BERITAUNGGULAN.COM, BEKASI–Peran kader kesehatan sangat besar dalam membangun masyarakat sehat terutama di pedesaan. Di desa Sukamukti di Kecamatan Bojongmangu, Jawa Barat ada 30 kader kesehatan yang berperan penting dalam membangun masyarakat sehat bagi sekitar 4.000 warga Desa Sukamukti tersebut.
Didikasi mereka yang tanpa pamrih telah mendorong PT Astra Honda Motor (AHM) bersama pemerintah daerah dan dinas kesehatan setempat menghadirkan penguatan keterampilan mereka dalam melayani kesehatan masyarakat.
“Pelatihan ini memberikan pengetahuan baru bagi kami terutama dalam upaya meningkatkan pelayanan dan edukasi kesehatan masyarakat,” kata Kanah, salah satu kader posyandu Desa Sukamukti.
General Manager Corporate Communication AHM Ahmad Muhibbuddin mengungkapkan pelayanan kesehatan primer tingkat desa sangat penting untuk mendukung produktivitas dan kesehatan masyarakat. Pembekalan pada kader kesehatan di tingkat desa juga sejalan dengan fokus pemerintah dalam melakukan transformasi kesehatan Indonesia bagi seluruh lapisan masyarakat.
“Kami meyakini kolaborasi multistakeholder dapat membantu setiap keluarga desa meraih kehidupan yang lebih sehat dan produktif,” kata Muhib.
Tahun ini, AHM turut memberikan dukungan sarana dan prasarana operasional yang baru, seperti tempat tidur pasien dilengkapi selimut dan bantal, kursi tunggu pasien, papan nama dan informasi, petunjuk evakuasi dan titik kumpul, alat pemadam api ringan (APAR), laptop, meja dan kursi kerja.
Dalam satu tahun, secara bergantian mereka bersemangat memberikan layanan kesehatan kepada lebih dari 1.100 warga mulai dari ibu hamil, balita, orang dewasa, hingga lansia di Pustu Sukamukti.
Sebagai bentuk dukungan, AHM memberikan pelatihan dan pendampingan pagi para kader kesehatan sehingga mampu memberikan edukasi kesehatan yang lebih komprehensif.
Sebanyak 25 jenis keterampilan menjadi tolak ukur dalam Tanda Kecakapan Kader (TKK). Seperti layanan dasar bagi ibu hamil, balita hingga layanan bagi lanjut usia. Selain itu, mereka juga dilatih keterampilan dalam komunikasi yang efektif serta pengelolaan posyandu. Pelatihan dilakukan melalui pembekalan teori, simulasi, dan praktek lapangan.












