"Jembatan Inovasi: 17 Nagari Resmi Terpilih Menjadi Laboratorium Hidup Universitas Andalas"

“Jembatan Inovasi: 17 Nagari Resmi Terpilih Menjadi Laboratorium Hidup Universitas Andalas”

BERITAUNGGULAN.COM, LIMAU MANIS PADANG – Rabu (11/02/2026) Universitas Andalas (UNAND) kembali mempertegas komitmennya dalam membangun Indonesia dari pinggiran. Melalui Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM), UNAND secara resmi mengumumkan 17 Nagari/Desa dan Kecamatan yang berhasil lolos seleksi ketat dalam program Nagari Binaan Tahun 2025.

Program ini berada di bawah koordinasi Prof. Dr. techn. Marzuki selaku Ketua LPPM UNAND menegaskan Bukan sekadar program formalitas, inisiatif ini merupakan langkah strategis untuk mengawinkan kepakaran akademis dengan kearifan lokal. Nagari yang terpilih, mulai dari Balingka di Agam hingga Muara Sikabaluan di Kepulauan Mentawai, akan menjadi fokus pendampingan intensif. Tujuannya jelas: meningkatkan tata kelola pemerintahan desa, memberdayakan ekonomi masyarakat, dan mempercepat digitalisasi melalui inovasi ilmu pengetahuan dan teknologi, tuturnya.

 Lampiran Surat Nomor : 1040/UN16.19/PT/2025 Tanggal: 9 Desember 2025
Lampiran Surat Nomor : 1040/UN16.19/PT/2025 Tanggal: 9 Desember 2025


Mengapa Program Ini Penting?
Bagi Nagari, ini adalah peluang emas untuk mendapatkan akses jejaring strategis dan bantuan riset yang berkelanjutan. Tantangan pembangunan di tingkat desa seringkali terbentur pada keterbatasan akses teknologi. Di sinilah peran UNAND hadir sebagai “pendamping setia” yang akan menerjunkan pakar-pakar terbaiknya sebagai Koordinator Pendampingan, tegas Prof. Dr. techn. Marzuki.

Sebagai contoh, Kecamatan Pauh di Kota Padang kini ditetapkan sebagai Kecamatan Binaan khusus untuk memperkuat sinergi antara kampus dan lingkungan sekitarnya. Kolaborasi ini diharapkan tidak hanya menciptakan “Nagari Mandiri,” tetapi juga Nagari yang mampu bersaing di level nasional melalui produk unggulan dan sistem pelayanan yang lebih modern.