Unisba Jadi Tuan Rumah Forum Nasional PSPPI, Perkuat Standar Pendidikan Profesi Insinyur

BERITAUNGGULAN.COM, BANDUNG — Forum Komunikasi Penyelenggara Program Profesi Insinyur (Forkom PPPI) merupakan wadah untuk para Pengelola Program Studi Program Profesi Insinyur (PSPPI) dalam memajukan dan mengembangkan   PSPPI di Indonesia,  pada saat ini sudah bergabung 63 PT yang mempunyai PSPPI.

Salah satu program FORKOM PPPI  adalah Workshop dan Sharing Session mengenai pelaksanaan  kelas reguler. Pada kesempatan ini FORKOM PPPI  meminta Universitas Islam Bandung (UNISBA) menjadi tuan rumah  dan acara ini digelar pada hari Rabu, 29 April 2026.

Jumlah peserta yang mengikuti acara ini sebanyak 85 peserta  dari 45 Perguruan tinggi  Penyelenggara Program profesi insinyur di Indonesia.

Acara dimulai dengan laporan dari ketua panitia yang juga kaprodi PSPPI UNISBA Dr.Ir.Aviasti, M.Sc., IPM.dilanjutkan dengan sambutan dari Dekan FT UNISBA Dr. Ir. M. Dzikron MT., IPM.; Ketua Umum FORKOM PPPI Dr. Ir. Taufik Nur, IPU, CSSCP, APEC Eng., terakhir  sambutan sekaligus membuka acara dari Rektor UNISBA Prof. Ir. A. Harits Numan, M.T., Phd., IPU., ASEAN Eng.

Dalam sambutannya, Rektor Unisba menegaskan pentingnya kegiatan ini sebagai bagian dari upaya strategis dalam memperkuat pendidikan profesi insinyur di Indonesia. Ia menyoroti urgensi penyelenggaraan Program Profesi Insinyur sebagai jembatan bagi lulusan Sarjana Teknik dan Sarjana Terapan Teknik menuju praktik keinsinyuran yang profesional.

“Hal ini sejalan dengan amanat Permendikbudristek Nomor 39 Tahun 2022, yang menegaskan bahwa pendidikan profesi merupakan tahapan krusial dalam membentuk insinyur yang beretika, kompeten, dan bertanggung jawab,” ujarnya.

Ia berharap melalui workshop, sharing session, dan Rapat Kerja Nasional Khusus yang menjadi bagian dari rangkaian kegiatan ini, dapat dihasilkan rumusan kurikulum yang adaptif, implementatif, serta selaras dengan perkembangan ilmu pengetahuan dan kebutuhan industri.

Sebagai tuan rumah, Unisba juga menegaskan komitmennya dalam mendukung pengembangan pendidikan profesi insinyur yang tidak hanya unggul secara kompetensi, tetapi juga berlandaskan nilai-nilai keislaman, integritas, dan tanggung jawab sosial.

Kegiatan ini mempertemukan para pengelola program profesi insinyur dari berbagai perguruan tinggi di Indonesia, yang bertujuan memperkuat mutu penyelenggaraan Program Profesi Insinyur (PPPI) secara nasional.

Forum ini menjadi momentum strategis untuk saling berbagi pengalaman, menyelaraskan pemahaman kurikulum, serta merumuskan praktik terbaik dalam pelaksanaan moda pembelajaran reguler maupun Rekognisi Pembelajaran Lampau (RPL).

Penyelenggaraan Program Profesi Insinyur di Indonesia berlandaskan pada UU Nomor 11 Tahun 2014 tentang Keinsinyuran dan PP Nomor 25 Tahun 2019, yang mewajibkan setiap insinyur yang menjalankan praktik keinsinyuran untuk memiliki Surat Tanda Registrasi Insinyur (STRI).

Untuk memperoleh gelar profesi “Insinyur” (Ir.) beserta sertifikat insinyur, lulusan sarjana teknik harus menempuh Program Profesi Insinyur yang diselenggarakan oleh perguruan tinggi bekerja sama dengan kementerian terkait, Persatuan Insinyur Indonesia (PII), dan kalangan industri.

Setelah lulus PSPPI, para insinyur dapat melanjutkan jenjang sertifikasi kompetensi profesional melalui PII, yakni Insinyur Profesional Pratama (IPP), Insinyur Profesional Madya (IPM), hingga Insinyur Profesional Utama (IPU).

Kerangka hukum ini menegaskan bahwa PPI bukan sekadar program akademik, melainkan bagian dari ekosistem pengakuan kompetensi insinyur Indonesia yang memiliki konsekuensi hukum bagi siapapun yang menjalankan praktik keinsinyuran tanpa registrasi yang sah.

Dalam sesi pemaparan kurikulum yang dibawakan oleh Prof. Subagyo (Guru Besar UGM) dari Forkom PSPPI, peserta workshop mendapatkan pembaruan informasi terkini mengenai struktur pembelajaran Program Profesi Insinyur.

Sesi berbagi pengalaman untuk pelaksanaan kelas reguler  diberikan oleh  PSPPI Fakultas Teknik UGM, PSPPI Fakultas Teknik UI dan PSPPI  UNPAR yang memberikan gambaran konkret tentang pelaksanaan metode reguler terutama implementasi Praktik Keinsinyuran di lapangan.

Workshop ini menggarisbawahi komitmen bersama para penyelenggara PSPPI untuk terus meningkatkan kualitas lulusan insinyur Indonesia yang tidak hanya kompeten secara teknis, tetapi juga memiliki integritas, profesionalisme, dan kepedulian terhadap keselamatan serta kelestarian lingkungan.

Sebagai host university, UNISBA berharap forum ini dapat menjadi katalis bagi penguatan jejaring antar-PSPPI se-Indonesia, sekaligus mendorong PSPPI UNISBA untuk terus mengembangkan program yang relevan dengan kebutuhan industri dan pembangunan nasional.

Dengan semakin kuatnya ekosistem pendidikan profesi insinyur di Indonesia, diharapkan lahir lebih banyak insinyur profesional yang mampu berkontribusi nyata bagi kemajuan bangsa, selaras dengan amanat undang-undang dan tuntutan zaman. [ ]

Dok foto: Unisba