Oleh Dr. Deis Hikmawati, dr., SpKK., MKes., FINSDV
( Dosen Fakultas Kedokteran Unisba )
BERITAUNGGULAN.COM, BANDUNG — Kader Posyandu merupakan ujung tombak pelayanan kesehatan dasar bagi anggota masyarakat setempat, terutama dalam kegiatan seperti posyandu balita, lansia yang menjadi wadah edukasi kesehatan yang saat ini sudah dilakukan dalam bentuk layanan integrasi primer sesuai arahan dari Puskesmas.
Walaupun kader sudah terlibat dalam berbagai edukasi kesehatan yang dilakukan oleh Puskesmas setempat, namun berdasarkan hasil wawancara dengan beberapa kader di RW 13, di Kelurahan Sekejati, Kecamatan Buah Batu kota Bandung, ditemukan permasalahan masih belum adanya pendampingan pemilihan dan penggunaan skincare anti-aging yang aman memadai.
Hal ini masih rancu dengan banyaknya informasi yang bersifat komersial dan kurang berbasis bukti kesehatan yang sering beredar di media sosial dan lingkungan masyarakat. Rendahnya pemahaman ini berdampak pada ketidakmampuan kader dalam memberikan edukasi yang benar dan menjawab pertanyaan masyarakat mengenai penggunaan skincare yang aman dan sehat.
Tujuan program pengabdian kepada masyarakat ini diharapkan dapat meningkatkan pemahaman kader sebagai pemberdaya warga terkait pemilihan skincare dan kosmetik yang aman, pencegahan penuaan dini, dan kesehatan kulit secara umum, serta mendorong perilaku penggunaan produk skincare dan kosmetik yang aman sesuai dengan fakta medis.
Hal ini sejalan dengan peta jalan PKM FK Unisba bidang unggulan pengabdian kepada masyarakat (PKM) Implementasi pendekatan individu, komunitas dan biomolekuler pada populasi untuk meningkatkan kesehatan masyarakat di era industri.
Kegiatan ini mengacu kepada Asta Cita bidang Kesehatan no. 5 Harmonisasi Standar dan Pengawasan Kesehatan, dan sesuai dengan bidang unggulan dalam peta jalan PkM FK Unisba no.2 : Implementasi pendekatan individu, komunitas dan biomolekuler pada populasi untuk meningkatkan kesehatan masyarakat di era industri, serta Implementasi kesehatan berbasis individu, komunitas, perilaku, ilmu kedokteran dasar dan klinis, bioetik dan pendidikan kedokteran.
Dalam kegiatan ini, ketua PKM Dr. Deis Hikmawati, dr., SpKK., MKes., FINSDV menjelaskan bahwa realitanya, kulit adalah “wajah” dari kesehatan kita. Sebagai garda terdepan yang berinteraksi langsung dengan dunia luar, kulit sering kali memberikan sinyal kelelahan jauh sebelum kondisi fisik kita secara umum menurun.
Bagi kita yang hidup di tengah hiruk-pikuk kota besar, memahami mekanisme kulit bukan sekadar urusan estetika, melainkan investasi kesehatan jangka panjang. Dalam kesempatan kegiatan PKM ini dibedah mengapa kulit menjadi organ yang paling utama dalam menunjukkan proses penuaan.
Kulit merupakan pertahanan yang melindungi tubuh dari lingkungan luar. Selain melindungi tubuh dari kehilangan cairan dan infeksi mikroorganisme, kulit juga memiliki peranan estetik. Penuaan adalah suatu proses natural dan bertahap yang mengakibatkan penurunan fungsi semua organ tubuh termasuk kulit.
Penuaan kulit tidak hanya terbatas dengan kelemahan sistem integumen, tetapi merupakan perubahan signifikan pada struktur dan fungsi seluruh bagian dari kulit seperti defisiensi imunitas, keseimbangan mikroorganisme, penyembuhan luka, serta sel punca sehat yang mempertahankannya.
Secara umum, terdapat dua faktor yang bertanggung jawab terhadap penuaan kulit yaitu penuaan intrinsik dan ekstrinsik. Proses penuaan Bukan Sekadar Angka Usia, hal ini memang merupakan proses yang alami, namun kecepatannya sangat bergantung pada variabel yang kita hadapi di tengah city hustle.
Penuaan adalah hasil sinergi faktor internal dan eksternal, antara lain Stres (Tekanan pekerjaan dan gaya hidup urban memicu reaksi kimia sistemik yang merusak sel kulit), Genetik (Faktor bawaan yang menentukan seberapa tangguh fondasi kulit Anda), Hormonal (Fluktuasi hormon yang memengaruhi kelembapan alami dari dalam), Gaya Hidup & Pola Makan (Nutrisi yang buruk adalah bahan bakar utama penuaan dini), Sinar Matahari & Lingkungan (Paparan UV dan polusi kota adalah musuh nomor satu yang merusak struktur kulit secara agresif).
Memahami hal ini menyadarkan kita bahwa penuaan bukanlah takdir yang tak bisa dikendalikan, melainkan hasil dari akumulasi kebiasaan harian, sehingga pemeliharaannya memerlukan keilmuan yang benar dan literasi yang benar, serta perlu tempat dan pakar untuk berkonsultasi agar kulit sebagai garda terdepan dapat terjaga kesehatannya.
Dengan kegiatan PKM ini mudah-mudahan dapat sebagai pembuka media sebagai upaya optimal menjaga kesehatan kulit bagi ibu-ibu para kader posyandu. [ ]











