RI–Tiongkok Perkuat Kolaborasi, Bangun Platform Digital untuk Tingkatkan SDM Industri

RI–Tiongkok Perkuat Kolaborasi, Bangun Platform Digital untuk Tingkatkan SDM Industri

BERITAUNGGULAN.COM, , Pemerintah Indonesia melalui Kementerian Perindustrian (Kemenperin) terus mempercepat transformasi sektor manufaktur menuju era industri 4.0. Langkah ini menjadi bagian dari strategi besar untuk meningkatkan daya saing industri nasional di tingkat global melalui pemanfaatan teknologi digital serta penguatan ekosistem inovasi.

Menteri Perindustrian, Agus Gumiwang Kartasasmita, menegaskan bahwa digitalisasi merupakan fondasi utama dalam menciptakan industri yang modern, efisien, dan berkelanjutan. Menurutnya, penerapan teknologi industri 4.0 tidak hanya mendorong produktivitas, tetapi juga mempercepat inovasi dan memperkuat posisi produk Indonesia di pasar internasional.

“Transformasi digital adalah kunci untuk membangun industri yang tangguh dan mampu bersaing dalam rantai pasok global yang semakin terintegrasi,” ujarnya dalam keterangan resmi di Jakarta.

Sebagai bagian dari upaya tersebut, Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia Industri (BPSDMI) Kemenperin menjalin kerja sama strategis dengan sejumlah mitra dari Tiongkok. Kolaborasi ini melibatkan Irootech Technology Co. Ltd. dan Machinery Industry Education Development Center (MIEDC), yang bersama-sama membentuk platform kolaborasi internasional di bidang digitalisasi industri dan kecerdasan buatan (AI).

Kepala BPSDMI, Doddy Rahadi, menyampaikan bahwa perkembangan pesat industri 4.0 menuntut kesiapan SDM yang tidak hanya adaptif, tetapi juga memiliki kompetensi teknologi tinggi. Oleh karena itu, kerja sama lintas negara dinilai penting untuk mempercepat pengembangan talenta industri.

“Kolaborasi global menjadi langkah strategis untuk menciptakan tenaga kerja yang siap menghadapi tantangan industri masa depan,” jelasnya.

Dalam rangka memperkuat kerja sama tersebut, tim BPSDMI melakukan kunjungan ke berbagai institusi pendidikan vokasi, perusahaan, dan asosiasi industri di Tiongkok. Kunjungan ini mencakup sejumlah lembaga seperti Sany Group, Wuhan Vocational College of Software and Engineering, Guangzhou Polytechnic, serta MIEDC.

Selain itu, delegasi Indonesia juga menghadiri forum internasional bertajuk Higher Education Institutions Industrial Digitalization and Artificial Intelligence Innovation Conference and Industry-Education Integration Development Summit. Dalam forum tersebut, secara resmi diluncurkan Aliansi Kerja Sama Internasional untuk Pengembangan Talenta Digitalisasi Industri dan Kecerdasan Buatan.

Aliansi ini menjadi wadah sinergi antara sektor industri, pendidikan, dan pemerintah dari kedua negara. Tujuannya adalah memperkuat integrasi dunia pendidikan dengan kebutuhan industri, sekaligus mencetak tenaga profesional yang kompeten di bidang teknologi digital.

Kepala Pusat Pengembangan Pendidikan Vokasi Industri (PPPVI), Wulan Aprilianti Permatasari, menjelaskan bahwa kolaborasi ini diharapkan mampu menciptakan ekosistem pengembangan talenta yang lebih luas dan berkelanjutan.

“Kami ingin membangun jaringan global yang aktif dalam mengembangkan SDM unggul, khususnya di bidang digitalisasi dan kecerdasan industri,” ujarnya.

Dari pihak mitra, Vice President Irootech Technology Co. Ltd., Ye Fei, menyampaikan optimismenya terhadap kerja sama ini. Ia menilai platform kolaboratif tersebut dapat menjadi sarana penting dalam mencetak talenta digital serta memperkuat hubungan bilateral Indonesia–Tiongkok.

Ia juga membuka peluang kerja sama lanjutan, termasuk penyelenggaraan kompetisi keterampilan vokasi dan pertukaran talenta dalam ajang WorldSkills Competition, khususnya di sektor industri digital.

Kerja sama ini merupakan tindak lanjut dari nota kesepahaman (MoU) antara PPPVI Kemenperin dan Irootech yang telah ditandatangani pada September 2025, yang mencakup pengembangan, pelatihan, hingga penempatan tenaga kerja di bidang industri digital dan AI.

Tak hanya berhenti pada penandatanganan kerja sama, BPSDMI juga telah menggelar berbagai kegiatan konkret seperti seminar, pelatihan mahasiswa, serta kunjungan industri. Langkah ini bertujuan untuk meningkatkan kompetensi sekaligus kesiapan kerja generasi muda di era digital.

Sebagai bagian dari komitmen tersebut, BPSDMI membuka kesempatan bagi calon siswa dan mahasiswa untuk bergabung melalui program Jalur Penerimaan Vokasi Industri (JARVIS) Bersama 2026. Program ini diharapkan dapat mencetak insan industri yang siap bersaing di tingkat global.