Mazda Resmi Merakit Kendaraan di Indonesia, Resmikan Pabrik Pertama dengan Standar Manufaktur Global

Mazda Resmi Merakit Kendaraan Pertama di Indonesia

BERITAUNGGULAN.COM, CITEUREUP BOGOR – Rabu (29/7/2026) Investasi lebih dari Rp400 miliar menjadikan Indonesia sebagai salah satu basis perakitan Mazda yang menerapkan standar manufaktur global, sekaligus memperkuat komitmen jangka panjang perusahaan dalam mendukung pengembangan industri otomotif nasional.

PT Eurokars Motor Indonesia (EMI), Agen Pemegang Merek (APM) Mazda di Indonesia, hari ini secara resmi meresmikan Mazda Indonesia Plant, fasilitas perakitan pertama Mazda di Indonesia yang berlokasi di Citeureup, Kabupaten Bogor, Jawa Barat. Peresmian ini dihadiri oleh jajaran Kementerian Perindustrian Republik Indonesia, perwakilan Mazda Motor Corporation, serta pimpinan Eurokars Group sebagai simbol kolaborasi antara pemerintah, prinsipal global, dan mitra regional dalam memperkuat industri otomotif Indonesia.

Peresmian ini menandai babak baru perjalanan Mazda di Indonesia. Untuk pertama kali-nya sejak dipercaya menjadi Agen Pemegang Merek Mazda pada tahun 2017, Mazda kini merakit kendaraan di Indonesia sebagai bagian dari strategi investasi jangka panjang perusahaan. Kehadiran Mazda Indonesia Plant tidak hanya memperluas kapabilitas manufaktur Mazda di Indonesia, tetapi juga menjadi fondasi untuk menghadirkan kualitas produksi yang mengacu pada standar global Mazda sekaligus menciptakan nilai tambah bagi industri otomotif nasional.

Melalui investasi lebih dari Rp400 miliar, Mazda membangun fasilitas perakitan di atas lahan hampir 65.000-meter persegi yang dilengkapi dengan lini produksi, area validasi kualitas, dedicated test track, serta berbagai fasilitas pendukung yang dirancang berdasarkan Mazda Global Manufacturing Standards. Pada tahap awal operasional, fasilitas ini merakit Mazda CX-30 sebagai model pertama produksi lokal, dengan kapasitas hingga lebih dari 10.000-unit per tahun melalui operasional dua shift, seiring perkembangan bisnis perusahaan.

Built for Mazda. Crafted for Quality.

Mazda Indonesia Plant merupakan dedicated vehicle assembly facility yang dibangun secara eksklusif untuk kendaraan Mazda. Berbeda dengan fasilitas perakitan yang menggunakan shared assembly line, seluruh fasilitas, peralatan, metode kerja, serta proses produksi dirancang secara khusus sesuai karakteristik kendaraan Mazda sehingga setiap tahapan produksi dapat dijalankan secara konsisten berdasarkan standar manufaktur global Mazda.

Proses produksi di Mazda Indonesia Plant mengintegrasikan seluruh tahapan dalam satu alur yang terstandarisasi, dimulai dari penerimaan komponen Completely Knocked Down (CKD), pengelolaan material melalui Warehouse Management System (WMS), proses kitting, hingga distribusi komponen ke setiap stasiun perakitan sesuai urutan produksi.

Seluruh aktivitas produksi dikendalikan melalui Manufacturing Execution System (Assembly Line Control) yang memungkinkan setiap komponen, setiap proses, dan setiap kendaraan terdokumentasi secara digital dengan tingkat traceability yang tinggi. Pendekatan ini memastikan seluruh proses produksi berlangsung secara akurat, konsisten, dan sesuai standar manufaktur global Mazda.

Setelah proses perakitan selesai, setiap kendaraan menjalani rangkaian validasi kualitas secara menyeluruh, mulai dari body setting, wheel alignment, hingga dynamic test pada dedicated test track yang mensimulasikan berbagai karakter jalan. Pengujian kemudian dilanjutkan melalui Water Leak Test, Under Body InspectionFinal Inspection, serta Product Audit sebelum kendaraan dinyatakan memenuhi standar kualitas Mazda dan didistribusikan kepada pelanggan.

