Oleh: Intan Nurrachmi
BERITAUNGGULAN.COM, KABUPATEN BANDUNG — Pembangunan desa tidak lagi hanya berbicara mengenai infrastruktur fisik, tetapi juga tentang bagaimana menciptakan ruang hidup yang berkualitas, aman, edukatif, dan mampu meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Dalam konteks tersebut, kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (PKM) Hibah dari Kemdiktisaintek Tahun 2026 di Desa Citaman, Kecamatan Rancaekek, Kabupaten Bandung menjadi contoh nyata bagaimana kolaborasi akademisi, pemerintah Desa, komunitas lokal dan masyarakat dapat menghadirkan perubahan yang berdampak luas di lingkungan sekitarnya.
Program yang bertajuk “Pemberdayaan Komunitas Arsitek Desa melalui Rancang Taman Bermain Anak Usia Dini untuk Meningkatkan Ekonomi Kreatif di Desa Citaman Nagreg Kabupaten Bandung” bukan hanya kegiatan seremonial atau perumusan site plan taman bermain biasa. Lebih dari itu, kegiatan ini menunjukkan bahwa pemberdayaan sumber daya manusia lokal merupakan kunci utama dalam pembangunan desa yang kreatif dan berkelanjutan.
Keberadaan Komunitas Arsitek Desa Al Munawar menjadi potensi besar yang patut diapresiasi. Selama ini, banyak potensi masyarakat desa yang belum mendapatkan ruang pengembangan secara optimal. Padahal, ketika masyarakat diberikan pendampingan, pelatihan, dan kepercayaan, mereka mampu menjadi pelaku utama pembangunan di lingkungannya sendiri. Melalui program ini, komunitas arsitek desa tidak hanya dilibatkan sebagai peserta, tetapi juga sebagai mitra strategis dalam menciptakan ruang publik yang bermanfaat bagi Masyarakat sekaligus menumbuhkan ekonomi kreatif.
Rancang taman bermain anak usia dini yang diusung dalam program ini juga memiliki nilai sosial yang sangat penting. Di tengah semakin terbatasnya ruang bermain anak yang aman dan edukatif, kehadiran playground berbasis lingkungan dapat menjadi sarana tumbuh kembang anak secara optimal. Anak-anak membutuhkan ruang untuk bermain, belajar bersosialisasi, melatih motorik, hingga membangun kreativitas sejak dini. Oleh karena itu, pembangunan taman bermain ramah anak merupakan investasi sosial jangka panjang bagi masa depan desa khususnya dan masa depan bangsa pada umumnya.
Selain aspek sosial kemasyarakatan dan meningkatkan produktivitas, program ini juga membuka peluang ekonomi kreatif bagi masyarakat. Pelatihan penyusunan site plan dengan aplikasi 3D modelling dan rendering, penguatan keterampilan desain, hingga manajemen jasa yang akan dilakukan pada tahap berikutnya dapat menjadi modal penting bagi komunitas arsitek desa untuk mengembangkan usaha berbasis jasa kreatif. Dengan demikian, masyarakat tidak hanya menjadi penerima manfaat, tetapi juga mampu menciptakan peluang ekonomi baru secara mandiri.
Kegiatan PKM ini memperlihatkan bahwa perguruan tinggi dalam hal ini Unisba memiliki peran strategis dalam mendampingi masyarakat melalui ilmu pengetahuan dan inovasi. Kolaborasi antara akademisi, pemerintah desa, komunitas lokal, dan masyarakat merupakan model pembangunan yang perlu terus diperkuat. Ketika ilmu pengetahuan dipadukan dengan potensi lokal, maka pembangunan desa akan lebih tepat sasaran dan berkelanjutan.
Desa Citaman melalui program ini dapat menjadi contoh bahwa pembangunan ruang publik ramah anak dapat berjalan seiring dengan pemberdayaan masyarakat dan penguatan ekonomi kreatif desa. Harapannya, kegiatan seperti ini tidak berhenti pada satu program saja, melainkan mampu menjadi gerakan bersama untuk menciptakan desa yang lebih inklusif, kreatif, dan berdaya saing.
Pada akhirnya, keberhasilan pembangunan desa yang bermakana adalah pembangunan yang mampu memberdayakan masyarakatnya, menumbuhkan krativitas serta membuka peluang bagi terciptanya masa depan yang lebih baik dan berkelanjutan. [ ]










