bulog

PP GMH dan BULOG Dorong Mahasiswa Pahami Tantangan Ketahanan Pangan Nasional

BERITAUNGGULAN.COM, BOGOR — Pengurus Pusat Gerakan Mahasiswa Hidayatullah (PP GMH) bersama Perum BULOG menggelar diskusi interaktif bertajuk “Mahasiswa, BULOG, dan Masa Depan Pangan Indonesia” dalam rangkaian program Next Gen Leaders (NGL) Batch III di Ar-Rohmah Training Center, Bogor.

Kegiatan tersebut menghadirkan Direktur Operasi Perum BULOG, Dr. dr. Andi Afdal Abdullah, M.B.A., AAK., yang memberikan pemaparan mengenai pentingnya ketahanan pangan sebagai salah satu pilar utama pembangunan nasional.

Dalam paparannya, Andi Afdal menjelaskan bahwa BULOG memiliki peran strategis dalam menjaga stabilitas pangan nasional melalui pengelolaan cadangan pangan pemerintah, pengendalian harga, serta distribusi pangan ke berbagai wilayah di Indonesia.

Menurutnya, ketahanan pangan bukan hanya soal meningkatkan produksi, tetapi juga memastikan masyarakat memperoleh akses pangan yang cukup, aman, dan terjangkau. Karena itu, BULOG menjadi instrumen penting negara dalam menjaga keseimbangan antara pasokan dan kebutuhan pangan masyarakat.

Ia juga mengingatkan bahwa sektor pangan ke depan akan menghadapi berbagai tantangan yang semakin kompleks, mulai dari pertumbuhan jumlah penduduk, perubahan iklim, hingga ketidakpastian ekonomi global. Kondisi tersebut membutuhkan sinergi berbagai pihak untuk menjaga keberlanjutan sistem pangan nasional.

Dalam sesi dialog bersama peserta, Andi menekankan pentingnya keterlibatan generasi muda dalam menjawab tantangan tersebut. Menurutnya, mahasiswa perlu membangun kapasitas diri melalui penguasaan ilmu pengetahuan, integritas, kedisiplinan, dan kemampuan kepemimpinan.

“Indonesia membutuhkan generasi muda yang tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga memiliki karakter kuat dan semangat pengabdian untuk menghadapi tantangan masa depan,” ujarnya.

Sementara itu, Ketua Umum PP GMH, Rizki Ulfahadi, menegaskan bahwa isu ketahanan pangan merupakan agenda strategis yang harus dipahami oleh kalangan mahasiswa karena berkaitan langsung dengan masa depan bangsa.

Menurut Rizki, ketahanan pangan tidak hanya memiliki dimensi ekonomi, tetapi juga menjadi bagian penting dari kedaulatan nasional. Kemampuan suatu negara memenuhi kebutuhan pangan masyarakatnya secara mandiri akan menentukan tingkat ketahanan dan daya saing bangsa.

“Ketergantungan terhadap pihak luar dalam memenuhi kebutuhan pangan dapat menimbulkan berbagai risiko. Karena itu, kemandirian pangan harus menjadi perhatian bersama sebagai bagian dari upaya memperkuat kedaulatan bangsa,” kata Rizki.

Ia menambahkan, diskusi bersama BULOG tersebut merupakan bagian dari komitmen PP GMH dalam memperluas wawasan mahasiswa terhadap berbagai isu strategis nasional. Melalui forum dialog dengan para pemimpin dan praktisi, peserta diharapkan memperoleh perspektif yang lebih luas mengenai tantangan pembangunan Indonesia.

Melalui kegiatan ini, PP GMH berharap lahir generasi muda yang tidak hanya memahami persoalan ketahanan pangan, tetapi juga mampu menghadirkan gagasan, inovasi, serta solusi nyata dalam mendukung terwujudnya Indonesia Emas 2045.