Seluruh hasil inspeksi kemudian dievaluasi di Audit Room sebagai pusat validasi kualitas kendaraan berdasarkan Mazda Quality Index for Customer (MQIC), sehingga setiap kendaraan yang diproduksi memenuhi standar kualitas global Mazda sebelum diterima oleh pelanggan.

A New Chapter Begins

Mazda Indonesia Plant merupakan fondasi strategi investasi jangka panjang Mazda di Indonesia. Lebih dari sekadar pembangunan fasilitas perakitan, investasi ini menjadi bagian dari upaya perusahaan untuk membangun kapabilitas manufaktur premium melalui penerapan standar global Mazda, pengembangan kompetensi Sumber Daya Manusia Indonesia, serta transfer pengetahuan manufaktur yang dilakukan bersama Mazda Motor Corporation.

Seiring perkembangan bisnis perusahaan, Mazda Indonesia Plant juga dipersiapkan untuk mendukung pengembangan model-model Mazda lain-nya yang dirakit di Indonesia, peningkatan kapasitas produksi secara bertahap, serta peningkatan penggunaan komponen dalam negeri melalui kolaborasi dengan industri pendukung nasional tanpa mengurangi standar kualitas global Mazda.

“Hari ini merupakan tonggak penting dalam perjalanan Mazda di Indonesia. Peresmian Mazda Indonesia Plant bukan sekadar menghadirkan fasilitas perakitan pertama Mazda di Indonesia, tetapi juga menjadi fondasi bagi masa depan Mazda di Indonesia. Melalui investasi ini, kami menghadirkan standar manufaktur global Mazda sekaligus menegaskan komitmen jangka panjang kami untuk tumbuh bersama Indonesia dan memberikan kontribusi nyata bagi perkembangan industri otomotif nasional.”

“Ke depan, Mazda Indonesia Plant akan menjadi fondasi bagi pengembangan manufaktur Mazda di Indonesia, mulai dari pengembangan model-model baru, peningkatan kapasitas produksi secara bertahap, hingga penguatan kolaborasi dengan industri pendukung nasional. Kami ingin memastikan bahwa investasi ini tidak hanya menghadirkan kendaraan berkualitas global, tetapi juga menciptakan nilai yang berkelanjutan bagi pelanggan, masyarakat, dan industri otomotif Indonesia,” ujar Ricky Thio, President Director PT Eurokars Produksi Pratama sekaligus Chief Operating Officer PT Eurokars Motor Indonesia.

People Build Quality

Di Mazda, kualitas selalu dimulai dari manusia. Filosofi tersebut diwujudkan melalui pendekatan People, Process, and Quality, yang menjadi landasan operasional Mazda Indonesia Plant.

Seluruh personel produksi menjalani program pelatihan intensif dengan pendampingan langsung dari tenaga ahli Mazda Motor Corporation. Selain membangun kompetensi teknis, program ini juga menjadi bagian dari proses transfer pengetahuan manufaktur Mazda kepada Sumber Daya Manusia Indonesia. Setiap personel dibekali filosofi Monozukuri, semangat Takumi Craftsmanship, serta zero defect mindset sebagai budaya kerja yang menempatkan kualitas sebagai tanggung jawab setiap individu sejak awal proses produksi.

” Mazda Motor Corporation mendukung pengembangan Mazda Indonesia Plant melalui transfer pengetahuan manufaktur, sistem produksi, praktik manajemen kualitas, serta pengembangan kapabilitas Sumber Daya Manusia. Kami percaya bahwa kualitas dibangun oleh manusia, disempurnakan melalui proses yang disiplin, dan dipertahankan melalui perbaikan yang berkelanjutan. Karena itu, setiap kendaraan yang dirakit di fasilitas ini harus menghadirkan kualitas, craftsmanship, performa, keandalan, dan pengalaman berkendara yang diharapkan pelanggan Mazda di Indonesia,” ujar Toru Nakajima, Senior Executive Officer, ASEAN Business Office, Mazda Motor Corporation.

Quality Without Compromise

Bagi Mazda, kualitas bukanlah hasil akhir dari proses produksi, melainkan prinsip yang menjadi landasan dalam setiap keputusan manufaktur. Filosofi Quality Before Volume menjadi komitmen Mazda Indonesia Plant untuk memastikan setiap kendaraan memenuhi standar kualitas global Mazda sebelum kapasitas produksi ditingkatkan seiring perkembangan pasar.

