UNISA Bandung Tingkatkan Kualitas Soal Uji Kompetensi Tenaga Kesehatan

BERITAUNGGULAN.COM, BANDUNG — Fakultas Ilmu Kesehatan (FIKes) Universitas ‘Aisyiyah (Unisa) Bandung menggelar workshop bertema “Item Development, Item Review & Item Bank (PIMAN)”. Adapun tujuan acara itu sebagai upaya meningkatkan kapasitas dosen dan tenaga pendidik dalam menyusun serta mengelola soal uji kompetensi yang berkualitas.

Kegiatan ini menjadi bagian dari penguatan mutu evaluasi pendidikan kesehatan untuk menghasilkan lulusan yang profesional dan siap menghadapi tantangan pelayanan kesehatan.

Workshop tersebut diikuti oleh dosen, preseptor Ners, serta pengelola program studi yang terlibat dalam pengembangan soal uji kompetensi.

Melalui workshop ini, peserta dibekali pemahaman terkait prinsip penyusunan soal berbasis kompetensi, teknik penyusunan blueprint, penulisan vignette klinis, penyusunan opsi jawaban, hingga analisis kualitas butir soal dan pengelolaan bank soal melalui sistem PIMAN.

Sekretaris Program Studi Profesi Ners Unisa Bandung, Riandi Alfin, S.Kep., Ners., M.Kep., Sp.Kep.M, mengemukakan kegiatan ini bertujuan memperkuat pemahaman peserta dalam menyusun instrumen evaluasi yang objektif, valid, dan reliabel sesuai capaian pembelajaran mahasiswa.

Selain itu, workshop tersebut juga menjadi ruang kolaborasi antar pendidik dalam menghasilkan soal yang sesuai dengan kebutuhan pendidikan dan pelayanan kesehatan.

“Workshop Item Development, Item Review & Item Bank (PIMAN) diselenggarakan sebagai upaya meningkatkan kapasitas dosen dan tenaga pendidik dalam menyusun, menelaah, serta mengelola soal uji kompetensi yang berkualitas,” ujarnya, Kamis (7/5/2026).

Ia menjelaskan, dalam pendidikan kesehatan penyusunan dan review item soal memiliki peran penting karena soal ujian tidak hanya menjadi alat penilaian, tapi juga instrumen untuk memastikan kesiapan calon tenaga kesehatan dalam menghadapi situasi nyata di lapangan.

Oleh karena itu, soal yang disusun harus mampu mengukur kemampuan berpikir kritis, penalaran klinis, pengambilan keputusan, serta penerapan ilmu dalam konteks pelayanan kesehatan.

Selain sesi pemaparan materi, peserta juga mengikuti pelatihan terkait proses item review untuk menilai kesesuaian, tingkat kesulitan, hingga validitas soal secara sistematis.

Melalui kegiatan ini, diharapkan peserta mampu menghasilkan item soal yang lebih bermutu serta berkontribusi dalam penguatan bank soal institusi maupun nasional melalui aplikasi PIMAN.

Melalui workshop ini, Fakultas Ilmu Kesehatan Unisa Bandung terus menunjukkan komitmennya dalam meningkatkan kualitas pendidikan kesehatan melalui penguatan sistem evaluasi pembelajaran yang adaptif, terstandar, dan berorientasi pada kompetensi profesional lulusan. [ ]

Dok foto: UNISA Bandung