BERITAUNGGULAN.COM, BANDUNG — Universitas Islam Bandung (Unisba) menyelenggarakan kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) Berdampak yang berfokus pada peningkatan kualitas kesehatan masyarakat Kelurahan Sukaluyu, khususnya kelompok lanjut usia (lansia).
Kegiatan ini mengusung tema “Edukasi Peningkatan Pengetahuan Masyarakat tentang Penyakit dan Swamedikasi yang Aman pada Lansia” dan dilaksanakan pada Sabtu, 31 Januari 2026, bertempat di Kampus III Sukaluyu Universitas Islam Bandung.
Program ini bertujuan meningkatkan pemahaman lansia mengenai berbagai penyakit yang umum terjadi pada usia lanjut, sekaligus menanamkan kesadaran akan pentingnya praktik swamedikasi yang aman dan rasional.
Edukasi tersebut dinilai krusial mengingat lansia merupakan kelompok rentan terhadap kesalahan penggunaan obat yang dapat berdampak pada kondisi kesehatannya.

Melalui pendekatan edukatif dan preventif, Unisba berupaya memberikan manfaat langsung serta mendukung peningkatan derajat kesehatan masyarakat di lingkungan sekitar kampus.
Kegiatan dibuka secara resmi oleh Ketua RW 05 Kelurahan Sukaluyu, Gan Bondilie, yang menyampaikan apresiasi atas terselenggaranya program pengabdian di wilayahnya. Ia menilai kegiatan ini sangat relevan dengan kebutuhan masyarakat, terutama para lansia.
Dukungan juga datang dari Pemerintah Kelurahan Sukaluyu yang diwakili oleh Rina Soffiani. Kehadiran perwakilan kelurahan tersebut mencerminkan sinergi yang baik antara perguruan tinggi dan pemerintah setempat dalam upaya peningkatan kesehatan masyarakat.
Pembukaan kegiatan selanjutnya disampaikan oleh Dekan Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (FMIPA) Universitas Islam Bandung, Dr. apt. Suwendar, M.Si. Dalam sambutannya, ia menegaskan komitmen fakultas dalam menjalankan Tridarma Perguruan Tinggi secara berkelanjutan.
Menurutnya, pengabdian kepada masyarakat merupakan wujud nyata peran akademisi dalam menjawab permasalahan kesehatan yang dihadapi masyarakat, khususnya di lingkungan sekitar kampus. Kolaborasi lintas sektor diharapkan dapat memperkuat dampak dari kegiatan ini.
Kegiatan PkM Berdampak ini diketuai oleh apt. Bertha Rusdi, M.Si., Ph.D, dengan dukungan tim dosen yang memiliki kompetensi di bidang kefarmasian.
Tim dosen terdiri atas Dr. apt. Suwendar, M.Si; Dr. apt. Umi Yuniarni, M.Si; Dr. apt. Hilda Aprilia Wisnuwardhani, M.Si; apt. Vinda Maharani Patricia, M.Si; apt. Farendina Suarantika, M.S.Farm; apt. Taufik Muhammad Fakih, M.S.Farm; serta apt. Andrian Hoerul Anwar, M.S.Farm. Seluruh tim berperan aktif dalam perencanaan, pelaksanaan, hingga evaluasi kegiatan.
Selain dosen, kegiatan ini juga melibatkan mahasiswa sebagai bagian dari proses pembelajaran dan pengabdian kepada masyarakat. Mahasiswa yang terlibat antara lain Hilmi Fauzan Nurhakim, Sofie Ayunia Rachmawati, Ihsan Jaya Fathurohman, dan Rahma Azizah.
Keterlibatan mahasiswa memberikan pengalaman langsung dalam berinteraksi dengan masyarakat serta mendukung pelaksanaan teknis kegiatan. Sinergi antara dosen dan mahasiswa menjadi salah satu kekuatan utama dalam pelaksanaan PkM ini.
Materi edukasi disampaikan dalam dua sesi utama yang disesuaikan dengan kebutuhan lansia. Materi pertama bertajuk “Mengenal dan Mencegah Penyakit pada Lansia” disampaikan oleh Dr. apt. Umi Yuniarni, M.Si, yang membahas berbagai penyakit yang umum dialami lansia beserta langkah-langkah pencegahannya.
Sesi materi edukasi ini bertujuan meningkatkan kesadaran lansia akan pentingnya menjaga kesehatan secara mandiri.
Materi kedua, “Penyuluhan Swamedikasi pada Lansia”, disampaikan oleh apt. Andrian Hoerul Anwar, M.S.Farm. Dalam sesi ini, peserta dibekali pemahaman mengenai penggunaan obat yang tepat, aman, dan sesuai dengan kondisi lansia, termasuk batasan swamedikasi serta kapan harus berkonsultasi dengan tenaga kesehatan.
Penyampaian materi dilakukan dengan bahasa yang sederhana dan mudah dipahami, sehingga mendorong interaksi aktif antara pemateri dan peserta.
Selain edukasi, kegiatan ini juga dilengkapi dengan pemeriksaan kesehatan berupa pengecekan tekanan darah, gula darah, dan asam urat, serta layanan konseling kesehatan bagi peserta lansia.
Layanan ini dilaksanakan oleh Tim Apotek Universitas Islam Bandung yang terdiri atas Restian Budhi Prasetyo, S.Farm., dan Muhammad Rachman Alviannudin, S.Farm. Pemeriksaan dan konseling kesehatan tersebut memberikan gambaran awal kondisi kesehatan peserta sekaligus arahan terkait pengelolaan kesehatan dan penggunaan obat yang tepat.
Kegiatan ini mendapatkan respons positif dari masyarakat karena memberikan manfaat langsung bagi peserta. Melalui PkM Berdampak ini, Universitas Islam Bandung berharap dapat berkontribusi dalam meningkatkan kualitas hidup lansia di Kelurahan Sukaluyu serta menjadikannya sebagai model pengabdian masyarakat yang berkelanjutan dan berbasis kebutuhan nyata masyarakat. [ ]
Dok foto: Unisba