Komitmen tersebut diwujudkan melalui sistem pengendalian mutu berlapis yang diterapkan pada setiap tahapan produksi. Selain pengawasan kualitas yang dilakukan secara berkesinambungan di sepanjang proses perakitan, setiap kendaraan menjalani Process Audit, Product Audit, serta Mazda Quality Index for Customer (MQIC) Audit yang dilakukan secara berkala oleh Mazda Motor Corporation untuk memastikan konsistensi penerapan standar kualitas global.

Seluruh proses operasional juga mengacu pada Instruction Sheets for Operation (ISFO) dan Instruction Sheets for Inspection (ISFI) yang dikendalikan langsung oleh Mazda Motor Corporation sebagai standar kerja dan inspeksi di setiap tahapan produksi. Sebagai lapisan validasi tambahan, Mazda Indonesia Plant juga menjalani Third Party Audit oleh lembaga independen internasional guna memastikan objektivitas serta konsistensi kualitas yang dihasilkan.

Melalui kombinasi antara Sumber Daya Manusia yang kompeten, proses manufaktur yang terstandarisasi, teknologi produksi modern, serta sistem pengendalian mutu yang komprehensif, Mazda memastikan setiap kendaraan yang dirakit di Indonesia menghadirkan kualitas, keselamatan, keandalan, dan pengalaman berkendara yang menjadi karakter khas Mazda.

Growing Together with Indonesia

Peresmian Mazda Indonesia Plant menandai komitmen Mazda untuk terus bertumbuh bersama Indonesia melalui investasi yang berkelanjutan, pengembangan kapabilitas manufaktur, serta kolaborasi yang semakin erat dengan pemerintah, industri pendukung, dan berbagai pemangku kepentingan.

Seiring perkembangan operasional perusahaan, fasilitas ini dipersiapkan untuk mendukung peningkatan kapasitas produksi, pengembangan model-model Mazda lain-nya yang dirakit di Indonesia, peningkatan penggunaan komponen dalam negeri secara bertahap, penguatan kolaborasi dengan industri pendukung nasional, pengembangan kompetensi Sumber Daya Manusia, serta membuka peluang aktivitas ekspor sesuai perkembangan bisnis perusahaan.

Melalui investasi ini, Mazda berharap dapat menciptakan nilai tambah yang berkelanjutan melalui transfer pengetahuan manufaktur, penguatan daya saing industri, penciptaan lapangan kerja, serta pengembangan ekosistem otomotif nasional yang semakin kompetitif.

“Pemerintah mengapresiasi komitmen investasi Mazda melalui pembangunan Mazda Indonesia Plant sebagai bagian dari upaya memperkuat industri manufaktur otomotif nasional. Sebagai penutup, kami menyampaikan apresiasi dan ucapan selamat kepada PT Eurokars Produksi Pratama (Mazda Indonesia) atas peresmian fasilitas produksi Mazda di Indonesia. Dengan kapasitas produksi mencapai 10.000 unit per tahun, kami berharap kehadiran fasilitas ini dapat memberikan nilai tambah yang semakin besar bagi perekonomian nasional melalui peningkatan aktivitas manufaktur dalam negeri, penguatan alih teknologi, pengembangan Sumber Daya Manusia, serta perluasan penyerapan tenaga kerja di sektor otomotif. Semoga investasi ini menjadi tonggak penting dalam memperkuat daya saing industri otomotif nasional sekaligus mempererat kemitraan antara Pemerintah dan Mazda dalam mewujudkan industri otomotif Indonesia yang maju, berdaya saing, dan berkelanjutan,” ujar Setia Diarta, Direktur Jenderal Industri Logam, Mesin, Alat Transportasi, dan Elektronika (ILMATE), Kementerian Perindustrian Republik Indonesia.

Lebih dari sekadar fasilitas perakitan, Mazda Indonesia Plant merupakan fondasi baru perjalanan Mazda di Indonesia, sebuah investasi yang dibangun atas keyakinan terhadap kemampuan Sumber Daya Manusia Indonesia, penerapan standar manufaktur global, serta komitmen untuk tumbuh bersama industri otomotif nasional.