Huda, Jalan Cijawura Girang IV Nomor 13, Buahbatu, Kota Bandung, Jumat (10/7/2026).

Kegiatan ini merupakan bagian dari Program Hibah Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemendiktisaintek) melalui Pengabdian kepada Masyarakat (PKM) skema Pemberdayaan Kemitraan Masyarakat bertajuk “Peningkatan Dialektika Digital”, fokus kegiatan terhadap digitalisasi dongeng lokal berbahasa daerah melalui media digital book.

Program yang diberi nama Digital Book DUGA (Dongeng Untuk Generasi Alpha) dirancang sebagai upaya konkret mencegah kepunahan bahasa daerah, khususnya bahasa Sunda, yang penggunaannya kian tergerus arus digitalisasi dan globalisasi pada generasi Alpha. Menurut data BPS tahun 2020, penutur bahasa Sunda dalam 10 tahun terakhir mengalami penuruan drastis, yakni kehilangan sebanyak 2 juta penutur.

Ketua tim pelaksana, Irma Yulita Silviany, S.S., M.Hum., menjelaskan bahwa pemilihan dongeng sebagai medium pembelajaran didasarkan pada fungsinya yang strategis dalam menanamkan nilai budaya sekaligus memperkenalkan kosakata bahasa daerah sejak usia dini.

Menurutnya, transformasi dongeng lokal ke dalam format digital book merupakan strategi adaptif agar warisan lisan tersebut tetap relevan dan menarik bagi anak-anak generasi Alpha yang tumbuh akrab dengan teknologi.

Pelatihan turut melibatkan dua akademisi lain, yakni Dr. Huriah Rachmah, M.Pd. dan Jeane Siti Dwijantie, M.Pd., serta didukung oleh dua mahasiswa Unisba yang membantu proses pendampingan teknis. Kegiatan diikuti oleh sepuluh peserta dari pihak mitra, terdiri atas satu kepala sekolah dan sembilan guru RA Manba’ul Huda, yang secara aktif mengikuti simulasi penggunaan serta praktik pembuatan digital book dongeng berbahasa Sunda.

Selama pelatihan, para guru tidak hanya diperkenalkan pada teknologi digital book, tetapi juga dibekali metode pendampingan agar mampu menerapkan materi tersebut dalam proses belajar-mengajar sehari-hari. Pendekatan ini diharapkan dapat memperkuat peran guru sebagai agen pelestari bahasa daerah di lingkungan pendidikan anak usia dini, mengingat masa emas tumbuh kembang anak menjadi periode krusial dalam pembentukan kemampuan berbahasa.

Program ini terselenggara atas dukungan pendanaan dari Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi, Riset, dan Teknologi (Diktisaintek Berdampak) serta difasilitasi oleh Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) Unisba yang menggandeng RA Manba’ul Huda sebagai mitra pelaksana.

Kolaborasi antara perguruan tinggi dan satuan pendidikan anak usia dini ini diharapkan dapat menjadi model pengabdian yang berkelanjutan dalam upaya pelestarian bahasa dan budaya daerah di tengah pesatnya transformasi digital.

Proyeksi ke depan, tim pengabdi berencana melakukan pendampingan lanjutan guna memastikan keberlanjutan penggunaan digital book di lingkungan RA Manba’ul Huda, sekaligus membuka peluang replikasi program serupa di satuan pendidikan anak usia dini lainnya di Kota Bandung. [ ]

Dok foto: Unisba