BERITAUNGGULAN.COM, GRESIK – Baitul Maal Hidayatullah (BMH) terus menunjukkan komitmennya menghadirkan solusi berkelanjutan bagi masyarakat melalui program penyediaan air bersih. Kali ini, BMH meresmikan sumur bor titik ke-247 yang berlokasi di Pondok Pesantren Tholaburridho, Desa Sidoraharjo, Kecamatan Kedamean, Kabupaten Gresik, Jawa Timur, baru-baru ini.
Peresmian sumur bor di Kabupaten Gresik tersebut menjadi kabar menggembirakan bagi keluarga besar pesantren. Pasalnya, fasilitas ini dihadirkan sebagai jawaban atas keterbatasan akses air bersih yang selama ini menjadi tantangan utama bagi para santri dan pengelola pondok.
Program sumur bor ini sekaligus menjadi langkah nyata dalam memperkuat akses air bersih yang sangat penting untuk menjaga kesehatan individu, menunjang kebersihan lingkungan, serta meningkatkan kualitas hidup masyarakat pesantren.
250 Jiwa Rasakan Manfaat Langsung
Dengan beroperasinya sumur bor ini, sebanyak 250 jiwa yang terdiri dari santri dan masyarakat sekitar kini merasakan manfaat langsung. Air bersih yang mengalir tidak hanya memudahkan aktivitas sehari-hari, tetapi juga menjadi faktor penting dalam menjaga sanitasi dan kesehatan.
Sebelum adanya sumur bor, kebutuhan air di pesantren di Gresik ini hanya mengandalkan sumur tua resapan serta pasokan terbatas dari mushola sekitar pondok. Kondisi tersebut dinilai kurang memadai untuk mencukupi kebutuhan harian santri, mulai dari konsumsi, mandi, mencuci, sanitasi, hingga kebutuhan ibadah seperti wudhu.
Kondisi ini tentu cukup berat, terutama ketika musim kemarau tiba. Keterbatasan air kerap membuat aktivitas kebersihan terganggu dan berpotensi memicu masalah kesehatan.
Pengasuh Pesantren: Nikmat Besar untuk Santri
Pengasuh Pondok Pesantren Tholaburridho, Ustaz Ansori, menyampaikan rasa syukur atas hadirnya sumur bor yang menjadi solusi atas kesulitan air bersih selama ini.
“Alhamdulillah, ini menjadi nikmat besar bagi kami. Selama ini air sangat terbatas, sekarang kebutuhan santri bisa lebih tercukupi. Terima kasih kepada BMH dan para donatur,” ungkapnya.
Menurutnya, fasilitas air bersih ini bukan sekadar infrastruktur, tetapi menjadi bagian penting dari upaya meningkatkan kenyamanan belajar santri, menjaga kebersihan, dan mendukung kehidupan pesantren yang lebih sehat.
Santri Lebih Mudah Mandi dan Berwudhu
Kehadiran sumur bor ini juga disambut antusias oleh para santri. Salah satunya Ridho, yang mengaku kini jauh lebih mudah menjalankan rutinitas kebersihan sekaligus ibadah.
“Kami sekarang lebih mudah untuk mandi dan berwudhu. Terima kasih banyak,” ujarnya.
Air bersih yang tersedia sepanjang hari membuat aktivitas santri lebih tertata, termasuk menjaga kebersihan diri dan lingkungan pondok, yang selama ini sering terkendala akibat keterbatasan air.
Kolaborasi BMH dan Klinik Eyelink, Periksa Kesehatan Mata
Peresmian sumur bor titik ke-247 ini juga semakin bermakna karena turut diwarnai aksi kolaborasi bersama Klinik Eyelink. Dalam kegiatan tersebut, Eyelink mengadakan pemeriksaan kesehatan mata bagi santri dan masyarakat sekitar pesantren.
Perwakilan Eyelink, Galih, menegaskan bahwa akses air bersih dan layanan kesehatan merupakan dua aspek penting yang saling melengkapi dalam meningkatkan kualitas hidup masyarakat.
“Kami senang bisa berkolaborasi bersama BMH. Selain kebutuhan air bersih terpenuhi, kesehatan mata juga penting untuk mendukung aktivitas belajar santri,” jelasnya.
Pemeriksaan mata ini menjadi bagian dari perhatian terhadap kesehatan santri, mengingat aktivitas belajar dan membaca kitab menjadi rutinitas utama di pesantren yang memerlukan kondisi penglihatan yang baik.
BMH: Air Bersih Fondasi Kesehatan dan Kebersihan
Kepala Divisi Program dan Pendayagunaan BMH Jawa Timur, Imam Muslim, menegaskan bahwa penyediaan air bersih merupakan fondasi utama dalam menjaga kesehatan masyarakat sekaligus menciptakan lingkungan yang lebih higienis dan nyaman.
“Sumur bor titik ke-247 ini adalah bagian dari komitmen BMH dalam menghadirkan solusi jangka panjang. Air bersih menjadi fondasi kesehatan, kebersihan, dan kenyamanan ibadah. Kolaborasi dengan berbagai pihak semakin memperkuat dampak program yang dirasakan masyarakat,” terangnya.
Ia menambahkan bahwa program sumur bor bukan hanya sekadar pembangunan fasilitas, tetapi juga investasi sosial yang berdampak jangka panjang. Dengan ketersediaan air bersih, potensi penyakit akibat sanitasi buruk dapat ditekan, sementara aktivitas ibadah dan pendidikan dapat berjalan lebih optimal.
Mengalirkan Manfaat, Menguatkan Kehidupan
Melalui program sumur bor ini, BMH kembali menegaskan perannya sebagai lembaga yang konsisten menghadirkan manfaat nyata bagi masyarakat. Tidak hanya memenuhi kebutuhan dasar berupa air bersih, namun juga membangun kualitas hidup yang lebih sehat, produktif, dan berkelanjutan.
Program ini menjadi bukti bahwa kolaborasi antara lembaga filantropi, masyarakat, dan mitra kesehatan dapat menghadirkan perubahan signifikan bagi kehidupan umat, khususnya di lingkungan pesantren yang menjadi pusat pendidikan generasi masa depan.
Dengan mengalirnya air bersih di Pesantren Tholaburridho, harapan pun ikut mengalir: terciptanya lingkungan yang lebih bersih, santri yang lebih sehat, dan aktivitas pendidikan yang semakin kuat./Herim












